Rabu, 12 November 2014

ekonomi koprasi


Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
Prinsip koperasi adalah suatu sistem ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama. Prinsip koperasi terbaru yang dikembangkan International Cooperative Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah internasional) adalah
·         Keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela
·         Pengelolaan yang demokratis,
·         Partisipasi anggota dalam ekonomi,
·         Kebebasan dan otonomi,
·         Pengembangan pendidikan, pelatihan, dan informasi.

Sejarah koperasi di Indonesia
Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.

Pada zaman Belanda pembentuk koperasi belum dapat terlaksana karena
1. Belum ada instansi pemerintah ataupun badan non pemerintah yang memberikan penerangan dan penyuluhan tentang koperasi.
2. Belum ada Undang-Undang yang mengatur kehidupan koperasi.
3. Pemerintah jajahan sendiri masih ragu-ragu menganjurkan koperasi karena pertimbangan politik, khawatir koperasi itu akan digunakan oleh kaum politik untuk tujuan yang membahayakan pemerintah jajahan itu.
Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi). Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Maksud Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman. Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen Belanda De Wolffvan Westerrode sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian. Selain pegawai negeri juga para petani perlu dibantu karena mereka makin menderita karena tekanan para pengijon. Ia juga menganjurkan mengubah Bank tersebut menjadi koperasi. Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa yang menganjurkan para petani menyimpan pada pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik Ia pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi. Tetapi Pemerintah Belanda pada waktu itu berpendirian lain. Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa tidak dijadikan Koperasi tetapi Pemerintah Belanda membentuk lumbung-lumbung desa baru, bank –bank Desa , rumah gadai dan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI).Semua itu adalah badan usaha Pemerntah dan dipimpin oleh orang-orang Pemerintah.
Pada zaman Belanda pembentuk koperasi belum dapat terlaksana karena:
1. Belum ada instansi pemerintah ataupun badan non pemerintah yang memberikan penerangan dan penyuluhan tentang koperasi.
2. Belum ada Undang-Undang yang mengatur kehidupan koperasi.
3. Pemerintah jajahan sendiri masih ragu-ragu menganjurkan koperasi karena pertimbangan politik, khawatir koperasi itu akan digunakan oleh kaum politik untuk tujuan yang membahayakan pemerintah jajahan itu.
Mengantisipasi perkembangan koperasi yang sudah mulai memasyarakat, Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan peraturan perundangan tentang perkoperasian. Pertama, diterbitkan Peraturan Perkumpulan Koperasi No. 43, Tahun 1915, lalu pada tahun 1927 dikeluarkan pula Peraturan No. 91, Tahun 1927, yang mengatur Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi bagi golongan Bumiputra. Pada tahun 1933, Pemerintah Hindia-Belanda menetapkan Peraturan Umum Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi No. 21, Tahun 1933. Peraturan tahun 1933 itu, hanya diberlakukan bagi golongan yang tunduk kepada tatanan hukum Barat, sedangkan Peraturan tahun 1927, berlaku bagi golongan Bumiputra. Diskriminasi pun diberlakukan pada tataran kehidupan berkoperasi
Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo memberikan peranan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Pada tahun 1915 dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatieve.
Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.
Namun, pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya. Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia.
Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya.Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia. Sekaligus membentuk Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) yang berkedudukan di Tasikmalaya (Bandung sebagai ibukota provinsi sedang diduduki oleh tentara Belanda).

Jumat, 30 Mei 2014

PENGARUH RENDAHNYA PERTUMBUHAN EKONOMI,PENGANGGURAN,KEMISKINAN DAN INFLASI TERHADAP PEMBANGUNAN INDONESIA




BAB I PENDAHULUAN

I. I Latar belakang

Di setiap Negara di dunia ini pasti memiliki permasalahan ekonomi dan pasti di setiap Negara memiliki permasalahan ekonomi yang berbeda-beda diantara tiap Negara.permasalahan ekonomi tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan atau memperlambat pembangunan Negara tersebut.terutama di Negara yang sedang berkembang pasti memiliki banyak permasalahan yang dihadapi untuk menjadi Negara maju salah satunya itu adalah Negara Indonesia.sebagai Negara yang sedang berkembang dan Negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak urutan ke kempat di dunia setelah Negara Republik Rakyat China            ( RRC) sebanyak 1.343.239.923 jiwa, ke-2 India sebanyak 1.205.073.612 jiwa, ke-3 Amerika Serikat (USA) sebanyak 313.847.465 jiwa, ke-4 Indonesia sebanyak 237.641.326 jiwa.   Indonesia memiliki banyak sekali permasalahan ekonomi yang dihadapi.jika dilihat di masa yang sekarang begitu banyak permasalahan yang dihadapi Indonesia salah satunya yaitu rendahnya pertumbuhan ekonomi,masalah pengangguran,masalah kemiskinan, dan inflasi dan masih banyak lagi permasalahan ekonomi Indonesia.karna dari permasalahan yang ada itu satu sama lainnya sangat berkaitan dalam pembangunan Indonesia.karna suatu pembangunan disebuah Negara di pengaruhi oleh beberapa factor salah satu yaitu pertumbuhan ekonomi.jika pertumbuhan ekonomi rendah itu akan menghambat Negara tersebut untuk melaksanakan program program yang sudah dibuat oleh pemerintah untuk pembangunan nasional.karna pemerintah harus mengatasi terlebih dahulu permasalahan ekonomi tersebut sehingga akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membangunan sebuah Negara yang baik atau maju.ketika pertumbuhan ekonomi rendah diakibatkan oleh rendahnya pendapatan yang diterima oleh pemerintah maupun oleh masnyarakat.pertumbuhan ekonomi yang rendah diakbitkan banyaknya jumlah pengangguran yang ada.karna masyrakat tidak dapat pekerjaan maka masyrakat tersebut tidak memiliki pendapatan untuk membiayai kebutuhan kebutuhan hidup sehari hari,untuk membiayaai kebutuhannya saja tidak mampu apalagi untuk membayar pajak kepada pemerintah.yang kita tau bahwa pajak merupakan sumber dana untuk melakukan pembangunan bagi setiap Negara.di Indonesia tingkat penganggurannya cukup banyak hal ini terjadi dikarenakan pertumbuhan penduduk yang cukup pesat tidak di banding dengan jumlah kesempatan kerja maupun lapangan kerja.selain factor tersebut ada factor lain yang mendorong tingginya pengangguran di Indonesia yaitu factor pendidikan,dikarenkan rendahnya pendidikan yang dimiliki oleh para tenaga kerja yang ada sehingga mereka tidak mampu bersaing dengan para tenaga kerja yang memiliki keahlian.tidak berhenti di permasalahan pengangguran,dengan tingginya jumlah pengangguran yang tinggi menyebabkan permasalahan baru yaitu masalah kemiskinan.permasalahan kemiskinan terjadi dikarenakan masyarakat tidak mampu membiayai kehidupan dari sandang,pangan dan papan.sehingga banyak masyrakat yang tidak memiliki tempat tinggal menggunkan lahan hijau untuk mendirikan bangunan sementara untuk mereka bertahan hidup.ketika kemiskinan terjadi suatu Negara sering mengalami inflasi atau kenaikan harga barang barang pokok.jika suatu kebutuhan pokok mengalami kenaikan para rakyat kecil sulit untuk memenuhi kebutuhan tersebut.sehingga dari suatu permasalahan yang satu menimbulkan suatu permasalahan baru yang dapat menghambat pemerintah untuk melakukan pembangunan.

