Selasa, 29 April 2014

PENGARUH INVESTASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI


Pendahuluan
·        Latar belakang
Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu factor yang sangat penting di semua Negara,sebuah Negara dikatakan maju jika pendapatan nasionalnya diatas rata-rata,dengan kata lain pertumbuhan ekonominya berjalan dengan baik.pertumbuhan ekonomi suatu Negara dapat dipengaruhi oleh banyak factor,salah satunya yaitu investasi.menurut Sunariyah (2003, 4) investasi adalah penanaman modal untuk salah satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu yang panjang dengan harapan mendapatkan keuntungan dimasa yang akan datang. Menurut Senduk (2004:24) bahwa produk-produk investasi yang tersedia di pasaran antara lain Tabungan, Deposito, Reksadana, Obligasi, saham, emas dan property.sesuai dengan penegertiannya investasi merupakan penanaman modal jadi adanya bantuan dana dari pihak luar kepada sebuah perusahaan untuk membiayai kegiatan dari perusahaan tersebut.dengan adanya tambahan dana sebuah perusahaan akan meningkatkan produktivitas sehingga akan memperoleh keuntungan yang lebih besar.secara tidak langsung semua akan berdampak kepada pendapatan Negara.sebagai Negara yang sedang berkembang Indonesia sangat membutuhkan investasi untuk menjalankan pembanguan nasional,perkembangan investasi di Indonesia termasuk baik karna Pada tahun 2007, total investasi di Indonesia mencapai Rp 983,9 trilyun. jumlah ini hampir tujuh belas kali lipat dibandingkan investasi pada tahun 1990 yang sebesar Rp 58,9 trilyun.Investasi tersebut dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat/swasta. Meskipun demikian, peranan investasi pemerintah relatif kecil. Dari total investasi pada tahun 2007, hanya 12,75 persen (Rp 125,4 trilyun) yang merupakan investasi pemerintah, sedangkan sebagian besar lainnya (87,25 persen atau Rp 858,5 trilyun) merupakan investasi masyarakat.jadi peranan investasi sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan sebuah Negara.
·         Tujuan penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui seberapa penting sebuah investasi dalam mendorong atau  mempengarui pertumbuhan ekonomi sebuah Negara terutama dinegara berkembang seperti Indonesia.dan juga mengetahui perkembangan investasi di Indonesia.

Tinjauan literature

PENGARUH INVESTASI DAN TENAGA KERJA TERHADAP
PRODUKSI BATUBARA DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
DI KUTAI KARTANEGARA

Pertumbuhan ekonomi merupakan perkembangan kegiatan perekonomian yang menyebabkan meningkatnya jumlah barang atau jasa,untuk meningkatkan jumlah produksi diperlukan modal yang cukup.dengan adanya investasi sebuah perusahaan akan lebih mudah mengembangkan tingkat produksinya.untuk menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya ada beberapa factor yang harus dipenuhi. Salah satu upaya pemerintah untuk menggali dana dari masyarakat dalam maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya di Indonesia dengan membuat undang-undang Nomor 1 Tahun 1967, juncto UU Nomor 11 Tahun 1970 mengenai Penanaman Modal Asing dan UU Nomor 6 Tahun 1968 juncto UU Nomor 12 Tahun 1970 mengenai Penanaman Modal Dalam Negeri.  Pada dasarnya berbagai Undang-undang tersebut di atas diterbitkan dengan  tujuan agar usaha di Indonesia semakin terbuka luas bagi semua pihak dan prosedur penanaman modal menjadi semakin sederhana sehingga dapat menarik minat para calon investor baik dalam  Penanaman Modal Dalam Negeri  maupun Penanaman Modal Asing.

pemerintah kabupaten kutai kartanegara merupakan salah satu daerah di Indonesia yang sangat pontesial menarik minat investor untuk menginvestasikan modalnya.karna daerah kutai kartanegara memiliki potensi sumberdaya alam yang baik seperti dibidang pertambangan,pertanian,industry,parawisata dan jasa.semua itu merupakan daya tarik untuk para investor untuk menanamkan modalnya.kabupaten kutai kartanegara pada tahun 2009 ,ditetapakn sebagai kabupaten terbanyak terlealisasi investasinya diwilayai Kalimantan timur, dari total rencana investasi 2,3
triliun rupiah diberbagai sektor usaha sehingga akhir November 2009 rencana investasi tersebut berhasil terealisasi kurang lebih 1,4 triliun rupiah.batubara merupakan bahan energy alternative selain minyak bumi dan gas,karna batubara itu lebih murah dibandingkan minyak bumi dan juga lebih mudah didapatkan apalagi di Indonesia yang memiliki sumber daya batubara yang melimpah.batubara merupakan hasil dari sumber mineral yang sudah mengalami pembekuan beratus ratus tahun yang lalu. Data menunjukkan bahwa penggunaan batubara di Indonesia mencapai 14,1% dari total penggunaan energi lain pada tahun 2003. Diperkirakan penggunaan energi batubara ini akan terus meningkat hingga 34,6% pada tahun 2025 (Fatakh,2008). Pada tahun 2005 produksi batu bara di kutai kartanegara 10.718.848 ton dan pada tahun 2006 meningkat menjadi 11.920.348  ton dan pada tahun 2007 menurun menjadi 10.518.934 ton dan pada tahun 2008 meningkat menjadi 13.487.541 ton dan pada tahun 2009 meningkat lagi menjadi 20.883.783 ton  jadi kita bisa lihat produksi batubara disektor pertambangan batubara di kabupaten kutai kartanegara tiap tahunnya relatif naik turun tingkat produksinya.



















