Pendahuluan
·
Latar belakang
Pertumbuhan ekonomi merupakan
salah satu factor yang sangat penting di semua Negara,sebuah Negara dikatakan
maju jika pendapatan nasionalnya diatas rata-rata,dengan kata lain pertumbuhan
ekonominya berjalan dengan baik.pertumbuhan ekonomi suatu Negara dapat
dipengaruhi oleh banyak factor,salah satunya yaitu investasi.menurut Sunariyah (2003, 4) investasi adalah
penanaman modal untuk salah satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya
berjangka waktu yang panjang dengan harapan mendapatkan keuntungan dimasa yang
akan datang. Menurut Senduk (2004:24) bahwa produk-produk
investasi yang tersedia di pasaran antara lain Tabungan, Deposito, Reksadana,
Obligasi, saham, emas dan property.sesuai dengan penegertiannya investasi
merupakan penanaman modal jadi adanya bantuan dana dari pihak luar kepada
sebuah perusahaan untuk membiayai kegiatan dari perusahaan tersebut.dengan
adanya tambahan dana sebuah perusahaan akan meningkatkan produktivitas sehingga
akan memperoleh keuntungan yang lebih besar.secara tidak langsung semua akan
berdampak kepada pendapatan Negara.sebagai Negara yang sedang berkembang
Indonesia sangat membutuhkan investasi untuk menjalankan pembanguan
nasional,perkembangan investasi di Indonesia termasuk baik karna Pada tahun
2007, total investasi di Indonesia mencapai Rp 983,9 trilyun. jumlah ini hampir
tujuh belas kali lipat dibandingkan investasi pada tahun 1990 yang sebesar Rp
58,9 trilyun.Investasi tersebut dilakukan baik oleh pemerintah maupun
masyarakat/swasta. Meskipun demikian, peranan investasi pemerintah relatif
kecil. Dari total investasi pada tahun 2007, hanya 12,75 persen (Rp 125,4
trilyun) yang merupakan investasi pemerintah, sedangkan sebagian besar lainnya
(87,25 persen atau Rp 858,5 trilyun) merupakan investasi masyarakat.jadi
peranan investasi sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan sebuah Negara.
·
Tujuan
penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah
untuk mengetahui seberapa penting sebuah investasi dalam mendorong atau mempengarui pertumbuhan ekonomi sebuah Negara
terutama dinegara berkembang seperti Indonesia.dan juga mengetahui perkembangan
investasi di Indonesia.
Tinjauan literature
PENGARUH INVESTASI DAN TENAGA KERJA TERHADAP
PRODUKSI BATUBARA DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
DI KUTAI KARTANEGARA
Pertumbuhan ekonomi merupakan perkembangan kegiatan perekonomian yang
menyebabkan meningkatnya jumlah barang atau jasa,untuk meningkatkan jumlah
produksi diperlukan modal yang cukup.dengan adanya investasi sebuah perusahaan
akan lebih mudah mengembangkan tingkat produksinya.untuk menarik minat para
investor untuk menanamkan modalnya ada beberapa factor yang harus dipenuhi.
Salah satu upaya pemerintah untuk menggali dana dari masyarakat dalam maupun
luar negeri untuk menanamkan modalnya di Indonesia dengan membuat undang-undang
Nomor 1 Tahun 1967, juncto UU Nomor 11 Tahun 1970 mengenai
Penanaman Modal Asing dan UU Nomor 6 Tahun 1968 juncto UU Nomor 12 Tahun 1970
mengenai Penanaman Modal Dalam Negeri.
Pada dasarnya berbagai Undang-undang tersebut di atas diterbitkan
dengan tujuan agar usaha di Indonesia
semakin terbuka luas bagi semua pihak dan prosedur penanaman modal menjadi
semakin sederhana sehingga dapat menarik minat para calon investor baik dalam Penanaman Modal Dalam Negeri maupun Penanaman Modal Asing.