I.II TUJUAN PENULISA
Tujuan dari penulisan ini untuk mengaetahui dampak dampak atau pengaruh dari rendahnya pertumbuhan ekonomi,pengangguran,kemiskinan dan iflasi terhadap pembangunan terutama di Negara yang sedang berkembang seperti di Indonesia.karna pembangunan merupakan suatu tujuan bagi setiap Negara untuk menjadikan Negara menjadi Negara yang baik bahkan menjadi Negara maju.tetapi untuk mejadi Negara yang maju tidak mudah,pasti ada kendala kendala yang harus dihadapi pemerintah.






BAB II TINJAUAN LITERATUR

            II.1 PENGERTIAN & TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI

Menurut Prof. Simon Kuznets, mendefinisikan pertumbuhan  ekonomi sebagai ”kenaikan jangka panjang dalam kemampuan suatu negara untuk menyediakan semakin banyak jenis barang-barang ekonomi kepada penduduknya. Definisi ini mempunyai 3 (tiga) komponen: pertama, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa terlihat dari meningkatnya secara terus-menerus persediaan barang; kedua, teknologi maju merupakan faktor dalam pertumbuhan ekonomi yang menentukan derajat pertumbuhan kemampuan dalam penyediaan aneka macam barang kepada penduduk; ketiga, penggunaan teknologi secara luas dan efisien memerlukan adanya penyesuaian di bidang kelembagaan dan idiologi sehingga inovasi yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan umat manusia dapat dimanfaatkan secara tepat (Jhingan, 2000:57).

Banyak sekali teori yang dibuat oleh para ahli untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi di sebuah Negara salah satu teorinya sebagai berikut :
1.      Teori Pertumbuhan Klasik

Menurut pandangan ahli-ahli ekonomi klasik ada empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu : jumlah penduduk, jumlah stok barang-barang modal, luas tanah dan kekayaan alam, serta tingkat teknologi yang digunakan.

2.      Teori Pertumbuhan ekonomi Harrod-Domar

Teori pertumbuhan Harrod-Domar ini dikembangkan oleh dua ekonom sesudah Keynes yaitu Evsey Domar dan Sir Roy F. Harrod. Teori Harrod-Domar ini mempunyai asumsi yaitu:
1.      Perekonomian dalam keadaan pengerjaan penuh (full employment) dan barang-barang modal yang terdiri dalam masyarakat digunakan secara penuh.
2.      Perekonomian terdiri dari dua sektor yaitu sektor rumah tangga dan sektor perusahaan.
3.      Besarnya tabungan proporsional dengan besarnya pendapatan nasional.
4.      Kecenderungan untuk menabung (Marginal Propensity to Save = MPS)  besarnya tetap, demikian juga ratio antara modal-output (Capital-Output  Ratio atau COR) dan rasio pertambahan modal-output (Incremental  Capital-Output Rratio atau ICOR).

II.2 PENGERTIAN & TEORI PENGANGGURAN
Sadono Sukirno
Pengangguran adalah suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong   dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya.
Payman J. Simanjuntak
Pengangguran adalah orang yang tidak bekerja berusia angkatan kerja yang tidak bekerja sama sekali atau bekerja kurang dari dua hari selama seminggu sebelum pencacahan dan berusaha memperoleh pekerjaan.

pengangguran berdasarkan istilah umum dari pusat dan latihan tenaga kerja
Pengangguran adalah orang yang tidak mampu mendapatkan pekerjaan yang menghasilkan uang meskipun dapat dan mampu melakukan kerja.

Menakertrans
Pengangguran adalah orang yang tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan suatu usaha baru, dan tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.

 Pekerja tidak dibayar adalah seseorang yang bekerja membantu usaha untuk memperoleh penghasilan/keuntungan yang dilakukan oleh salah seorang rumah tangga atau bukan anggota rumah tangga tanpa mendapat upah/gaji seseorang tidak memiliki pekerjaan tetapi mereka sedang melakukan usaha secara aktif dalam empat minggu terakhir untuk mencari pekerjaan



(Kaufman dan Hotchkiss,1999)
Menurut Sadono Sukirno (1994), pengangguran adalah suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Seseorang yang tidak bekerja, tetapi tidak secara aktif mencari pekerjaan tidak tergolong.

            II.3 PENGERTIAN & TEORI KEMISKINAN
BAPPENAS (1993) mendefisnisikan keimiskinan sebagai situasi serba kekurangan yang terjadi bukan karena kehendak oleh si miskin, melainkan karena keadaan yang tidak dapat dihindari dengan kekuatan yang ada padanya.
Levitan (1980) mengemukakan kemiskinan adalah kekurangan barang-barang dan pelayanan-pelayanan yang dibutuhkan untuk mencapai suatu standar hidup yang layak.
Faturchman dan Marcelinus Molo (1994) mendefenisikan bahwa kemiskinan adalah ketidakmampuan individu dan atau rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.
Menurut Ellis (1994) kemiskinan merupakan gejala multidimensional yang dapat ditelaah dari dimensi ekonomi, sosial politik.
Menurut Suparlan (1993) kemiskinan didefinisikan sebagai suatu standar tingkat hidup yang rendah, yaitu adanya suatu tingkat kekurangan materi pada sejumlah atau segolongan orang dibandingkan dengan standar kehidupan yang umum berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan
Banyak pemahaman tentang kemiskinan yang dikemukakan para ahli, salah satu pemahaman yang dimaksud dikemukakan :

 Bank Dunia (1990) dan Chambers (1987)
(dalam Mikkelsen, 2003:193) yang memandang kemiskinan sebagai :
Suatu kemelaratan dan ketidakmampuan masyarakat yang diukur dalam suatu standar hidup tertentu yang mengacu kepada konsep miskin relatif yang melakukan analisis perbandingan di negara-negara kaya maupun miskin. Sedangkan konsep absolut dari kemiskinan adanya wabah kelaparan, ketidakmampuan untuk membesarkan atau mendidik anak dan lain-lain.


Usman (2003 : 33)
 mengatakan bahwa kemiskinan adalah kondisi kehilangan (deprivation) terhadap sumber-sumber pemenuh kebutuhan dasar yang berupa pangan, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan serta hidupnya serba kekurangan. Sedangkan pemahaman tentang masalah kemiskinan,


II.4 PENGERTIAN & TEORI INFLASI
Rahardja (1997: 32)
inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga untuk meningkat secara umum dan terus-menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak disebut inflasi, tetapi jika kenaikan meluas kepada sebagian besar harga barang-barang maka hal ini disebut inflasi.
Eachern (2000: 133)
menyatakan bahwa inflasi adalah kenaikan terus-menerus dalam rata-rata tingkat harga. Jika tingkat harga berfluktuasi, bulan ini naik dan bulan depan turun, setiap adanya kenaikan kerja tidak berarti sebagai inflasi.
Sukirno (2004: 27)
 memberikan definisi bahwa inflasi adalah suatu proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam suatu perekonomian.
BPS (2000: 10)
 mendefinisikan inflasi sebagai salah satu indikator untuk melihat stabilitas ekonomi suatu wilayah atau daerah yang menunjukkan perkembangan harga barang dan jasa secara umum yang dihitung dari indeks harga konsumen. Dengan demikian angka inflasi sangat mempengaruhi daya beli masyarakat yang berpenghasilan tetap, dan di sisi lain juga mempengaruhi besarnya produksi barang.





Beberapa ahli teori telah memberikan landasan terjadinya inflasi, yaitu; 
Teori Kuantitas
Menurut teori kuantitas, inflasi disebabkan oleh jumlah uang beredar melebihi kebutuhan dan adanya ekspektasi atau perkiraan masyarakat mengenai kecendrungan kenaikan harga-harga pada masa yang akan datang.
Teori Keynes
Menurut teori Keynes inflasi disebabkan oleh permintaan total terhadap barang dan jasa yang melebihi kemampuan berproduksi masyarakat.
Teori Strukturalis
 Menurut teori strukturalis, inflasi adalah pengiring yang alami bagi pertumbuhan ekonomi, sehingga inflasi tidak dapat dikendalikan melalui kebijakan fiskal maupun moneter tanpa menimbulkan pengangguran atau stagnasi dalam pertumbuhan ekonomi.