DETERMINAN INVESTASI DI DAERAH : STUDI KASUS PROVINSI DI INDONESIA



Seorang investor tidak sembarangan untuk menginvestasikan uangnya kepada sebuah perusahaan,seorang investor akan melalukan sebuah analisis tentang keadaan perusahaan yang akan dia tanamkan modalnya.seorang investor akan mencari informasi-informasi tentang perusahaan tersebut salah satunya tentang laporan keuangan perusahaan,dan kinerja kerja perusahaan untuk mengatahui mampukah perusahaan menggunakan uang yang di investasikan dengan baik.

Table 1 : Perkembangan Persetujuan Penanaman Modal 1997-2003
TAHUN
PMDN
PMA
proyek
Nilai (Rp.miliar)
proyek
Nilai (US $ juta)
1997
723
119.877,2
781
33.788,8
1998
327
57.973,6
1034
13.649,8
1999
237
53.540,7
1177
10.884,5
2000
392
93.897,1
1541
16.075,9
2001
264
58.816
1334
15.056,3
2002
188
25.230,5
1151
9.754,4
2003
181
48.484,8
1024
13.207,2
         Sumber : Departeman Perdagangan dan Perindustrian ,2003 www.dprin.co.id

Berdasarkan table diatas kita dapat melihat menurunnya tingkat investasi di Indonesia sejak tahun 1997-2003.
 Pasar modal Indonesia yang sekarang ini sedang membaik pasca krisis, yang dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bertumbuh pada level 4,5%-5,5% dan diperkirakan akan meningkat untuk tahun-tahun berikutnya. Selain itu dengan naiknya indeks BEI (Bursa Efek Indonesia) dan Pasar modal Indonesia dilihat dari IHSG penutupan tahun 2007 sebesar 52,1%, 2008 sebesar 51,17%, dan 2009 sebesar 68,06%, sehingga Indonesia dinilai akan menjadi salah satu pilihan investasi utama dunia pada tahun 2010 sehingga dana-dana invetasi asing akan mengalir di Indonesia.

Survei Komite Pelaksanaan Otonomi Daerah (2004) membuktikan,istitusi merupakan factor utama yang menentukan daya tarik suatu daerah bagi investasi.disusul factor infrastruktur fisik,kondisi ekonomi daerah,dan produktivitas tenaga kerja (warta ekonomi,2005). Studi JETRO (japan external trade organization) menyatakan bahwa iklim investasi Indonesia jauh lebih buruk dari pada China,Thailand,Vietnam dan Negara-negara ASEAN lainnya.faktor penyebabnya adalah masalah perburuhan (meningkatnya biaya buruh dan demontrasi buruh ) masalah pabean,tak ada insentif fiscal,dan kebijakan-kebijakan yang tidak pro bisnis (Kuncoro ,2004).dan menurut survey united nations conference on trade development,yang dituangkan dalam world investment report 2004 menetapkan Indonesian pada peringkat kedua paling bawah dari 140 negara dilihat dari kinerja indeks investasi.

Table 2 : PMA Yang Telah Disetujui Pemerintah Menurut Lokasi Berdasarkan Pulau 1990-2000
Tahun
Nilai investasi ( US $ juta )
Jawa
%
sumatera
%
kalimantan
%
sulawesi
%
Bali nusa tenggara
%
Maluku irian
%
1990
6533
66
1842
19
867,7
9
133,9
1
486
5
1.4
0
1991
7186,7
82
994
11
24
0
13
0
556
6
2.6
0
1992
600196
58
2452
24
441,2
4
91,4
1
52
5
815,3
8
1993
5729
70
2205
17
12,8
0
40,2
0
51
1
105,4
1
1994
21247,3
84
301
12
678
3
65
0
36
0
109,9
1
1995
27492
69
549
14
1649,3
4
2384,4
6
326
1
2596,4
6
1996
17908,4
60
4297
14
2873,6
10
2552,6
9
176
6
531,2
2
1997
20535
61
11163
33
1056,1
3
426,1
1
129
0
522,3
2
1998
10840,4
80
1415
10
722,7
5
192,7
1
365
3
25,9
0
1999
2635,9
24
7652
70
226,7
2
141,8
1
208
2
24,9
0
2000
10612,6
42
2998
12
136,8
1
69,2
0
115435
45
52,6
0
Rerata

63

22

4

2
6
7

2
Sumber : statistic Indonesia 1990-2000
Table 2 menjelaskan tentang prosentasi penanaman modal asing di Indonesia berdasarkan pulau,kalo kita lihat penanaman modal asing yang cukup besar terdapat di pulau Jawa sebesar 63%, Sumatera  sebesar 22 %, Kalimantan sebesar  4 %, Sulawesi sebesar 2 %, Bali Nusa Tenggara sebesar 7 %, dan Maluku Irian sebesar 2 %.jadi kita mengetahui bahwa pulau jawa memiliki potensi investor modal asing yang cukup baik.
Table 3 : Proyek PMA yang Disetujui Pemerintah Menurut Lokasi
Tahun
Nilai investasi (US $ Juta )
DKI
%
JABAR
%
JATENG
%
DIY
%
JATIM
%
1990
1631,4
25
3857,4
59
97
1
6.8
0
949,9
15
1991
4216,6
59
2376,2
33
130
2
37
1
426,4
6
1992
1131,4
19
4497,8
75
42
1
48,4
1
281,8
5
1993
1669,1
25
2508
38
50
1
56,3
1
2282,6
35
1994
1858
12
5207,2
34
183
12
0.2
0
6275,8
41
1996
4403,9
25
7760,1
43
3273
18
69
0
2401,7
13
1997
6136,1
30
7973,3
39
2195
11
14.3
0
4215,6
21
1998
1700,1
16
5504,1
51
3066
28
6
0
563,5
5
1999
783,8
30
1498,2
57
69
3
10.5
0
273,7
10
2000
3273,1
31
3137,5
30
3082
19
3.9
0
1115,7
11
Rerata

