Selasa, 22 Desember 2015

Analisis Rasio Keuangan untuk Mengetahui Kinerja Keuangan PT.Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten



Laporan keuangan merupakan suatu aspek yang sangat penting dalam dunia bisnis,karna kinerja suatu perusahaan tertuang didalam laporan keuangan.hal yang pertama dilakuakan untuk mengetahui mana perusahaan yang sehat atau tidaknya pasti kita melihat laporan keuangan perusahaan tersebut.banyak sekali pihak-pihak yang membutuhkan laporan keuangan diantaranya para investor,kreditur,bahkan kita sebagai masyarakat. Tetapi dalam membaca laporan keuangan tidaklah mudah dan kita tidak bisa langsung mengatahui bahwa perusahaan tersebut sehat atau tidak. Maka dari pada itu kita perlu menggunakan rasio rasio keuangan untuk mengetahui yang sebenarnya bahwa perusahaan tersebut sehat. Tetapi rasio-rasio tersebut juga tidak mutlak benar menyatakan bahwa perusahaan tersebut sehat, tetapi setidaknya dengan menggunakan rasio-rasio keuangan yang ada kita bisa meminimalkan kesalahan untuk mengetahui kinerja perusahaan. Di jaman modern saat ini peran perbankan sangat penting untuk mendorong perekonomian,karan peran bank yang sangat penting tersebut kita harus bisa mengetahui bank yang sehat.dalam laporang keuangan yang di buat bank menggambarkan kinerja bank dalam satu periode.rasio-rasio yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan bank diantaranya sebagai berikut :

Ø  RASIO LIKUIDITAS

Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Dengan catatan semakin besar rasio likuiditas maka semakin likuid. Perhitungan rasio likuiditas dengan cara:
  1. Cash Ratio (mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kewajibannya pada para deposan (pemilik giro, tabungan dan deposito) dengan harta yang paling likuid.
Rumus :    QR = (Cash asset) / (Total deposit) x 100% 
2.      Investing Policy Ratio (mengukur kemampuan bank dalam melunasi kewajibannya kepada para deposannya dengan cara melikuidasi SB)

Rumus :      IPR = (Securities) / (Total deposit) x 100%
  1. Banking Ratio ( mengukur tingkat likuiditas bank dengan membandingkan jumlah kredit yang disalurkan dengan jumlah deposit yang dimilki).
Catatan: semakin  tinggi rasio ini  maka semakin rendah tingkat likuiditas bank.
Rumus :     BR = (Total Loans) / (total deposit) x 100%
  1. Assets to Loan Ratio ( mengukur jumlah kredit yang disalurkan dengan harta yang dimiliki bank
Catatan: semakin tinggi rasio ini semakin rendah tingkat likuiditas bank.
Rumus :    ALR = (Total Loans) / (Total Assets) x 100%
  1. Cash Ratio (mengukur kemampuan bank melunasi kewajiban yang harus segera dibayar dengan harta likuid bank.
Rumus :   CR = (liquid assets) / (short term borrowing) x 100%
  1. Loan to Deposit Ratio (mengukur komposisi kredit yang diberikan dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri.
Catatan :Besarnya LDR menurut aturan pemerintah maksimum 110%  
  
Rumus :    LDR = (total Loans) / (total dana pihak ketiga )x 100%

Ø  RASIO SOLVABILITAS

Rasio ini digunakan mengukur kemempuan bank mencari sumber dana untuk membiayai kegiatan bank atau alat ukur untuk melihat kekayaan bank serta melihat efisiensi pihak manajemen bank. Perhitungan rasio ini dilakukan dengan cara :
  1. Primary Ratio (mengukur permodalan yang dimiliki bank memadai atau sejauh mana penurunan yang terjadi dalam total asset masuk dapat ditutupi oleh capital equity).
Rumus :                PR = (Equity capital) / (total assets) x 100%
  1. Risk Assets Ratio (mengukur kemungkinan penurunan risk assets.
Rumus :        RAR = (Equity caital) / (total assets – cash assets – securities) x 100%
  1. Secondary Risk Ratio ( Mengukur penurunan asset yang mempunyai resiko lebih tinggi).
Rumus :                SRR = (Equity capital) / (Secondary risk assets)  100%
  1. Capital Ratio (mengukur permodalan dan cadangan penghapusan dalam menanggung perkreditan, terutama resiko yang terjadi karena ada kegagalan dalam menagih bunga bank).
Rumus :           CR = (equity capital + reserve for loan losses) / (total loans) x 100%