II.5 PENGERTIAN PEMBANGUNAN NASIONAL

pembangunan Nasional (Tap. MPR No. IV/MPR/1999).
 merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan, berdasarkan kemampuan nasional dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperhatikan tantangan perkembangan global.
Seers (1977), mendefinisikan pembangunan sebagai suatu istilah teknis, yang berarti membangkitkan masyarakat di Negara-negara berkembang dari kemiskinan, tingkat melek huruf (literacy rate) yang rendah, pengangguran, dan ketidakadilan sosial.



 Inayatullah (1976), mendefinisikan pembangunan sebagai perubahan menuju pola-pola masyarakat yang lebih baik dengan nilai-nilai kemanusiaan yang memungkinkan suatu masyarakat mempunyai kontrol yang lebih besar terhadap lingkungan dan tujuan politiknya, juga memungkinkan warganya memperoleh kontrol yang lebih terhadap diri mereka sendiri.

Rogers dan Shoemaker (1971), mendefinisikan pembangunan sebagai suatu jenis perubahan sosial, dimana ide-ide baru diperkenalkan pada suatu sistem sosial untuk menghasilkan pendapatan per kapita dan tingkat kehidupan yang lebih tinggi melalui metode produksi yang lebih modern dan organisasi sosial yang lebih baik. Pembangunan adalah modernisasi pada tingkat sistem sosial.


PENGARUH RENDAHNYA PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP PEMBANGUNAN
Pertumbuhan ekonomi merupakan peningkatan hasil pendapatan untuk memenuhi kebutuhan. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS)  secara kumulatif  PDB  tumbuh 5,9% per tahun 2010, lebih tinggi bila dibandingkan dengan capaian tahun 2009 pada periode yang sama, yaitu hanya sebesar 5,8%saja.menurut teori pertumbuhan klasik ada empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu : jumlah penduduk, jumlah stok barang-barang modal, luas tanah dan kekayaan alam, serta tingkat teknologi yang digunakan.jumlah penduduk merupakan salah satu factor pertumbuhan ekonomi,mengapa di Indonesia pertumbuhan ekonominya masih rendah,sudah kita ketahui jumlah peduduk Indonesia yang sangat tinggi hal ini lah yang menyebabkan rendahnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia.dengan jumlah penduduk yang banyak sebenarnya Indonesia memiliki banyak keuntungan karna secara logika jika jumlah penduduk banyak maka pertumbuhan ekonomi pun meningkat, tetapi di Indonesia jumlah penduduk yang banyak itu tidak diimbangi dengan jumlah lapangan kerja yang ada sehingga para penduduk banyak yang tidak medapatkan pekerjaan sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pun menjadi rendah.faktor berikutnya yaitu luas tanah dan kekayaan alam,tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang begitu luas dan banyak tetapi mengapa pertumbuhan ekonomi Indonesia rendah,Indonesia memiliki kekayaan yang banyak tetapi tidak memiliki sumber daya manusia yang berkualitas hal inilah yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia rendah karna Indonesia tidak bisa memanfaatkan kekayaan yang dimiliki dengan baik.selanjutnya factor teknologi,factor teknologi juga sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi karna teknologi digunakan untuk mengolah sumber daya alam yang ada.indonesia kurang memiliki teknologi yang baik untuuk meingkatkan pertumbuhan ekonominya.karna jika tidak memiliki teknologi yang memadai percuma saja memiliki sumber daya alam yang banyak. Teori pertumbuhan ekonomi menjelaskan mengenai faktor-faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi dan prosesnya dalam jangka panjang, penjelasan mengenai bagaimana faktor-faktor itu berinteraksi satu dengan yang lainnya, sehingga menimbulkan terjadinya proses pertumbuhan (Lincolin Arsyad, 1999).pertumbuhan ekonomi dikatakan berkembang jika pendapatan perkapita mengalami kenaikan untuk jangka panjang tetapi kenaikan itu tidak secara terus menerus suatu Negara dikatakan mengalami penurunan ekonomi jika di Negara tersebut sedang mengalami kekacauan dan berkurangnya nilai ekspor.

PENGARUH PENGANGGURAN TERHADAP PEMBANGUNAN

Pengangguran adalah seseorang yang tergolong menjadi anggkatan kerja tetapi belum memiliki pekerjaan ataupun sedang mencari pekerjaan.di Indonesia golongan angkatan kerja diukur dengan usia,seseorang yang tergolong angkatan kerja adalah seseorang yang berusia 15-65 tahun.dengan jumlah penduduk yang cukup banyak Indonesia memiliki angkatan kerja yang banyak pula tetapi jumlah angkatan kerja yang banyak itu tidak sebanding dengan jumlah kesempatan kerja yang ada.kesempatan kerja adalah suatu tempat atau perusahaan atau instansi yang mampu menampung banyak orang untuk bekerja. “Kesempatan kerja akan menampung semua tenaga kerja yang tersedia apabila lapangan pekerjaan yang tersedia mencukupi atau seimbang dengan banyaknya tenaga kerja yang tersedia”, (Tambunan, 2001:60) jika jumlah angkatan kerja seimbang dengan jumlah kesempatan kerja atau lapangan pekerjaan itu akan berdampak langsung kepada tingkat pengangguran dan berpengaruh terhadap permasalahan yang lainnya.karna tenaga kerja itu merupakan factor yang sangat penting dalam kegiatan produksi selain factor sumber daya alam dan sumber daya modal karna jika ada sumber daya alam dan sumber daya modal tetapi tidak ada tenaga kerja kegiatan produksi pun tidak akan berjalan,sesuai dengan pengertiannya tenaga kerja adalah manusia yang mampu bekerja yang dapat menghasilkan barang atau jasa yang memiliki nilai ekonomis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.permasalahn tenaga kerja merupakan permasalahan yang dialami banyak Negara di dunia terutama di Negara berkembang seperti Indonesia.permasalahan tenaga kerja merupakan permasalahan yang mudah untuk diatasi karna permasalahn tenaga kerja dapat menimbulkan permasalahan-permasalahan yang lainnya.jika jumlah tenaga kerja tidak sesuai dengan jumlah lapangan perkerjaan itu akan menimbulkan tenaga kerja yang menganggur.jika jumlah pengangguran meningkat menyebabkan rendahnya pendapatan dan jika pendapatan rendah itu juga akan menghambat pembangunan nasional. pengagguran menurut (Sumarsono,2009:6), “adalah persentase jumlah penganggur terhadap jumlah angkatan kerja. Penduduk yang sedang mencari pekerjaan tetapi tidak sedang mempunyai pekerjaan disebut penganggur”tenaga kerja merupakan factor yang sangat penting jadi kesempatan kerja atau lapangan pekerjaan akan meningkat bila jumlah permintaan tinggi atau banyak.untuk mengetahui jumlah penangguran yang terjadi di Indonesia kita akan melihat data jumlah pengangguran yang terjadi di Kalimantan barat.