27

46

11

0

16
Sumber : statistic Indonesia 1990-2000
Table 3 menjelaskan tentang PMA berdasarkan lokasi yang ada di pulau jawa.bisa kita lihat prosentasi dari penanaman modal asing yang ada di pulau jawa.DKI sebesar 27 %, Jabar sebesar 46%, Jateng sebesar 11%, DIY sebesar 0 % dan Jatim sebesar 16%.bahwa jumlah penanaman modal asing di pulau jawa yang paling banyak di daerah Jawa Barat dengan 46% dan DKI Jakarta sebesar 27%.
Studi Kurniawan, 2002 menyatakan factor penentu utama pemilihan lokasi bagi investasi asing di pulau jawa adalah besarnya akses terhadap pasar dibandingkan aspek ketenagakerjaan, dan infrastruktur.










INVESTASI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI REGIONAL
(STUDI KASUS PADA 26 PROPINSI DI INDONESIA,
PRA DAN PASCA OTONOMI)


Dalam teori neo-klasik dikemukakan untuk membangun kinerja perekonomian
suatu negara maka dibutuhkan akumulasi kapital (Kuncoro, 2000). Negara berkembang lebih memerlukan investasi terutama asing karena pada umumnya tingkat tabungan domestic rendah (Sadli,2002). Kobrin (1977) berpendapat bahwa investasi khusus- nya investasi asing bisa dan memang berperan sebagai medium transfer kebutuhan akan sumber daya seperti teknologi, kemampuan manajerial, jalur ekspor dan modal dari negara-negara industri ke negaranegara berkembang, oleh karena itu, investasi akan meningkatkan produktivitas dan
terkait pula dengan pertumbuhan ekonomi. Peranan modal asing dalam pembangunan telah lama diperbincangkan oleh para ahli ekonomi pembangunan. Secara garis besar pemikiran mereka sebagai berikut
(Chenery dan Carter, 1973): Pertama, sumber dana eksternal (modal asing) dapat dimanfaatkan oleh negara sedang berkembang sebagai dasar untuk mempercepat investasi dan pertumbuhan ekonomi, kedua pertumbuhan ekonomi yang meningkat perlu  diikuti dengan dengan perubahan struktur produksi dan perdagangan. Ketiga, modal asing dapat berperan penting dalam mobilisasi dana maupun transformasi struktural. Keempat, kebutuhan akan modal asing menjadi menurun segera setelah perubahan struktural benar-benar terjadi (meskipun modal asing di masa selanjutnya lebih produktif).











ANALISIS PENGARUH KEBIJAKAN TAX HOLIDAY
TERHADAP PERKEMBANGAN
PENANAMAN MODAL ASING DI INDONESIA
(TAHUN 1970-1999)

Sanyoto Sastrowardoyo (1992) menyatakan, bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi investasi dapat dilihat dari dua faktor, yaitu factor dalam negeri dan faktor luar negeri. Faktor dalam negeri yang mempengaruhi besarnya investasi antara lain stabilitas politik dan ekonomi yang mantap, kebijakan deregulasi dan debirokrasi yang mengairahkan iklim investasi, fasilitas perpajakan yang diberikan, tersedianya sumber daya alam yang melimpah dan tersedianya upah sumberdaya manusia yang kompetitif (murah). Sedangkan faktor luar negeri yang mempengaruhi perkembangan investasi antara lain apresiasi nilai tukar negara investor berasal,
Berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman modal memberikan faedah bahwa Indonesia menerima kegiatan investasi dalam bentuk penanaman modal asing maupun dalam negeri. Dalam pertimbangan (konsiderans) huruf  c, bahwa untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional dan mewujudkan kedaulatan politik dan ekonomi Indonesia diperlukan peningkatan penanaman modal untuk pengelolaan potensi ekonomi menjadi kekuatan ekonomi riil dengan menggunakan modal yang berasal, dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Sebagian asas penanaman modal yang penting dalam menunjukkan kegiatan investasi yaitu pasal 3 huruf j  keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.













“ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PERTUMBUHAN EKONOMI SINGAPURA”

Untuk bisa meningkatkan pendapatan nasional Indonesia tidak ada salahnya kita belajar dari Negara tetangga kita yaitu singapura yang salah satu factor pendorong pembangunannya berasal dari dan investasi.

Seorang ahli ekonomi dan sebagai penasehat kebijakan ekonomi Presiden Amerika Serikat (USA) Bill Clinton dan juga sebagai President of The Economic Association yang mengatakan dalam bukunya dengan judul “ The Misunderstood Economy”, Jika Investasi Asing terlalu besar masuk ke negara berkembang seperti Indonesia akan mengakibatkan naiknya hutang baru dimana Indonesia sampai sekarang mempunyai banyak pinjaman
terhadap negara lain. Eisner juga mengatakan bahwa investasi asing tidak selalu baik dalam membangun perekonomian negara karena jika investasi asing terlalu besar dan tidak didukung dengan Ekspor yang kuat maka perolehan pendapatan negara yang berasal dari Investasi Asing mengalami keuntungan yang sedikit.

Menurut  Model Pertumbuhan Ekonomi Harrod – Domar yang didasarkan pengalaman negara maju bahwa investasi memberikan peranan kunci kepada investasi di dalam proses pertumbuhan ekonomi,dimana investasi memiliki fungsi ganda, pertama ia dapat menciptakan pendapatan, dan kedua investasi dapat memperbesar kapasitas produksi perekonomian dengan meningkatkan stok modal.
Menurut Baldin and Meier : Dalam Rangka meningkatkan Investasi dibutuhkan sumbersumber Pendanaan seperti Menaikkan Tingkat Tabungan Menaikkan Tarif Pajak, Menjual Obligasi Negara Meningkatkan Ekspor dengan cara memperbaiki nilai tukar.