Ø  RASIO RENTABILITAS

Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai oleh bank. Perhitungan rasio ini dilakukan dengan cara :
  1. Gross  Profit Margin (mengukur presentasi laba dari kegiatan usaha murni bank setelah dikurangi biaya-biaya)
Rumus :GPM = (operating income – operating expense) / (operating income) x 100%
  1. Net Profit Margin (mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan net income dari kegiatan operasi pokok bank)
Rumus :                NPM = (net income) / (operating income) x 100%
  1. Return Equity Capital atau ROE (mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengeola capital yang ada untuk mendapatkan net income)
Rumus :           ROE = (net income) / (equity income) x 100%
  1. Return on Total Assets (mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola assets). Ada 2 cara yang dihitung antara lain:
a.           Gross Yield on Total Assets (mengukur kemampuan manajemen bank menghasilkan income dari pengelolaan asset)

Rumus :        GRTA = (operating income) / (total assets) x 100%

b.          Net Income Total Assets (mengukur kemampuan manajemen bank dalam              memperoleh profitabilitas dan manajerial secara overall).

Rumus :        NITA = (net income) / (total assets) x 100%
  1. Rate Return on Loans (mengukur kamampuan manajemen bank mengelola kredit bank)
Rumus :                RRL = (interest income) / (total loans) x 100%

  1. Interest Margin on Earning Assets (mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengendalikan biaya-biaya)
Rumus :      IMEA = (interest income – interest expense) / (earning assets) x 100%
  1. Leverage Multiplier (mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola asetnya, dalam hal ini adanya biaya-biaya yang dikeluarkan dalam penggunaan aktiva bank)
Rumus :         LM = (total Assets) / (total equity)
  1. Interest Margin on Loans
Rumus:     IML = (Interest income – Interest expense) / (total loans) x 100%
  1. Assets Utilization ( mengukur sejauh mana kemempuan manajemen bank mengelola asset dalam rangka menghasilkan operating  income dan non-operating income)
Rumus :    AU = (operating income + non operating income) / (total asset) x 100%
  1. Interest Expense Ratio (mengukur besarnya persentase bunga yang dibayar kepada para deposan bank dengan total deposit yang ada di bank)
Rumus :                IER = (interest expense) / (total deposit) x 100%
  1. Cost of Fund (mengukur besarnya biaya yang dikeluarkan bank untuk sejumlah deposit bank).
Rumus :                CF = (interest expense) / (total assets) x 100%


ANALISIS
Ø  RASIO LIKUIDITAS

keterangan
JULI
AGUSTUS
Kas
2127493
1804948
Surat berharga
7853950
9024037
Jumlah asset
9981443
10828985
Giro
21273890
19967323
Tabungan
10398314
10662704
Simpanan berjangka
42093043
42473139
Jumlah utang lancar
73765247
73103166
Ket : (dalam jutaan rupiah)



Juli
Agustus
rata rata
standar BI
cash asset
9981443
10828985


total deposit
73765247
73103166

13.53136254
14.8132914
14.17232697
> 3%
1.      Cash Ratio = cash asset / total deposit x 100%





Berdasarkan table diatas bahwa cash rasio pada bulan juli sebesar 13.53%.yang menyatakan bahwa setiap Rp1 hutang dijamin dengan 13.53 kas perusahaan. Sedangkan pada bulan agustus sebesar 14,81% yang menyatakan bahwa setiap Rp 1 hutang dijamin 14.81 kas perusahaan. Jika dibandingkan dengan standar yang di berikan oleh BI rata rata cash rasio Bank bjb sebesar 14,17 % dan itu artinya bank bjb dinyatakan sehat dari segi cash rasio.

2.      LDR= (total Loans) / (total dana pihak ketiga )x 100%

Juli
Agustus
Rata-rata
Total Loans
52443722
53387762

Dana pihak ke3
13516276
11955160

388%
446%
417%

Dari data diatas diperoleh LDR Bank bjb pada bulan juli sebesar 388% yang artinya bahwa kemampuan pihak bank untuk memenuhi segala kewajiban utang lancarnya sebesar 388% sedangkan bulan agustus sebesar 446%.

Ø  RASIO SOLVABILITAS

1.Primary Ratio =  Equity/total asset x 100%
Bulan
Juli
Agustus
Equity
6.970.589
7.079.733
Total Asset
86.041412
86.109.331

8,10 %
8,22%

 Pengukuran rasio Solvabilitas untuk menghitung permodalan yang dimiliki bank (Primary ratio)pada bank BJB terhitung bulan juli ke agustus mengalami kenaikan sebesar 0,12%.analisis ini menjaga asset dari berbagai macam kerugian yang tidak dapat dihindari.semakin besar hasilnya makan semakin baik untuk perusahaan.