pemerintah kabupaten kutai kartanegara merupakan salah satu daerah di
Indonesia yang sangat pontesial menarik minat investor untuk menginvestasikan
modalnya.karna daerah kutai kartanegara memiliki potensi sumberdaya alam yang
baik seperti dibidang pertambangan,pertanian,industry,parawisata dan jasa.semua
itu merupakan daya tarik untuk para investor untuk menanamkan
modalnya.kabupaten kutai kartanegara pada tahun 2009 ,ditetapakn sebagai
kabupaten terbanyak terlealisasi investasinya diwilayai Kalimantan timur, dari total rencana investasi 2,3
triliun rupiah diberbagai sektor usaha sehingga akhir November
2009 rencana investasi tersebut berhasil terealisasi kurang lebih 1,4 triliun
rupiah.batubara merupakan bahan energy alternative selain minyak bumi dan
gas,karna batubara itu lebih murah dibandingkan minyak bumi dan juga lebih
mudah didapatkan apalagi di Indonesia yang memiliki sumber daya batubara yang
melimpah.batubara merupakan hasil dari sumber mineral yang sudah mengalami
pembekuan beratus ratus tahun yang lalu. Data menunjukkan bahwa penggunaan
batubara di Indonesia mencapai 14,1% dari total penggunaan energi lain pada
tahun 2003. Diperkirakan penggunaan energi batubara ini akan terus meningkat
hingga 34,6% pada tahun 2025 (Fatakh,2008).
Pada tahun 2005 produksi batu bara di kutai kartanegara 10.718.848 ton dan pada
tahun 2006 meningkat menjadi 11.920.348
ton dan pada tahun 2007 menurun menjadi 10.518.934 ton dan pada tahun 2008
meningkat menjadi 13.487.541 ton dan pada tahun 2009 meningkat lagi menjadi
20.883.783 ton jadi kita bisa lihat
produksi batubara disektor pertambangan batubara di kabupaten kutai kartanegara
tiap tahunnya relatif naik turun tingkat produksinya.
DETERMINAN
INVESTASI DI DAERAH : STUDI KASUS PROVINSI DI INDONESIA
Seorang investor tidak sembarangan untuk menginvestasikan uangnya
kepada sebuah perusahaan,seorang investor akan melalukan sebuah analisis
tentang keadaan perusahaan yang akan dia tanamkan modalnya.seorang investor
akan mencari informasi-informasi tentang perusahaan tersebut salah satunya
tentang laporan keuangan perusahaan,dan kinerja kerja perusahaan untuk
mengatahui mampukah perusahaan menggunakan uang yang di investasikan dengan
baik.
Table 1 : Perkembangan Persetujuan Penanaman Modal 1997-2003
TAHUN
|
PMDN
|
PMA
|
||
proyek
|
Nilai (Rp.miliar)
|
proyek
|
Nilai (US $ juta)
|
|
1997
|
723
|
119.877,2
|
781
|
33.788,8
|
1998
|
327
|
57.973,6
|
1034
|
13.649,8
|
1999
|
237
|
53.540,7
|
1177
|
10.884,5
|
2000
|
392
|
93.897,1
|
1541
|
16.075,9
|
2001
|
264
|
58.816
|
1334
|
15.056,3
|
2002
|
188
|
25.230,5
|
1151
|
9.754,4
|
2003
|
181
|
48.484,8
|
1024
|
13.207,2
|
Sumber : Departeman Perdagangan dan
Perindustrian ,2003 www.dprin.co.id
Berdasarkan table diatas kita dapat melihat menurunnya tingkat
investasi di Indonesia sejak tahun 1997-2003.
Pasar modal Indonesia yang
sekarang ini sedang membaik pasca krisis, yang dapat dilihat dari pertumbuhan
ekonomi Indonesia yang bertumbuh pada level 4,5%-5,5% dan diperkirakan akan
meningkat untuk tahun-tahun berikutnya. Selain itu dengan naiknya indeks BEI
(Bursa Efek Indonesia) dan Pasar modal Indonesia dilihat dari IHSG penutupan tahun
2007 sebesar 52,1%, 2008 sebesar 51,17%, dan 2009 sebesar 68,06%, sehingga Indonesia
dinilai akan menjadi salah satu pilihan investasi utama dunia pada tahun 2010 sehingga
dana-dana invetasi asing akan mengalir di Indonesia.