Tabel  1
Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten/Kota
di Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2005 – 2010 (%)
               
No       Kabupaten/Kota          2005    2006    2007    2008    2009    2010    Rata2

1          Kab. Sambas               6,27     6,85     6,27     3,89     6,09     4,53     5,65
2          Kab. Bengkayang       8,52     13,57  5,87     4,71     4,02     3,21     6,65
3          Kab. Landak               4,11     3,92     3,36     4,03     4,38     4,61     4,07
4          Kab. Pontianak           9,72     12,45  9,23      9,07    9,75     7,80     9,67
5          Kab. Sanggau              8,05     9,30     4,39     2,80     3,30     3,62     5,24
6          Kab. Ketapang            10,27  11,12  5,91     4,29     5,15     3,90     6,77
7          Kab. Sintang               7,03     5,12     3,58     3,59     3,12     2,35     4,13
8          Kab. Kapuas Hulu      3,79     1,03     2,24     2,27     1,67     2,25     2,21
9          Kab. Sekadau              4,50     3,74     3,76     2,74     3,14     2,31     3,36
10        Kab. Melawi               0,99     1,03     2,60     1,96     1,82     1,30     1,40
11        Kota Pontianak           16,86  15,90  13,16  10,21  9,38     7,79     12,22
12        Kota Singkawang       8,07     9,16     11,05  10,09  9,71     8,05     9,36
             Kalimantan Barat       8,13     8,53     6,47     5,41     5,44     4,62     5,89

Sumber : BPS Kalimantan Barat (Data Sakernas 2005-2010)

Jika kita melihat tingkat pengangguran di provinsi kalimanta barat pada tahun 2005 - 2010 itu bersifat fluktuatif atau berubah ubah,tingkat pengangguran yang paling tinggi terdapat di kota Pontianak sebesar 12,22 % sedangkat tingkat pengangguran yang paling redah terdapat di kab.melawi sebesar 1,40%.pada umumnya tingkat pengangguran yang terjadi di provinsi Kalimantan barat mengalami penurunan,ada beberapa kabupaten yang mengalami penurunan cukup signifikan salah satunya kab.pontianak di mana pada tahun 2006 sebesar 12,45% dan pada tahun 2010 mengalami penurunan sebesar 7,80%.kab.bengkayang pada tahun 2006 sebesar 13,57 dan pada tahun 2010 turun menjadi 6,65 dan kab ketapang pada tahun 2005 sebesar 10,27 % pada tahun 2010 turun menjadi 6,77%.jika dilihat jumlah pengangguran di kota Pontianak sangat besar dibandingkan di daerah kabupaten lainnya,hal ini disebabkan  karna pemerintah kota Pontianak tidak bisa menahan atau mengantisipasi tingkat urbanisasi (migrasi) yang tidak sesuai dengan lapangan pekerjaan sehingga meningkatkan jumlah pengangguran meningkat.secara umum factor factor terjadinya penganguran yaitu :
a. Rendahnya tingkat pendidikan
b. Rendahnya ketrampilan dan pengalaman yang dimiliki
c. Tidak sebandingnya antara kerja dengan lahan pekerjaan
d. Faktor-faktor lain (misalnya pilih-pilih pekerjaan).
Dengan jumlah pengangguran yang banyak tidak selalu mengganggu jalannya pembangunan jika sumber daya manusianya memiliki kualitas dan mampu menciptakan dan menyerah hasil produk yang diproduksinya.bagi Negara maju pertumbuhan penduduk yang tinggi dapat dijadikan sumber pendapatan bagi Negara karna Negara maju sudah siap dengan tabungan yang akan melayani kebutuhan investasi tetapi berbanding terbalik dengan Negara yang sedang berkembang pertumbuhan penduduk yang tinggi malah menghambat pertumbuhan ekonomi salah satunya seperti di Indonesia.akibat yang akan dirasakan bagi Negara berkembang dengan jumlah penduduk yang banyak yaitu :

·         Pengangguran menyebabkan masyarakat tidak memaksimumkan tingkat kemakmuran
yang mungkin dicapainya. Pengangguran menyebabkan pendapatan nasional yang sebenarnya dicapai adalah lebih rendah dari pendapatan nasional potensial. Keadaan
ini berarti tingkat kemakmuran masyarakat yang dicapai adalah lebih rendah dari
tingkat yang mungkin dicapainya.
·         Pengangguran menyebabkan pendapatan pajak pemerintah berkurang.
Pengangguran diakibatkan oleh tingkat kegiatan ekonomi yang rendah dan dalam
kegiatan ekonomi yang rendah pendapatan pajak pemerintah semakin sedikit. Dengan
demikian pengangguran yang tinggi mengurangi kemampuan pemerintah menjalankan kegiatan pembangunan.
·         Pengangguran tidak menggalakkan pertumbuhan ekonomi
Pengangguran menimbulkan dua akibat buruk kepada kegiatan sektor swasta. Yang
pertama, pengangguran tenaga buruh diikuti pula oleh kelebihan kapasitas mesinmesin perusahaan. Keadaan ini tidak menggalakkan mereka melakukan investasi di masa datang. Kedua pengangguran yang diakibatkan kelesuan kegiatan perusahaan menyebabkan keuntungan berkurang. Keuntungan yang rendah mengurangi keinginan untuk melakukan investasi. Kedua hal tersebut di atas tidak menggalakkan pertumbuhan ekonomi di masa depan. 
Selain dampak diatas ada lagi dampak dari pertumbuhan yang tinggi bagi Negara yang sedang berkembang yaitu :

1.      Pengangguran menyebabkan kehilangan mata pencaharian dan pendapatan
Di negara maju, mereka yang menganggur mendapat tunjangan (bantuan keuangan)
dari badan asuransi pengangguran sehingga mereka tidak tergantung pada pihak lain.
Sedangkan di negara berkembang, karena tidak ada program tersebut, sehingga
kehidupan penganggur harus dibiayai oleh tabungan masa lalu atau pinjaman/bantuan
keluarga dan kawan-kawan. Keadaan ini bisa mengakibatkan pertengkaran dan
kehidupan keluarga yang tidak harmonis
2.      Pengangguran dapat menyebabkan kehilangan ketrampilan
Pengangguran dalam periode yang lama akan menyebabkan tingkat ketrampilan
pekerja menjadi semakin merosot atau bahkan menjadi hilang.
3.      Pengangguran dapat menimbulkan ketidakstabilan sosial dan politik

Pengangguran merupakan dampak dari lingkaran setan yang bermula dari rendahnya
pendapatan perkapita. Dengan pendapatan perkapita rendah menyebabkan tidak adanya
tabungan sebagai sarana pembentukan modal. Tidak adanya modal berakibat tidak adanya
investasi yang berdampak pada minimnya perluasan kesempatan kerja dan munculnya
pengangguran. Dan pengangguran akan berimbas pada rendahnya pendapatan perkapita
(Siagian, 1981:58).

Pengangguran merupakan permasalah yang ada di semua Negara,memang tidak mudah mengatasi permasalahan pengangguran secara langsung tetapi setidaknya ada beberapa strategi untuk mengurangi tingginya tingkat pengangguran yaitu :




Ø  Mendorong dan membuka kesempatan bagi pihak asing untuk menanamkan modalnya ke Indonesia.

Tidak mudah memang mendorong pihak pihak asing atau investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia,karna adanya keraguan dari investor karna Negara Indonesia sering terjadi konflik politik.

Ø  Meningkatkan kualitas tenaga kerja

Pengangguran terjadi karna para angkatan kerja kurang memiliki skill atau kemampuan untuk bersaing dengan para tenaga kerja lainnya.oleh karna itu seharusnya pemerintah membuat suatu pelatihan untuk para tenaga kerja supaya bisa memiliki keahlian tertentu.

Ø  Peningkatan kualitas program KB dan Transmigrasi

Progam KB atau keluarga berencana merupakan program yang dibuat pemerintah untuk mengurangi tingkat pertumbuhan penduduk tetapi sampai saat ini program KB tidak berjalan dengan baik mungkin harus ada pewasan dan peningkatan kualitas terhadap program ini.program transmigrasi juga program pemerintah untuk pemerataan penduduk .

Ø  Program program lain

Ada beberapa program lain yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi tingkat pengangguran yang ada seperti mendirikan sebuah program padat karya dan memberdayakan kemampuan masyarakat desa.