Salah satu kebijakan pemerintah singapura dalam mendukung investasi adalah dengan memberikan kemudahan-kemudah bagi para investor untuk mendirikan sebuah perusahaan,di  singapura para investor hanya membutuhkan waktu 24 jam dan dua prosedur tetap tanpa berbelit-belit bagi para investor untuk mendirikan sebuah perusahaan,beda dengan Indonesia para investor membutuhkan waktu 3 sampai 6 bulan dan 9 prosedur bagi para investor untuk mendirikan sebuah perusahaan di Indonesia. Contohnya Kebijakan Pemerintah singapura dalam pengenaan Pajak Investasi yang merupakan sumber pendapatan negara untuk mencapai tujuan ekonomi. Pada masa resesi Pemerintah melakukan perubahan kebijakan anggaran terutama diupayakan untuk memicu Investasi sehingga menguntungkan bagi investor.Ini dapat dilihat dari bentuk insentif program Investasi luar negeri yang dikelola oleh Badan Pembangunan Ekonomi (Economic Development Board) yaitu adanya penghapusan pajak untuk menghindari kerugian pada investasi dari luar negeri yang telah disetujui Pemerintah Singapura, Pada Sektor Properti seperti potongan pajak 50% pada usaha property yang berlaku untuk melawan keterpurukan perekonomian.




























PENGARUH PENGELUARAN KONSUMSI DAN INVESTASI PEMERINTAH
TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA

Pertumbuhan ekonomi pada dasarnya diartikan sebagai suatu proses dimana PDB riil atau pendapatan riil per kapita meningkat secara terus menerus melalui kenaikan produktivitas per kapita (Salvatore:1977). Menurut teori pertumbuhan ekonomi neo-klasik, dengan mengasumsikan luas lahan tetap, maka yang mempengaruhi pertumbuhan adalah peningkatan pada penawaran tenaga kerja, peningkatan pada capital stock dan peningkatan pada produktivitas.
Yang terpenting dari produktivitas adalah dengan adanya kemajuan teknologi, yang mempengaruhinya dengan 2 cara. Pertama adalah kemajuan pada pengetahuan yang disebut inventions dan kedua adalah penggunaan dari pengetahuan itu sendiri yang menyebabkan produksi yang lebih efisien yang disebut inovasi.(Burdadan Wyplosz, 2001) .






















PENGARUH INVESTASI, TENAGA KERJA DAN PENGELUARAN
PEMERINTAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROPINSI
JAWA TIMUR


Menurut Todaro (2000) ada tiga komponen dasar atau nilai inti yang harus dijadikan basis konsepsual dan pedoman praktis untuk memahami pembangunan yang paling hakiki, yaitu: (1). Makanan (sustenance), artinya segala sesuatunya yang tidak hanya digunakan untuk mengganjal perut, tetapi juga mewakili semua hal yang merupakan kebutuhan dasar manusia secara  fisik, (2). Jati diri (self-esteem), artinya adanya dorongan dari diri sendiri untuk maju, untuk menghargai diri sendiri, untuk merasa pantas dan layak untuk melakukan atau mengejar sesuatu, dan lain-lain. (3). Kebebasan (freedom), artinya kemampuan untuk berdiri tegak sehingga tidak diperbudak oleh pengejaran aspek-aspek materiil dalam kehidupan ini.
Salah satu indikator penting untuk menganalisis pembangunan ekonomi yang terjadi di suatu negara adalah pertumbuhan ekonomi, yang diukur dari perbedaan produk domestic bruto tahun tertentu dengan tahun sebelumnya (Setiawan dan Handoko, 2005).
Pada dasarnya keberhasilan sebuah pembangunan nasional dilandasi atas seberapa berhasilkan pemerintah membangun sebuah daerah yang ada di Negara tersebut.jika suatu daerah sudah berkembang dan maju maka pendapatan didaerah tersebut pun pasti baik dan jumlah pangangguran yang ada didaerah tersebut tidak terlalu banyak.ketika permasalahan perekonomian dan pengangguran di suatu daerah sudah dapat teratasi secara tidak langsung itu akan berdampak kepada pembangunan secara nasional. Ada enam ciri proses pertumbuhan ekonomi seperti yang dikemukakan Kuznets (dalam  Todaro, 2000), yaitu: (1). Tingkat pertumbuhan output per kapita dan pertambahan  penduduk yang tinggi. (2). Tingkat kenaikan total produktivitas faktor yang tinggi, khususnya produktivitas tenaga kerja. (3). Tingkat transformasi struktural ekonomi yang tinggi. (4). Tingkat transformasi sosial dan ideologi yang tinggi. (5). Adanya kecenderungan negara-negara yang mulai atau yang sudah maju perekonomiannya untuk berusaha menambah bagian-bagian dunia lainnya sebagai daerah pemasaran dan sumber bahan baku. (6). Terbatasnya penyebaran pertumbuhan ekonomi yang hanya mencapai sepertiga bagian penduduk dunia.

Todaro (2000) mengemukakan bahwa persyaratan umum pembangunan ekonomi ada 3 (tiga) yaitu: a) Akumulasi modal, termasuk akumulasi modal baru dalam bentuk tanah, peralatan fisik dan sumber daya manusia, b) perkembangan penduduk yang dibarengi dengan pertumbuhan tenaga kerja dan keahliannya, c) kemajuan tehnologi. Menurut Sukirno (2005) kegiatan investasi memungkinkan suatu masyarakat terus menerus meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan nasional dan meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat.