Survei Komite
Pelaksanaan Otonomi Daerah (2004) membuktikan,istitusi
merupakan factor utama yang menentukan daya tarik suatu daerah bagi
investasi.disusul factor infrastruktur fisik,kondisi ekonomi daerah,dan
produktivitas tenaga kerja (warta
ekonomi,2005). Studi JETRO (japan
external trade organization) menyatakan bahwa iklim investasi Indonesia
jauh lebih buruk dari pada China,Thailand,Vietnam dan Negara-negara ASEAN
lainnya.faktor penyebabnya adalah masalah perburuhan (meningkatnya biaya buruh
dan demontrasi buruh ) masalah pabean,tak ada insentif fiscal,dan
kebijakan-kebijakan yang tidak pro bisnis (Kuncoro
,2004).dan menurut survey united
nations conference on trade development,yang dituangkan dalam world investment report 2004 menetapkan
Indonesian pada peringkat kedua paling bawah dari 140 negara dilihat dari
kinerja indeks investasi.
Table
2 : PMA Yang Telah Disetujui Pemerintah Menurut Lokasi Berdasarkan Pulau
1990-2000
Tahun
|
Nilai investasi ( US $ juta )
|
|||||||||||
Jawa
|
%
|
sumatera
|
%
|
kalimantan
|
%
|
sulawesi
|
%
|
Bali nusa tenggara
|
%
|
Maluku irian
|
%
|
|
1990
|
6533
|
66
|
1842
|
19
|
867,7
|
9
|
133,9
|
1
|
486
|
5
|
1.4
|
0
|
1991
|
7186,7
|
82
|
994
|
11
|
24
|
0
|
13
|
0
|
556
|
6
|
2.6
|
0
|
1992
|
600196
|
58
|
2452
|
24
|
441,2
|
4
|
91,4
|
1
|
52
|
5
|
815,3
|
8
|
1993
|
5729
|
70
|
2205
|
17
|
12,8
|
0
|
40,2
|
0
|
51
|
1
|
105,4
|
1
|
1994
|
21247,3
|
84
|
301
|
12
|
678
|
3
|
65
|
0
|
36
|
0
|
109,9
|
1
|
1995
|
27492
|
69
|
549
|
14
|
1649,3
|
4
|
2384,4
|
6
|
326
|
1
|
2596,4
|
6
|
1996
|
17908,4
|
60
|
4297
|
14
|
2873,6
|
10
|
2552,6
|
9
|
176
|
6
|
531,2
|
2
|
1997
|
20535
|
61
|
11163
|
33
|
1056,1
|
3
|
426,1
|
1
|
129
|
0
|
522,3
|
2
|
1998
|
10840,4
|
80
|
1415
|
10
|
722,7
|
5
|
192,7
|
1
|
365
|
3
|
25,9
|
0
|
1999
|
2635,9
|
24
|
7652
|
70
|
226,7
|
2
|
141,8
|
1
|
208
|
2
|
24,9
|
0
|
2000
|
10612,6
|
42
|
2998
|
12
|
136,8
|
1
|
69,2
|
0
|
115435
|
45
|
52,6
|
0
|
Rerata
|
63
|
22
|
4
|
2
|
6
|
7
|
2
|
|||||
Sumber : statistic
Indonesia 1990-2000
Table
2 menjelaskan tentang prosentasi penanaman modal asing di Indonesia berdasarkan
pulau,kalo kita lihat penanaman modal asing yang cukup besar terdapat di pulau
Jawa sebesar 63%, Sumatera sebesar 22 %,
Kalimantan sebesar 4 %, Sulawesi sebesar
2 %, Bali Nusa Tenggara sebesar 7 %, dan Maluku Irian sebesar 2 %.jadi kita
mengetahui bahwa pulau jawa memiliki potensi investor modal asing yang cukup
baik.