PENGARUH KEMISKINAN TERHADAP PEMBANGUAN

Kemiskan merupakan permasalahan turun menurun dari masa ke masa kepemimpinan pemimpin Indonesia.kemiskinan merupakan redahnya tingkat penghasilan yang didapatkan oleh seseorang sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara baik.di Indonesia mengukur tingkat kemiskinan sesuai dengan criteria yang telah di tentukan Badan Pusat Statistik (BPS). BPS menentukan kriteria kemiskinan menggunakan pendekatan kebutuhan dasar (basic needs). Berdasarkan pendekatan kebutuhan dasar, ada 3 indikator kemiskinan yang digunakan, yaitu (1) Headcount Index, (2) indeks kedalaman kemiskinan (Poverty Gap Index). (3) indeks keparahan kemiskinan (Poverty SeverityIndex). berdasarkan data BPS Jumlah penduduk  miskin di Indonesia pada Maret 2010 sebesar 31,02 juta orang (13,33 %). 
 Sen (1995) menyatakan bahwa “kemiskinan jangan dianggap hanya sebagai pendapatan rendah (low income), tetapi harus dianggap sebagai ketidakmampuan kapabilitas (capability handicap)”. Menurut Chambers dalam Nanga (2006), “kemiskinan terutama di daerah pedesaan (rural poverty) adalah masalah ketidakberdayaan (powerlessness), keterisolasian (isolation), kerentanan (vulnarability) dan kelemahan fisik (physical weakness), dimana satu sama lain saling terkait dan mempengaruhi. Namun demikian, kemiskinan merupakan faktor penentu yang memiliki pengaruh paling kuat dari pada yang lainnya”.kemiskinan bukanlah permasalahan yang sepele karna kemiskinan tidak apat diukur dengan pendapatan saja karna pendapatan itu sewaktu waktu akan berubah,seharusnya pemerintah harus lebih memperhatikan permasalahan kemiskinan agar tingkat kemiskinan tidak selalu meningkat tiap tahunya.seharusnya pemerintah membuat suatu kebijakan untuk mengatasi kemiskinan banyak para ahli berpendapat bagaimana cara yang sangat tepat untuk mengatasi tingkat penganguran salah satunya yaitu menurut
Perry et al.,(2006) berpendapat: “pertumbuhan ekonomi penting untuk pengentasan kemiskinan. Manfaat dari pertumbuhan ekonomi yang cepat akan menyebar ke seluruh segmen dalam masyarakat”. Pandangan ini berdasarkan pada teori Trickle Down yang sangat dominan dalam teori-teori pembangunan pada era 1950 an dan 1960 an. Teori Trickle Down Effect menyebutkan adanya aliran menetes ke bawah, dari kelompok kaya ke kelompok miskin melalui fungsi-fungsi dalam ekonomi. Octaviani (2001): “Penelitian tentang pengaruh pengangguran terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia dengan pendekatan analisis Indeks Forrester Greer & Horbecke”, Hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa kenaikan angka pengangguran mengakibatkan peningkatan atas angka kemiskinan, sebaliknya semakin kecil angka pengangguran akan menyebabkan semakin rendahnya tingkat kemiskinan di Indonesia”. Sementara Sasana (2009): “Penelitian ini menganalisa penyerapan tenaga kerja, penduduk miskin dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini dilakukan di kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2001-2005, tenaga kerja terserap berpengaruh signifikan dan mempunyai hubungan yang positif terhadap kesejahteraan masyarakat”.  Banyak sekali permasalahan permasalahan baru yang berakar dari permasalahan kemiskinan salah satunya itu permasalahan kriminalitas,gepeng atau pengemis,PSK,banyaknya anak putus sekolah,banyak anak anak dibawah umur yang sudah bekerja dengan cara mengemis dan hampir 90% alasan mereka mengemis karna factor ekonomi.untuk mengurangi tingkat kemiskinan pemerintah harus meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi,menciptakan lapangan pekerjaan,pemusatan kebijakan social ekonomi dan menciptakan kebijakan pengurang kemiskinan sesuai dengan keadaan yang terjadi.
Menurut Sumitro Djojohadikusumo (1995) pola kemiskinan ada empat yaitu, Pertama adalah persistent poverty, yaitu kemiskinan yang telah kronis atau turun temurun. Pola kedua adalah cyclical poverty, yaitu kemiskinan yang mengikuti pola siklus ekonomi secara keseluruhan. Pola ketiga adalah seasonal poverty, yaitu kemiskinan musiman seperti dijumpai pada kasus nelayan dan petani tanaman pangan. Pola keempat adalah accidental poverty, yaitu kemiskinan karena terjadinya bencana alam atau dampak dari suatu kebijakan tertentu yang menyebabkan menurunnya tingkat kesejahteraan suatu masyarakat.

Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Indonesia Menurut Daerah,
2004-2010

Tahun
Jumlah penduduk miskin (juta)
Prosentase penduduk miskin
kota
Desa
Kota+desa
Kota
Desa
Kota+desa
2004
11,40
24,80
36,10
12,13
20,11
16,66
2005
12,40
22,70
35,10
11,68
19,98
15,97
2006
14,49
24,81
39,30
13,47
21,81
17,75
2007
13,56
23,61
31,17
12,52
20,37
16,58
2008
12,77
22,19
34,96
11,65
18,93
15,42
2009
11,91
20,62
32.53
10,72
17,35
14,15
2010
11,10
19,93
31,02
9,87
16,56
13,33

Sumber : BPS
Berdasarkan table diatasa,jumlah penduduk miskin cenderung mengalami penurunan.pada tahun 2004 jumlah penduduk miskin sebanyak 36,10 juta jiwa dan pada tahun 2010 turun menjadi 31,02 juta jiwa.dan jika kita lihat bahwa jumlah penduduk miskin di desa lebih banyak dari pada di kota.hal ini disebabkan oleh banyak factor salah satunya itu kurangnya lapangan pekerjaan di desa sehingga banyak warga desa yang menganggur dan tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari hari sehingga menyebabkan tingkat kemiskinan di desa meningkat.
Chambers (dalam Nasikun)  mengatakan bahwa kemiskinan adalah suatu integrated concept
yang memiliki lima dimensi, yaitu: 1) kemiskinan proper), 2) ketidakberdayaan (powerlesskerentanan menghadapi situasi darurat ( emergency), 4) ketergantungan (dependence5) keterasingan (isolation) baik secara geografis maupun sosiologis.ada beberapa sebab seseorang menjadi miskin pertama itu masyarakat tidaak memiliki sumber daya yang cukup seperti modal,peralatan dan keterampilan sehingga masyarakat sulit untuk mengembangkan usahanya,yang kedua tingkat pendidikan yang rendah kurangnya ilmu pengetahuan yang dimiliki sehingga wawasan masyarakat itu kurang terbuka,ketiga factor fasilitas kebanyakan penduduk miskin terjadi di wilayah wilayah terpencil karna kurangnya perhatian dari pemerintah dari segi infrastruktur atau fasilitas fasilitas pendukung sehingga masyrakat sulit untuk mengebangkan usahanya.
Nasikun menyoroti beberapa sumber dan proses penyebab terjadinya kemiskinan, yaitu:
a. Policy induces processes: proses pemiskinan yang dilestarikan, direproduksi melalui pelaksanaan suatu kebijakan (induced of policy) diantaranya adalah kebijakan antikemiskinan, tetapi realitanya justrumelestarikan.
b. Socio-economic dualism: negara ekskoloni mengalami kemiskinan karena pola produksi
kolonial, yaitu petani menjadi marjinal karena tanah yang paling subur dikuasai petani skala
besar dan berorientasi ekspor.
c. Population growth: perspektif yang didasari pada teori Malthus bahwa pertambahan
penduduk seperti deret ukur sedangpertambahan pangan seperti deret hitung.
d. Recources management and the environment:adanya unsur mismanagement sumber daya
alam dan lingkungan, seperti manajemen pertanian yang asal tebang akan menurunkan produktivitas.
e. Natural cycles and processes: kemiskinan terjadi karena siklus alam. Misalnya tinggal dilahan kritis, di mana lahan ini jika turun hujan akan terjadi banjir tetapi jika musim kemarau akan kekurangan air, sehingga tidakmemungkinkan produktivitas yang maksimaldan terus-menerus.
f. The marginalization of woman: peminggiran kaum perempuan karena perempuan masih dianggap sebagai golongan kelas kedua, Memahami Kemiskinan secara Multidimensional sehingga akses dan penghargaan hasil kerja yang diberikan lebih rendah dari laki-laki.
g. Cultural and ethnic factors: bekerjanya factor budaya dan etnik yang memelihara kemiskinan. Misalnya, pola hidup konsumtif pada petani dan nelayan ketika panen raya, serta adat istiadat yang konsumtif saat upacara adat atau keagamaan.
h. Explotative intermediation: keberadaan penolong yang menjadi penodong, seperti rentenir (lintah darat).
i. Internal political fragmentation and civil stratfe: suatu kebijakan yang diterapkan pada suatu
daerah yang fragmentasi politiknya kuat, dapat menjadi penyebab kemiskinan.
j. International processes: bekerjanya sistemsistem internasional (kolonialisme dan kapitalisme)
membuat banyak negara menjadi semakinmiskin.