2.RAR = (Equity caital) / (total assets – cash assets – securities) x 100%


equity
Total asset
Cash asset
securities
RAR
Juli
6.970.589
86.041.412
2.127.493
7.853.950
9,16%
agustus
7.079.733
86.109.331
1.804.948
9.024.040
9.40%

Pengukuran rasio solvabilitas dalam menghitung kemungkinan penurunan risk asset (Risk asset Ratio) pada bank BJB terhitung dari bulan juli ke bulan  Agustus mengalami kenaikan sebesar 0,24%


Ø  RASIO RENTABILITAS

1        ROA =Laba sebelum pajak / total aktiva x 100 %

juli
agustus
rata-rata
standar BI
Laba sebelum pajak
839160
978515


total aktiva
86041412
86109331

0.975297802
1.136363491
1.055830647
0,5%-1,25%

Dari data diatas menunjukan bahwa ROA Bank bjb mengalami kenaikan dari bulan juli sebesar 0,97 %  menjadi 1,13% di bulan agustus.Berdasarkan standar yang di berikan oleh BI untuk ROA perbankan sebesar 0,5%-1,25% dengan hasil rata rata ROA bank bjb pada 2 bulan terakhir sebesar 1.05 %. Dengan hasil tersebut dinyatakan bahwa bank bjb dinyatakan sehat dilihat dari ROA.

2        ROE = Laba bersih/ modal sendiri x 100%


Juli
agustus
rata –rata
laba bersih
657230
766379

modal sendiri
4000000
4000000

16.43075
19.159475
17.7951125

Berdasarkan table diatas ROE perusahaan mengalami kenaikan pada 2 bulan terakhir.yaitu bulan juli sebesar 16,43% menjadi 19.15 % pada bulan agustus. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mengalami kenaikan laba bersih dari tahun ke tahun, selanjutnya kenaikan tersebut akan menyebabkan kenaikan harga saham bank (Lukman Dendawijaya 2005 : 119)

3.      Rate Return on Loans RRL = (interest income) / (total loans) x 100%


Interest income
Total loans
RRL
Juli
5.158.921
52.443.722
9,83%
Agustus
5.935.219
53.387.762
11,11%





Dari data diatas menunjukan RRL Bank bjb pada 2 bulan terakhir mengalami kenaikan.pada bulan juli sebesar 9,83% naik menjadi 11,11% pada bulan agustus hal tersebut  menyatakan bahwa pengkreditan yang ada di bank tersebut baik dalam mendatangkan income.karna semakin besar rasionya semakin baik untuk bank tersebut.

4.      Leverage Multiplier LM = (total Assets) / (total equity)


Total asset
Total equity
LM
Juli
86.041.412
6.970.589
12,34
Agustus
86.109.331
7.079.733
12,16

Dari hasil perhitungan diatas LM Bank bjb pada bulan juli sebesar 12,34 dan pada bulan agustus sebesar 12,34. Pada 2 bulan tersebut LM Bank bjb mengalami penurunan.hasil dari tersebut menyatakan bahwa pada setiap Rp 1 modal perusahaan akan dijamin oleh asset perusahaan sebesar 12,34 pada bulan juli dan 12,16 pada bulan agustus.semakin rendah hasil rasio semakin efisiensi penggunaan asset perusahaan.

5.      Interest Margin on Loans IML = (Interest income – Interest expense) / (total loans) x 100%


Interest income
Interest expenses
Total loans
IML
Juli
5.158.921
2.542.500
52.443.722
4,98%
Agustus
5.935.219
2.934.831
53.387.762
5,61%

Dari data diatas menyatakan bahwa IML Bank bjb tersebut menggambarkan kemampuan pihak bank untuk menghasilkan keuntungan dengan seluruh kewajibannya sebesar 4,98 % pada bulan juli dan 5,61% pada bulan agustus

6.      Cost of Fund  CF = (interest expense) / (total assets) x 100%


Interest expenses
Total asset
CF
Juli
2.542.500
86.041.412
2,95%
Agustus
2.934.831
86.109.331
3,4%





Dari data di atas menyatakan bahwa CF Bank Bjb terserbut mengukur besarnya biaya yang dikeluarkan bank untuk sejumlah deposit bank diulan juli sebesar 2,95% dan meningkat pada bulan agustus sebesar 3,4%

KESIMPULAN
Laporan keuangan merupakan alat yang penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh Bank. Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang cukup penting untuk mengambil keputusan yang bersifat ekonomi.
Analisa laporan keuangan mencakup pengaplikasian berbagai alat dan teknik analisa pada laporan keuangan dan data keuangan dalam rangka untuk memperoleh ukuran-ukuran dan hubungan yang berarti dan berguna dalam proses pengambilan keputusan.


REFERENSI :





Tidak ada komentar:

Posting Komentar