Table
3 : Proyek PMA yang Disetujui Pemerintah Menurut Lokasi
Tahun
|
Nilai
investasi (US $ Juta )
|
|||||||||
DKI
|
%
|
JABAR
|
%
|
JATENG
|
%
|
DIY
|
%
|
JATIM
|
%
|
|
1990
|
1631,4
|
25
|
3857,4
|
59
|
97
|
1
|
6.8
|
0
|
949,9
|
15
|
1991
|
4216,6
|
59
|
2376,2
|
33
|
130
|
2
|
37
|
1
|
426,4
|
6
|
1992
|
1131,4
|
19
|
4497,8
|
75
|
42
|
1
|
48,4
|
1
|
281,8
|
5
|
1993
|
1669,1
|
25
|
2508
|
38
|
50
|
1
|
56,3
|
1
|
2282,6
|
35
|
1994
|
1858
|
12
|
5207,2
|
34
|
183
|
12
|
0.2
|
0
|
6275,8
|
41
|
1996
|
4403,9
|
25
|
7760,1
|
43
|
3273
|
18
|
69
|
0
|
2401,7
|
13
|
1997
|
6136,1
|
30
|
7973,3
|
39
|
2195
|
11
|
14.3
|
0
|
4215,6
|
21
|
1998
|
1700,1
|
16
|
5504,1
|
51
|
3066
|
28
|
6
|
0
|
563,5
|
5
|
1999
|
783,8
|
30
|
1498,2
|
57
|
69
|
3
|
10.5
|
0
|
273,7
|
10
|
2000
|
3273,1
|
31
|
3137,5
|
30
|
3082
|
19
|
3.9
|
0
|
1115,7
|
11
|
Rerata
|
27
|
46
|
11
|
0
|
16
|
|||||
Sumber : statistic
Indonesia 1990-2000
Table
3 menjelaskan tentang PMA berdasarkan lokasi yang ada di pulau jawa.bisa kita
lihat prosentasi dari penanaman modal asing yang ada di pulau jawa.DKI sebesar
27 %, Jabar sebesar 46%, Jateng sebesar 11%, DIY sebesar 0 % dan Jatim sebesar
16%.bahwa jumlah penanaman modal asing di pulau jawa yang paling banyak di
daerah Jawa Barat dengan 46% dan DKI Jakarta sebesar 27%.
Studi
Kurniawan, 2002 menyatakan factor
penentu utama pemilihan lokasi bagi investasi asing di pulau jawa adalah
besarnya akses terhadap pasar dibandingkan aspek ketenagakerjaan, dan
infrastruktur.
INVESTASI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI REGIONAL
(STUDI KASUS PADA 26 PROPINSI DI INDONESIA,
PRA DAN PASCA OTONOMI)
Dalam teori neo-klasik dikemukakan untuk membangun kinerja
perekonomian
suatu negara maka dibutuhkan akumulasi kapital (Kuncoro, 2000). Negara berkembang
lebih memerlukan investasi terutama asing karena pada umumnya tingkat tabungan
domestic rendah (Sadli,2002). Kobrin (1977) berpendapat bahwa
investasi khusus- nya investasi asing bisa dan memang berperan sebagai medium
transfer kebutuhan akan sumber daya seperti teknologi, kemampuan manajerial,
jalur ekspor dan modal dari negara-negara industri ke negaranegara berkembang,
oleh karena itu, investasi akan meningkatkan produktivitas dan
terkait pula dengan pertumbuhan ekonomi. Peranan modal asing dalam
pembangunan telah lama diperbincangkan oleh para ahli ekonomi pembangunan.
Secara garis besar pemikiran mereka sebagai berikut
(Chenery dan Carter,
1973): Pertama, sumber dana eksternal
(modal asing) dapat dimanfaatkan oleh negara sedang berkembang sebagai dasar
untuk mempercepat investasi dan pertumbuhan ekonomi, kedua pertumbuhan
ekonomi yang meningkat perlu diikuti
dengan dengan perubahan struktur produksi dan perdagangan. Ketiga, modal
asing dapat berperan penting dalam mobilisasi dana maupun transformasi
struktural. Keempat, kebutuhan akan modal asing menjadi menurun segera
setelah perubahan struktural benar-benar terjadi (meskipun modal asing di masa
selanjutnya lebih produktif).