PENGARUH INFLASI TERHADAP PEMBANGUNAN             

Menurut teori kuantitas, inflasi disebabkan oleh jumlah uang beredar melebihi kebutuhan dan adanya ekspektasi atau perkiraan masyarakat mengenai kecendrungan kenaikan harga-harga pada masa yang akan datang.menurut teori tersebut ada tiga factor yang bisa dikatakan inflasi kenaikan harga,bersifat umum dan berlangsung terus menerus.jadi suatu Negara bisa dikatakan sedang inflasi jika mengalami suatu kenaikan harga yang bersifat umum dan berlangsung secara terus menerus atau dalam jangka waktu yang panjang.
Menurut para ahli ada beberapa jenis inflasi diantaranya yaitu :
1.    Menurut Derajatnya

Inflasi ringan di bawah  10% (single digit)
Inflasi sedang 10% - 30%.
Inflasi tinggi 30% - 100%.
Hyperinflasion di atas 100%.
Laju inflasi tersebut bukanlah suatu standar yang secara mutlak dapat mengindikasikan parah tidaknya dampak inflasi bagi perekonomian di suatu wilayah tertentu, sebab hal itu sangat bergantung pada berapa bagian dan golongan masyarakat manakah yang terkena imbas ( yang menderita ) dari inflasiyang sedang terjadi.

2.    Menurut Penyebabnya

Demand pull inflation, yaitu inflasi yang disebabkan oleh terlalu kuatnya
peningkatan aggregate demand masyarakat terhadap  komoditi-komoditi hasil
produksi di pasar barang. Akibatnya, akan  menarik (pull) kurva permintaan
agregat ke arah kanan atas, sehingga terjadi excess demand , yang merupakan
inflationary gap.  Dan dalam kasus inflasi jenis ini, kenaikan harga-harga barang
biasanya akan selalu diikuti dengan peningkatan  output (GNP riil) dengan
asumsi bila perekonomian masih belum mencapai kondisi full-employment.
Pengertian kenaikkan aggregate demand seringkali ditafsirkan berbeda oleh para
ahli ekonomi. Golongan moneterist menganggap aggregate demand mengalami
kenaikkan akibat dari ekspansi jumlah uang yang beredar di masyarakat.                                                                                                                                                                                 
Sedangkan, menurut golongan Keynesian kenaikkan aggregate demand dapat
disebabkan oleh meningkatnya pengeluaran konsumsi; investasi; government
expenditures; atau net export, walaupun tidak terjadi ekspansi jumlah uang
beredar.
Cost push inflation, yaitu inflasi yang dikarenakan bergesernya aggregate
supply curve ke arah kiri atas. Faktor-faktor yang menyebabkan aggregate supply
curve bergeser tersebut adalah meningkatnya harga faktor-faktor produksi (baik
yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri) di pasar faktor produksi,
sehingga menyebabkan kenaikkan harga komoditi di pasar komoditi. Dalam
kasus cost push inflation kenaikan harga seringkali diikuti oleh kelesuan usaha.






3.    Menurut Asalnya

Domestic inflation, yaitu inflasi yang sepenuhnya disebabkan oleh kesalahan
pengelolaan perekonomian baik di sektor riil ataupun di sektor moneter di dalam
negeri oleh para pelaku ekonomi dan masyarakat.
Imported inflation, yaitu inflasi yang disebabkan oleh adanya kenaikan
harga-harga komoditi di luar negeri (di negara asing yang memiliki hubungan
perdagangan dengan negara yang bersangkutan). Inflasi ini hanya dapat terjadi
pada negara yang menganut sistem perekonomian terbuka (open economy system).
Dan, inflasi ini dapat ‘menular’ baik melalui harga barang-barang impor maupun
harga barang-barang ekspor.
Terlepas dari pengelompokan-pengelompokan tersebut, pada kenyataannya
inflasi yang terjadi di suatu negara sangat jarang (jika tidak boleh dikatakan
tidak ada) yang disebabkan oleh satu macam / jenis inflasi, tetapi acapkali karena
kombinasi dari beberapa jenis inflasi. Hal ini dikarenakan tidak ada faktor-faktor
ekonomi maupun pelaku-pelaku ekonomi yang benar-benar memiliki hubungan
yang independen dalam suatu sistem perekonomian negara. Contoh : imported
inflation seringkali diikuti oleh cost push inflation, domestic inflation diikuti
dengan demand pull inflation, dsb.

Setelah kita mengetahui jenis jenis inflasi yang ada mari kita liat Sumber sumber terjadi nya suatu inflasi di Indonesia adalah :
·         Jumlah uang beredar
·         Defisit Anggaran Belanja Pemerintah
·         Faktor-faktor dalam Penawaran Agregat dan Luar Negeri

Cara pengendalian inflasi di Indonesia :

·         Meningkatkan Supply  Bahan Pangan
·         Mengurangi Defisit APBN
·         Meningkatkan Cadangan Devisa
·         Memperbaiki dan Meningkatkan Kemampuan Sisi Penawaran Agregat