Jumlah investasi  baik berupa Penanaman Modal Asing maupun Penanaman Modal
Dalam Negeri yang masuk ke Propinsi Jawa Timur selama tahun 2003 sampai dengan
tahun 2010.

Data Jumlah Investasi (PMA dan PMDN)
di Jawa Timur (2003 – 2010)
(dalam 000.000 Rp.)

Tahun              PMA (US$)     Perkembangan (%)    PMDN (Rp)     Perkembangan (%)

2003                456.659           320,14                                     1.553.224        90,94
2004                357.770           -21,65                          4.055.266        161,09
2005                554.334           54,94                           5.516.851        36,04
2006                1.467.546        164,74                                     167.449.029    2960,19
2007                855.227           -41,72                          16.705.091      -90,02
2008                2.585.906        202,36                                     19.912.810      19,20
2009                1.561.787        -39,60                          25.405.226      27,58
2010                2.052.716        31,43                           41.009.463      61,42

Sumber: Propinsi Jawa Timur Dalam angka 2008, 2010


Table diatas merupakan data jumlah investasi asing maupun dalam negeri di jawa timur dalam periode tahun 2003 sampai dengan tahun 2010.jika kita melihat table diatas kita bisa mengetahui jumlah investasi asing dan dalam negeri di jawa timur pada periode 2003 sampai 2010 mengalami turun naik.
Pada penanaman modal asing pada tahun 2003 sebesar US$ 456.659 pada tahun 2004 mengalami penurunan menjadi US$ 357.770 mungkin salah satu penyebab turunnya investasi asing di jawa timur karna pada waktu itu Indonesia sedang mengadakan pemilihan presiden jadi keadaan Indonesia sedang panas.pada tahun 2005 mengalami peningkatan kembali sebesar US$ 554.334 pada tahun 2006 mengalami peningkatan yang cukup tinggi dua kali lipat dari tahun 2005 yaitu sebesar US$ 1.467.546 dan pada tahun 2007 mengalami penurunan lagi menjadi US$ 855.227 pada tahun 2008 mengalami peningkatan yang cukup siknipikan sebesar US$ 2.585.906 dan pada tahun 2009 mengalami penurunan lagi sebesar US$ 1.561.787 dan pada tahun 2010 kembali meningkat menjadi US$ 2.05.716.

Sedangkan penanaman modal dalam negeri di jawa timur pada tahun 2003 sampai 2010 adalah,pada tahun 2003 sebesar 1.553.224 pada tahun 2004 mengalami peningkatan sebesar 4.055.266 dan pada tahun 2005 mengalami peningkatan kembali sebesar 5.516.851 pada tahun 2006 mengalami peningkatan yang sangat besar dari tahun sebelumnya sebesar 167.449.029 pada tahun 2007 sebaliknya mengalami penurunan yang cukup drastic sebesar  16.705.091 pada tahun 2008 mengalami peningkatan kembali sebesar 19.912.810 dan pada tahun 2009 mengalami peningkatan sebesar 25.405.226 dan pada 2010 kembali meningkat sebesar 41.009.463.

Penanaman modal asing ataupun penanaman modal dalam negeri sangat mempengaruhi tingkat pengangguran disuatu daerah atau Negara.jika tingkat inestasi disuatu daerah tinggi itu akan mendorong tingkat produksi menjadi naik,ketika produksi naik maka dibutuhkan para pekerja hal ini secara tidak langsung menyebabkan berkurangnya jumlah pengangguran di suatu daerah.peristiwa ini akan berdampak langsung ke pembangunan nasional,karna pendapatan suatu daerah tersebut meningkat dan jumlah pengangguran berkurang.namun sebaliknya jika jumlah investasi disuatu daerah sedikit akan menyebabkan jumlah pengangguran bertamabah.jadi jika investasi meningkat akan mengurangi pengangguran tetapi jika inestasi menurun akan menambah jumlah pengangguran.
















PENGARUH INVESTASI DAN TENAGA KERJA TERHADAP
PERTUMBUHAN EKONOMI SERTA HUBUNGANNYA
TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI INDONESIA

Teori Pertumbuhan Ekonomi Neo Klasik menyatakan pertumbuhan ekonomi bergantung pada perkembangan faktorfaktor produksi yaitu ; modal, tenaga kerja dan teknologi (Sukirno, 1994).
Investasi memiliki dua sumber yaitu sumber dalam negeri dan sumber modal asing,sumber dalam negeri berasal dari pemerintah melalui berbagai kebijakan kebijakan sedangkan modal asing berasal dari pihak luar negeri atau swasta.pertumbuhan suatu Negara dipengaruhi oleh banyak sumber salah satunya investasi dan tenaga kerja.jika suatu suatu perusahaan tidak memiliki modal untuk menjalankan perusahaan itu akan megurangi jumlah produksi ketika jumlah produksi berkurang maka jumlah tenaga kerja yang diperlukan pun sedikit,ketika jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sedikit sedangkan jumlah tenaga kerja yang ada cukup banyak itu akan berdampak kepada jumlah pengangguran bertambah,kita sudah mengetahui pasti ketika jumlah pengangguran bertambah itu akan memunculkan permasalahan yang baru yaitu kemiskinan ketika suatu Negara jumlah kemiskinannya besar sudah dapat dipastikan bahwa Negara tersebut pertumbuhan ekonominya sangat kecil.