III. PEMBAHASAN

Pembangunan menurut TAP MPR.NO IV/MPR/1999 pembangunan merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan, berdasarkan kemampuan nasional dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperhatikan tantangan perkembangan global. Setiap Negara pasti menginginkan pembangunan yang meningkat untuk negaranya.begitu pun pemerintah Indonesia menyadari bahwa pembangunan nasional sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan masyarakat yang adil dan makmur,namun tidak mudah untuk melakukan pembanguana nasional banyak sekali permsalahan-permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia.untuk melalukan pembanguan nasional kita perlu membangun terlebih dahulu daerah-daerah yang ada di Indonesia.tetapi permasalahan yanga ada didaerah sangat tidak mendukung untuk melakukan pembangunan nasional.salah satu permasalahannya yaitu pertumbuhan ekonomi yang rendah,pengangguran,kemiskinan dan lain lain. Pada hakekatnya pembangunan adalah pembangunan manusia,sehinggaperlu diprioritaskan alokasi belanja untuk keperluan ini dalam penyusunan anggaran (PriyoHariAdi, 2009). Pembangunan manusia sangat dibutuhkan untuk melakukan pembangunan nasional,karna suatu Negara dikatakan maju bukan saja dilihat dari pendapatan PDB nya tetapi dilihat juga dari tingkat harapan hidup dan tingkat pendidikan masyarakatnya.pembangunan sebuah Negara tidak mudah terutama di Negara berkembang seperti Indonesia.salah satu faktornya yaitu pertumbuhan ekonomi di Indonesia rendah.apa yang menyababkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia itu rendah menurut teori pertumbuhan klasik ada empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu : jumlah penduduk, jumlah stok barang-barang modal, luas tanah dan kekayaan alam, serta tingkat teknologi yang digunakan.indonesia merupakan Negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia setelah China,USA dan india.dengan jumlah penduduk yang begitu banyak banyak sekali permasalahan yang dihadapi Indonesia.
Dengan jumlah penduduk yang banyak mengapa pertumbuhan ekonomi Indonesia rendah seharusnya dengan penduduk yang banyak pertumbuhan ekonomi Indonesia seharusnya tinggi,hal ini dipengaruhi sebab yaitu di Indonesia memliki penduduk yang banyak tetapi jumlah penduduk yang banyak itu tidak sesuai dengan jumlah kesempatan kerja ataupun lapangan kerja.selain factor penduduk yang banyak factor jumlah stok barang-barang modal juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.jumlah barang-barang yang bisa dijadikan sumber modal juga sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.selain itu factor kekayaan sumber daya alam juga memiliki peranan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi,Indonesia merupakan sebuah Negara kepulauan yang memiliki luas yang cukup luas dan pulau yang banyak.tidak perlu diragukan lagi kekayaan alam Indonesia itu cukup banyak mulai dari kekayaan lautnya,tambang dan lain lain tetapi mengapa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih rendah.karna Indonesia belum sepenuhnya memiliki sumber daya manusia yang berkualitas sehingga sumber daya atau kekayaan alam yang ada belum bisa di olah dengan baik yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.banyak sekali pertambangan di Indonesia yang bekerja sama dengan Negara lain untuk dikelolahnya sehingga ebagian hasil pertambangannya untuk Negara lain tersebut.suatu contoh Indonesia memiliki hasil alam yang baik tetapi Indonesia belum bisa mengolah hasil alam tersebut menjadi suatu barang yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi,terpaksa Indonesia mengekspor hasil alam tersebut kenegara lain di Negara lain hasil alam Indonesia di olah menjadi suatu produk yang memiliki nilai yang tinggi setelah menjadi produk Negara Indonesia mengimpor barang dari Negara tersebut hal seperti inilah yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia rendah karna pertumbuhan ekonomi rendah tidak selalu dilihat dari jumlah pendapatan perkapita tetapi dilihat juga dari kualitas manusainya kedepan dan suatu Negara mengalami penurunan ekonomi karna dipengaruhi oleh menurunnya hasil ekspor Negara tersebut.salah satu factor yang sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yaitu factor teknologi yang digunakan.indonesia masih mengimpor teknologi teknologi dari Negara lain untuk menjalankan perekonomian.
Selain rendahnya pertumbuhan ekonomi factor pengangguran dan kemiskinan juga mempengaruhi pembanguan Indonesia.karna pengangguran dan kemiskinan memiliki keterkaitan satu sama lainnya selain itu pengangguran dan kemiskinan merupakan permasalahan yang terjadi di semua Negara di dunia. Pengangguran adalah seseorang yang tergolong menjadi anggkatan kerja tetapi belum memiliki pekerjaan ataupun sedang mencari pekerjaan.di Indonesia golongan angkatan kerja diukur dengan usia,seseorang yang tergolong angkatan kerja adalah seseorang yang berusia 15-65 tahun.dengan jumlah penduduk yang cukup banyak Indonesia memiliki angkatan kerja yang banyak pula tetapi jumlah angkatan kerja yang banyak itu tidak sebanding dengan jumlah kesempatan kerja yang ada. Selain jumlah lapangan kerja yang sedikit factor sumber daya manusianya pun tidak mempunyai kemampuan atau skill untuk bersaing dengan para tenaga kerja yang lain.adapun factor factor yang mempengaruhi tingkat pengangguran .secara umum factor factor terjadinya penganguran yaitu :


a. Rendahnya tingkat pendidikan
b. Rendahnya ketrampilan dan pengalaman yang dimiliki
c. Tidak sebandingnya antara kerja dengan lahan pekerjaan
d. Faktor-faktor lain (misalnya pilih-pilih pekerjaan).

Dengan tingginya tingkat pengangguran pasti menimbulkan bermacam macam permasalahan bagi Negara tersebut.dampak dampak yang ditimbulkan dari masalah pengangguran antara lainnya yaitu :
·         Pengangguran menyebabkan masyarakat tidak memaksimumkan tingkat kemakmuran
yang mungkin dicapainya. Pengangguran menyebabkan pendapatan nasional yang sebenarnya dicapai adalah lebih rendah dari pendapatan nasional potensial. Keadaan
ini berarti tingkat kemakmuran masyarakat yang dicapai adalah lebih rendah dari
tingkat yang mungkin dicapainya.
·         Pengangguran menyebabkan pendapatan pajak pemerintah berkurang.
Pengangguran diakibatkan oleh tingkat kegiatan ekonomi yang rendah dan dalam
kegiatan ekonomi yang rendah pendapatan pajak pemerintah semakin sedikit. Dengan
demikian pengangguran yang tinggi mengurangi kemampuan pemerintah menjalankan kegiatan pembangunan.
·         Pengangguran tidak menggalakkan pertumbuhan ekonomi
Pengangguran menimbulkan dua akibat buruk kepada kegiatan sektor swasta. Yang
pertama, pengangguran tenaga buruh diikuti pula oleh kelebihan kapasitas mesinmesin perusahaan. Keadaan ini tidak menggalakkan mereka melakukan investasi di masa datang. Kedua pengangguran yang diakibatkan kelesuan kegiatan perusahaan menyebabkan keuntungan berkurang. Keuntungan yang rendah mengurangi keinginan untuk melakukan investasi. Kedua hal tersebut di atas tidak menggalakkan pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Kita sudah mengetahui bahwa pengangguran dapat menhambat proses pembangunan nasional maka dari itu perlu ada solusi atau strategi yang harus dibuat untuk mengatsi atau mengurahi tingginya tingkat pengangguran yang ada saat ini.sejauh ini pemerintah sudah membuat beberapa program untuk mengatasi pengangguran yaitu :

Ø  Mendorong dan membuka kesempatan bagi pihak asing untuk menanamkan modalnya ke Indonesia.
Ø  Meningkatkan kualitas tenaga kerja
Ø  Peningkatan kualitas program KB dan Transmigrasi
Ø  Program program lain seperti program padat karya dan pemberdayaan rakyat desa

Permasalahan pengangguran ini menimbulkan suatu permasalan baru yaitu permasalahan kemiskinan,dikarenakan tidak memiliki pekerjaan masyarakat tidak dapat memenuhi kebutuhan kebutuhan hidupnya sehari hari. Menurut Sumitro Djojohadikusumo (1995) pola kemiskinan ada empat yaitu, Pertama adalah persistent poverty, yaitu kemiskinan yang telah kronis atau turun temurun. Pola kedua adalah cyclical poverty, yaitu kemiskinan yang mengikuti pola siklus ekonomi secara keseluruhan. Pola ketiga adalah seasonal poverty, yaitu kemiskinan musiman seperti dijumpai pada kasus nelayan dan petani tanaman pangan. Pola keempat adalah accidental poverty, yaitu kemiskinan karena terjadinya bencana alam atau dampak dari suatu kebijakan tertentu yang menyebabkan menurunnya tingkat kesejahteraan suatu masyarakat.

ada beberapa sebab seseorang menjadi miskin pertama itu masyarakat tidaak memiliki sumber daya yang cukup seperti modal,peralatan dan keterampilan sehingga masyarakat sulit untuk mengembangkan usahanya,yang kedua tingkat pendidikan yang rendah kurangnya ilmu pengetahuan yang dimiliki sehingga wawasan masyarakat itu kurang terbuka,ketiga factor fasilitas kebanyakan penduduk miskin terjadi di wilayah wilayah terpencil karna kurangnya perhatian dari pemerintah dari segi infrastruktur atau fasilitas fasilitas pendukung sehingga masyrakat sulit untuk mengebangkan usahanya.
Sumber modal merupakan factor yang sangat berpengaruh bagi meningkatnya jumlah kemiskinan,karna masyarakat tidak memiliki modal untuk memenuhi kebutuhan sehari hari atau untuk membuat suatu usah untuk mebiayai kebutuhannya.hal ini terjadi dikarenakan factor tingginya jumlah pengangguran yang ada.
Factor yang kedua adalah rendahnya tingkat pendidikan masyrakat sehingga masyrakat tidak memiliki wawasan atau pengatahuan untuk menjalakna kehidupan.faktor ini juga membuat tingginya tingkat pengangguran,karna rendahnya pendidikan masyarakat tidak memiliki keahlian untuk mendapatkan pekerjaan.faktor yang lain yaitu kurangnya sarana prasarana untuk menunjang kehidupan masyarakat terutama masyarakat yang tinggal dipedalaman.untuk mengatasi permasalahan kemiskinan pemerintah sudah melakukan usaha usaha diantaranya yaitu :

·         Mengurangi tingkat pengangguran dengan cara membuka lapangang pekerjaan atau membuat suatu program pendidikan,pelatihan kepada masyrakat agar masyarakat memiliki keahlian
·         Membuat program padat karya



Dari berbagi permasalah  tersebut mucul lagi permasalahan yaitu terjadinya inflasi. Menurut teori kuantitas, inflasi disebabkan oleh jumlah uang beredar melebihi kebutuhan dan adanya ekspektasi atau perkiraan masyarakat mengenai kecendrungan kenaikan harga-harga pada masa yang akan datang.menurut teori tersebut ada tiga factor yang bisa dikatakan inflasi kenaikan harga,bersifat umum dan berlangsung terus menerus.jadi suatu Negara bisa dikatakan sedang inflasi jika mengalami suatu kenaikan harga yang bersifat umum dan berlangsung secara terus menerus atau dalam jangka waktu yang panjang.
Suatu Negara pasti pernah mengalami inflasi,dan apa penyebab terjadinya inflasi.di Indonesia ada beberapa factor yang menyebabkan terjadinya inflasi yaitu :
·         Jumlah uang beredar
·         Defisit Anggaran Belanja Pemerintah
·         Faktor-faktor dalam Penawaran Agregat dan Luar Negeri

Cara pengendalian inflasi di Indonesia :

·         Meningkatkan Supply  Bahan Pangan
·         Mengurangi Defisit APBN
·         Meningkatkan Cadangan Devisa
·         Memperbaiki dan Meningkatkan Kemampuan Sisi Penawaran Agregat



IV. KESIMPULAN

Pembangunan merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan, berdasarkan kemampuan nasional dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperhatikan tantangan perkembangan global. Setiap Negara menginginkan pemanguana yang baik untuk negaranya agar menjadi Negara yang maju.tetapi untuk membangun sebuah Negara tidak mudah pasti ada permasalahan permaslahan yang dihadapi oleh pemerintah.pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu factor untuk pembanguanan nasional karna jika pertumbuhan ekonomi rendah akan menghambat pembangunan.penyebab terjadinya rendahnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia itu rendah menurut teori pertumbuhan klasik ada empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu : jumlah penduduk, jumlah stok barang-barang modal, luas tanah dan kekayaan alam, serta tingkat teknologi yang digunakan.selain factor tersebut factor tingginya jumlah pengagguran juga menyebabkan rendahnya pertumbuhan ekonomi di suatu Negara.faktor yang menyebakan banyaknya jumlah pengangguran di Indonesia yaitu :
a. Rendahnya tingkat pendidikan
b. Rendahnya ketrampilan dan pengalaman yang dimiliki
c. Tidak sebandingnya antara kerja dengan lahan pekerjaan
d. Faktor-faktor lain (misalnya pilih-pilih pekerjaan).

Ketika jumlah pengaguran yang tinggi menyebkan suatu permasalahan baru yaitu permasalahan kemiskinan.kemiskinan terjadi karna masyrakat tidak mampu untuk membiayai kebutuhan hidup.penyebab terjadinya kemiskinan adalah pertama itu masyarakat tidaak memiliki sumber daya yang cukup seperti modal,peralatan dan keterampilan sehingga masyarakat sulit untuk mengembangkan usahanya,yang kedua tingkat pendidikan yang rendah kurangnya ilmu pengetahuan yang dimiliki sehingga wawasan masyarakat itu kurang terbuka,ketiga factor fasilitas kebanyakan penduduk miskin terjadi di wilayah wilayah terpencil karna kurangnya perhatian dari pemerintah dari segi infrastruktur atau fasilitas fasilitas pendukung sehingga masyrakat sulit untuk mengebangkan usahanya.jadi dari permasalahan yang satu menimbulkan permaslahan yang baru sehingga pemerintah terhambat untuk melakukan suatu pembangunan.

V. DAFTAR PUSTAKA

§  Atmadja s adwin, 1999, inflasi di Indonesia : sumber-simber penyebab dan pengendaliannya , vol 1 no 1.

§  Endri, 2008, analisis factor factor yang mempengaruhi inflasi di Indonesia, vol 13 no 1.

§  Ernita Dewi ,Syamsul Amar,Efrizal Syofyan, 2013 , analisis pertumbuhan ekonomi,investasi dan konsumsi di Indonesia , vol 1 no 2.

§  Manik tumpal, 2013, analisis pengaruh kemakmuran,ukuran pemerintah daerah,inflasi,intergovernmental revenue dan kemiskinan terhadap pemabangunan manusia dan pertumbuhan ekonomi, vol 9.

§  Jonaidi arius, 2012, analisis pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan di Indonesia, vol 1 no 1.

§  Ridho M. Faruk Rosya , 2010, pengangguran dan pembanguan perkotaan (studi kasus : kota Palembang )

§  Siregar hermanto & dwi wahyuniarti, dampak pertumbuhan ekonomi terhadap penurunan jumlah penduduk miskin

§  Sugianto ,asmi solo , 2006 , implikasi pengangguran terhadap pembangunan nasional serta strategi pemecahannya, vol 2 no 2.

§  Suliswanto muhamad sri wahyuni, 2010, pengaruh produk domestic brotu dan indeks pembangunan manusia terhadap angka kemiskinan di Indonesia , vol 8 no 2.

§  Yacoub yarlina, 2012, pengaruh tingkat pengangguran terhadap tingkat kemiskinan kabupaten/kota di provinsi Kalimantan barat, vol 8.

§  Yudisthira I made & I gede sujana budhiasa, 2013, analisis pengaruh konsumsi,investasi, dan inflasi terhadap produk domestic brotu di Indonesia tahun 2000-2012, vol 2 no 11.

§  Waluyu bagja, peningkatan sumber daya manusia berbasis masyarakat untuk mengatasi masalah pengangguran

§  Widodo adi , waridin & Johanna maria k, 2011 , analisis pengaruh pengeluaran pemerintah di sector pendidikan dan kesehatan terhadap pengetasan kemiskinan melalui peningkatan pembangunan di provinsi jawa tengah, vol 1 no 1.

§