Saptomo (2008) menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tergantung pada pertumbuhan penyediaan faktor-faktor produksi yang berupa penduduk, tenaga kerja, dan akumulasi modal (Investasi).
Untuk membuat pertumbuhan yang baik harus memiliki jumlah penduduk yang tidak terlalu banyak,karna jika jumlah penduduk suatu Negara terlalu banyak sedangkan lapangan pekerjaan yang ada sedikit itu malah akan membuat suatu permasalah yang baru.selanjutnya tenaga kerja,ada tenaga kerja terlatih tenaga kerja terdidik.semua orang pasti bisa menjadi tenaga kerja tetapi tidak semua tenaga kerja memiliki keahlian pada dirinya.setiap tenga kerja harus memiliki keahlian pada bidang pekerjaan agar memudahkan untuk menjalankan tugasnya maka dari itu pemerintah juga harus menyediakan tempat untuk para tenaga kerja untuk menambah ilmu agar mereka semua menjadi tenaga kerja yang memiliki keahlian atau keterampilan sehingga mereka menjadi sumber daya manusia yang bermanfaat.dan factor terakhir adalah factor yang sangat penting dalam pembangunan nasional yaitu akumulasi modal (investasi) dalam sebuah perusahaan atau Negara pasti membutuhkan modal untuk menjalankan semua kegiatan kegiatannya.sebuah perusahaan membutukan modal untuk menjalankan kegiatan produksinya dan sebuah Negara membutuhkan modal untuk pertumbuhan pembangunan Negara tersebut.ketika suatu Negara memiliki modal yang cukup itu akan memudahkan Negara tersebut untuk membangun Negara tersebut apalagi ketika semua factor diatas berjalan dengan seimbang itu akan lebih baik lagi.
Menurut Sukirno (2000) kegiatan investasi yang dilakukan oleh masyarakat secara terus menerus akan meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan nasional danmeningkatkan taraf kemakmuran masyarakat.

Lewis mengemukakan teorinya  mengenai ketenagakerjaan, yaitu; kelebihan pekerja merupakan kesempatan dan bukan masalah. Kelebihan pekerja satu sektor akan memberikan andil terhadap pertumbuhan output dan penyediaan pekerja di sector lain.

Menurut  Sen  (1985) dalam Hajiji  (2010) kemiskinan  adalah  kegagalan  untuk  berfungsinya beberapa  kapabilitas  dasar atau  dengan perkataan  lain  seseorang  dikatakan miskin jika  kesempatan  untuk  mencapai/mendapatkan  kapabilitas  dasar  ini. Sen  menyatakan  bahwa  kemiskinan  jangan  dianggap  hanya  sebagai pendapatan  rendah  (low income), tetapi  harus  dianggap  sebagai  ketidakmampuankapabilitas (capability handicap).
Jadi investasi itu sangat dibutukan ketika investasi itu tinggi atau meningkat akan berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja.jika kesempatan kerja itu banyak tentu akan mengurangi jumlah pengangguran yang ada dan itu akan berdampakan kepada pendapatan nasional suatu Negara.jumlah penduduk yang begitu banyak di Indonesia itu merupakan kesempatan bukan masalah jika diolah dengan baik atau jumlah penduduk itu memiliki kemampuan yang cukup baik ketika tenaga kerja memiliki kemampuan yang baik itu akan memudahkan mereka untuk mendapatkan pekerjaan dan itu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.semua Negara pasti memiliki permasalahan tentang kemiskinan tetapi tingkat atau jumlah kemiskinan disetiap Negara berbeda-beda kemiskinan di Indonesia yang cukup banyak itu akan membuat tidak berjalannya pembanguan disuatu Negara tersebut.jadi semua factor saling berkaitan antara satu sama lainnya.






GOOD GOVERNANCE DAYA SAING DAN INVESTASI GLOBAL

Permasalahn investasi dinegara berkembang memang permasalahan yang sedikit penting,kelemahan investasi di Negara berkembang adalah kecilnya tabungan domestic.untuk melakukan pembanguan nasional pasti membutuhkan modal yang besar.suatu Negara bisa meminjam modal kepada Negara asing untuk membiayai pembanguan nasional,terutama di bidang infrastruktur.

Laporan dari JETRO (japan external trade organizations) april 2002 menyatakan bahwa investasi japan ke Indonesia selama empat tahun terakhir merosot hingga 87% dari US $ 5,4 miliar di tahun 1997 menjadi US $ 0,7 miliar di tahun 2001.menurut  hiruyuki presiden direktur JETRO manyatakan factor menurunnya investasi japan di Indonesia karna waktu itu japan sedang mengalami krisis ekonomi japan,namun ada beberapa factor internal Indonesia yang menyebabkan menurunnya investasi japan di Indonesia yaitu  ketidak amanan,ketidak pastian berusaha dan tidak tersedianya industry pendukung.faktor tersebut sangat merugikan Indonesia.ketidak amanan Negara menyebabkan berkurangnya investasi asing di Indonesia,karna seorang investor pasti melihat lihat keadaan sebuah Negara jika ingin menanamkan modal di Negara tersebut,mungkin salah satu factor ketidak amanan di Indonesia pada waktu itu karna Negara Indonesia sedang diteror  oleh para teroris sehingga membuat para investor berfikir dua kali untuk menanamkan modalnya di Indonesia.faktor kedua ketidak pastian berusaha mungkin para investor japan melihat ketidak pastian modal yang ditanamkan untuk kegiatan apa,sehingga para investor tidak memiliki gambaran tentang keuntungan yang akan diperoleh dimasa yang akan datang jika menamkan modalnya.dan factor yang ketiga tidak tersedianya industry pendukung juga membuat para investor enggan untuk menanamkan modalnya di Indonesia,karna kurangnya teknologi pendukung yang ada di Indonesia.








DAYA TARIK INVESTASI DAN PUNGLI DI DIY

Persaingan yang semakin meningkat memaksa pemerintah harus bekerja lebih keras lagi untuk menarik para investor asing untuk menanamkan modalnya di daerahnya.keberhasilan suatu daerah menarik para investor untuk menanamkan modalnya dapat dilihat dari kebijakan-kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan investasi.
Menurut KPPOD faktor-faktor yang menentukan daya tarik suatu daerah terhadap investasi daerah adalah factor Kelembagaan, Sosial Politik, Ekonomi Daerah, Tenaga Kerja dan Infrastruktur Fisik. Pada tahun 2002 dan 2003 KPPOD melakukan penelitian terhadap 134-200 Kabupaten/Kota di Indonesia untuk mengetahui bobot masing-masing faktor tersebut.

Tabel 1.
Peringkat Daya Saing Negara Menurut World Competitiveness Report
Tahun 1999-2003 dengan Sampel Sebanyak 59 Negara

Negara                        1999    2000    2001    2002    2003

USA                            1          1          1          1          1
Australia                      3          3          3          3          2
Singapura                    2          2          3          6         2
Malaysia                      9          9          10        6         4
Jepang                         10        10        9          6          4
Filipina                        12        17        18        18        22
Thailand                      16        13        14        13        10
Indonesia                    25        24        24        25        28

Sumber: IMD, “World Competitiveness Yearbook”
             http//www02.imd.ch, Diakses tanggal 11 Desember 2004

table 1 menjelaskan tentang peringkat daya saing antar Negara menurut world competitiveness report pada tahun 1999 sampai tahun 2003.kita dapat melihat daya saing yang sangat dominan di raih oleh USA dengan selalu memuncaki peringkat pertama,sangat perbanding terbalik dengan Indonesia dengan peringkat paling baik menjadi peringkat dua empat.dan Indonesia pun kalah dengan Negara tetangga seperti malyasia,singapura,Filipina,dan Thailand yang memiliki peringkat diats Indonesia.





Survei yang dilakukan oleh KPPOD (2002) menunjukkan bahwa institusi merupakan faktor utama yang menentukan daya tarik investasi di suatu daerah, diikuti oleh kondisi sosial politik, infrastruktur fisik, kondisi ekonomi daerah dan produktifitas tenaga kerja. Dalam keadaan normal, potensi ekonomi merupakan faktor utama pertimbanganinvestasi.


Tabel 2.
Bobot Faktor Pemeringkat Daya Tarik Investasi Kabupaten/Kota di Indonesia
Menurut Penelitian KPPOD Tahun 2002-2003

Faktor                          2002     2003

Kelembagaan                31%      31%
Sosial Politik                 26%      26%
Ekonomi Daerah            17%      17%
Tenaga Kerja                 13%      13%
Infrastruktur Fisik           13%      13%

Sumber: KPPOD (2002,2003)

Table kedua menjelaskan factor pemeringkat daya tarik investasi kabupaten/kota di Indonesia pada tahun 2002-2003.faktor nya yaitu kelembagaan 31%, social politik 26%, ekonomi daerah 17%, tenaga kerja 13%, dan infrastruktur fisik 13%. Semua factor tersebut sangat mempengaruhi tingkat investasi di suatu daerah.
Alasan utama mengapa investor masih kawatir untuk melakukan bisnis di Indonesia adalah ketidakstabilan ekonomi makro, ketidakpastian kebijakan, korupsi (oleh pemda maupun pemerintah pusat), perijinan usaha, dan regulasi pasar tenaga kerja (World Bank, 2004).

Peringkat Daya Tarik Investasi Kabupaten/Kota di Indonesia
Menurut Penelitian KPPOD Tahun 2002, 2003

Daerah                       Peringkat th 2002 dari 134               Peringkat th 2003 dari 44
Kab/Kota di Indonesia                     Kota di Indonesia

Kota Semarang                       1                                              10
Kota Pekalongan                     19                                            43
Kota Denpasar                        26                                            21
Kota Kupang                          32                                            31
Kota Yogyakarta                    33                                            25

Sumber: KPPOD (2002, 2003)
 
Table diatas menjelaskan tentang daya tarik investasi kabupaten/kota di Indonesia tahun  2002 -2003.
Pembahasan
Pertumbuhan ekonomi disetiap Negara pasti berdeda-beda dan dipengaruhi oleh banyak factor dan salah satu faktornya yaitu investasi.investasi adalah penanaman modal baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri atau pihak swasta kepada suatu perusahaan dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. menurut Sunariyah (2003, 4) investasi adalah penanaman modal untuk salah satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu yang panjang dengan harapan mendapatkan keuntungan dimasa yang akan datang. Menurut Senduk (2004:24) bahwa produk-produk investasi yang tersedia di pasaran antara lain Tabungan, Deposito, Reksadana, Obligasi, saham, emas dan property.
Dalam menanamkan modal tidak sembarangan begitu saja di Indonesia memiliki undang undang tentang penanaman modal di Indonesia yaitu undang undang Nomor 1 Tahun 1967, juncto UU Nomor 11 Tahun 1970 mengenai Penanaman Modal Asing dan UU Nomor 6 Tahun 1968 juncto UU Nomor 12 Tahun 1970 mengenai Penanaman Modal Dalam Negeri.
Jika ingin pertumbuhan ekonomi nasional yang baik harus dimulai dari pertumbuhan ekonomi daerah yang baik pula,suatu daerah memerukan dana untun menjalankan kegiatan kegiatan daerah untuk membiayai infrastruktur yang baik maka dari itu diperlukan modal yang besar atau dibutuhkan investor yang mau menanamkan modalnya di daerah tersebut,jika suatu daerah ingin memperoleh investasi yang baik daerah tersebut harus memilik memiliki potensi sumberdaya alam yang baik seperti dibidang pertambangan,pertanian,industry,parawisata dan jasa.semua itu merupakan daya tarik untuk para investor untuk menanamkan modalnya.
Survei Komite Pelaksanaan Otonomi Daerah (2004) membuktikan,istitusi merupakan factor utama yang menentukan daya tarik suatu daerah bagi investasi.disusul factor infrastruktur fisik,kondisi ekonomi daerah,dan produktivitas tenaga kerja (warta ekonomi,2005).dengan adanya bantuan modal dari luar sebagai Negara berkembang Indonesia dapat memanfaatkan modal tersebut untuk meningkatkan perekonomian nasional seperti yang dijelaskan oleh (Chenery dan Carter, 1973): Pertama, sumber dana eksternal (modal asing) dapat dimanfaatkan oleh negara sedang berkembang sebagai dasar untuk mempercepat investasi dan pertumbuhan ekonomi, kedua pertumbuhan ekonomi yang meningkat perlu  diikuti dengan dengan perubahan struktur produksi dan perdagangan. Ketiga, modal asing dapat berperan penting dalam mobilisasi dana maupun transformasi struktural. Keempat, kebutuhan akan modal asing menjadi menurun segera setelah perubahan struktural benar-benar terjadi (meskipun modal asing di masa selanjutnya lebih produktif).
Sanyoto Sastrowardoyo (1992) menyatakan, bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi investasi dapat dilihat dari dua faktor, yaitu factor dalam negeri dan faktor luar negeri. Faktor dalam negeri yang mempengaruhi besarnya investasi antara lain stabilitas politik dan ekonomi yang mantap, kebijakan deregulasi dan debirokrasi yang mengairahkan iklim investasi, fasilitas perpajakan yang diberikan, tersedianya sumber daya alam yang melimpah dan tersedianya upah sumberdaya manusia yang kompetitif (murah). Sedangkan faktor luar negeri yang mempengaruhi perkembangan investasi antara lain apresiasi nilai tukar negara investor berasal. Teori Pertumbuhan Ekonomi Neo Klasik menyatakan pertumbuhan ekonomi bergantung pada perkembangan faktorfaktor produksi yaitu ; modal, tenaga kerja dan teknologi (Sukirno, 1994).
Investasi memiliki dua sumber yaitu sumber dalam negeri dan sumber modal asing,sumber dalam negeri berasal dari pemerintah melalui berbagai kebijakan kebijakan sedangkan modal asing berasal dari pihak luar negeri atau swasta.pertumbuhan suatu Negara dipengaruhi oleh banyak sumber salah satunya investasi dan tenaga kerja.jika suatu suatu perusahaan tidak memiliki modal untuk menjalankan perusahaan itu akan megurangi jumlah produksi ketika jumlah produksi berkurang maka jumlah tenaga kerja yang diperlukan pun sedikit,ketika jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sedikit sedangkan jumlah tenaga kerja yang ada cukup banyak itu akan berdampak kepada jumlah pengangguran bertambah,kita sudah mengetahui pasti ketika jumlah pengangguran bertambah itu akan memunculkan permasalahan yang baru yaitu kemiskinan ketika suatu Negara jumlah kemiskinannya besar sudah dapat dipastikan bahwa Negara tersebut pertumbuhan ekonominya sangat kecil.

Saptomo (2008) menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tergantung pada pertumbuhan penyediaan faktor-faktor produksi yang berupa penduduk, tenaga kerja, dan akumulasi modal (Investasi).
Untuk membuat pertumbuhan yang baik harus memiliki jumlah penduduk yang tidak terlalu banyak,karna jika jumlah penduduk suatu Negara terlalu banyak sedangkan lapangan pekerjaan yang ada sedikit itu malah akan membuat suatu permasalah yang baru.selanjutnya tenaga kerja,ada tenaga kerja terlatih tenaga kerja terdidik.semua orang pasti bisa menjadi tenaga kerja tetapi tidak semua tenaga kerja memiliki keahlian pada dirinya.setiap tenga kerja harus memiliki keahlian pada bidang pekerjaan agar memudahkan untuk menjalankan tugasnya maka dari itu pemerintah juga harus menyediakan tempat untuk para tenaga kerja untuk menambah ilmu agar mereka semua menjadi tenaga kerja yang memiliki keahlian atau keterampilan sehingga mereka menjadi sumber daya manusia yang bermanfaat.dan factor terakhir adalah factor yang sangat penting dalam pembangunan nasional yaitu akumulasi modal (investasi) dalam sebuah perusahaan atau Negara pasti membutuhkan modal untuk menjalankan semua kegiatan kegiatannya.sebuah perusahaan membutukan modal untuk menjalankan kegiatan produksinya dan sebuah Negara membutuhkan modal untuk pertumbuhan pembangunan Negara tersebut.ketika suatu Negara memiliki modal yang cukup itu akan memudahkan Negara tersebut untuk membangun Negara tersebut apalagi ketika semua factor diatas berjalan dengan seimbang itu akan lebih baik lagi.
Pertumbuhan ekonomi pada dasarnya diartikan sebagai suatu proses dimana PDB riil atau pendapatan riil per kapita meningkat secara terus menerus melalui kenaikan produktivitas per kapita (Salvatore:1977). Menurut teori pertumbuhan ekonomi neo-klasik, dengan mengasumsikan luas lahan tetap, maka yang mempengaruhi pertumbuhan adalah peningkatan pada penawaran tenaga kerja, peningkatan pada capital stock dan peningkatan pada produktivitas.
Yang terpenting dari produktivitas adalah dengan adanya kemajuan teknologi, yang mempengaruhinya dengan 2 cara. Pertama adalah kemajuan pada pengetahuan yang disebut inventions dan kedua adalah penggunaan dari pengetahuan itu sendiri yang menyebabkan produksi yang lebih efisien yang disebut inovasi.(Burdadan Wyplosz, 2001) .


















PEREKONOMIAN INDONESIA

PENGARUH INVESTASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI
NAMA : WAWAN WARDANI
NPM     : 29213238
KELAS : 1EB16