ANALISIS PENGARUH KEBIJAKAN TAX HOLIDAY
TERHADAP PERKEMBANGAN
PENANAMAN MODAL ASING DI INDONESIA
(TAHUN 1970-1999)
Sanyoto Sastrowardoyo
(1992) menyatakan, bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi
investasi dapat dilihat dari dua faktor, yaitu factor dalam negeri dan faktor
luar negeri. Faktor dalam negeri yang mempengaruhi besarnya investasi antara
lain stabilitas politik dan ekonomi yang mantap, kebijakan deregulasi dan
debirokrasi yang mengairahkan iklim investasi, fasilitas perpajakan yang
diberikan, tersedianya sumber daya alam yang melimpah dan tersedianya upah
sumberdaya manusia yang kompetitif (murah). Sedangkan faktor luar negeri yang
mempengaruhi perkembangan investasi antara lain apresiasi nilai tukar negara
investor berasal,
Berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman
modal memberikan faedah bahwa Indonesia menerima kegiatan investasi dalam
bentuk penanaman modal asing maupun dalam negeri. Dalam pertimbangan
(konsiderans) huruf c, bahwa untuk
mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional dan mewujudkan kedaulatan politik dan
ekonomi Indonesia diperlukan peningkatan penanaman modal untuk pengelolaan
potensi ekonomi menjadi kekuatan ekonomi riil dengan menggunakan modal yang
berasal, dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Sebagian asas penanaman
modal yang penting dalam menunjukkan kegiatan investasi yaitu pasal 3 huruf
j keseimbangan kemajuan dan kesatuan
ekonomi nasional.
“ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PERTUMBUHAN EKONOMI SINGAPURA”
Untuk bisa meningkatkan pendapatan nasional Indonesia tidak ada
salahnya kita belajar dari Negara tetangga kita yaitu singapura yang salah satu
factor pendorong pembangunannya berasal dari dan investasi.
Seorang ahli ekonomi dan sebagai penasehat kebijakan ekonomi
Presiden Amerika Serikat (USA) Bill
Clinton dan juga sebagai President of The Economic Association yang
mengatakan dalam bukunya dengan judul “ The Misunderstood Economy”, Jika
Investasi Asing terlalu besar masuk ke negara berkembang seperti Indonesia akan
mengakibatkan naiknya hutang baru dimana Indonesia sampai sekarang mempunyai
banyak pinjaman
terhadap negara lain. Eisner
juga mengatakan bahwa investasi asing tidak selalu baik dalam membangun
perekonomian negara karena jika investasi asing terlalu besar dan tidak didukung
dengan Ekspor yang kuat maka perolehan pendapatan negara yang berasal dari Investasi
Asing mengalami keuntungan yang sedikit.
Menurut Model Pertumbuhan
Ekonomi Harrod – Domar yang
didasarkan pengalaman negara maju bahwa investasi memberikan peranan kunci
kepada investasi di dalam proses pertumbuhan ekonomi,dimana investasi memiliki
fungsi ganda, pertama ia dapat menciptakan pendapatan, dan kedua investasi
dapat memperbesar kapasitas produksi perekonomian dengan meningkatkan stok
modal.
Menurut Baldin and Meier :
Dalam Rangka meningkatkan Investasi dibutuhkan sumbersumber Pendanaan seperti
Menaikkan Tingkat Tabungan Menaikkan Tarif Pajak, Menjual Obligasi Negara
Meningkatkan Ekspor dengan cara memperbaiki nilai tukar.
Salah satu kebijakan pemerintah singapura dalam mendukung
investasi adalah dengan memberikan kemudahan-kemudah bagi para investor untuk
mendirikan sebuah perusahaan,di
singapura para investor hanya membutuhkan waktu 24 jam dan dua prosedur
tetap tanpa berbelit-belit bagi para investor untuk mendirikan sebuah
perusahaan,beda dengan Indonesia para investor membutuhkan waktu 3 sampai 6
bulan dan 9 prosedur bagi para investor untuk mendirikan sebuah perusahaan di
Indonesia. Contohnya Kebijakan Pemerintah singapura dalam pengenaan Pajak
Investasi yang merupakan sumber pendapatan negara untuk mencapai tujuan
ekonomi. Pada masa resesi Pemerintah melakukan perubahan kebijakan anggaran
terutama diupayakan untuk memicu Investasi sehingga menguntungkan bagi investor.Ini
dapat dilihat dari bentuk insentif program Investasi luar negeri yang dikelola
oleh Badan Pembangunan Ekonomi (Economic Development Board) yaitu adanya
penghapusan pajak untuk menghindari kerugian pada investasi dari luar negeri
yang telah disetujui Pemerintah Singapura, Pada Sektor Properti seperti
potongan pajak 50% pada usaha property yang berlaku untuk melawan keterpurukan
perekonomian.
PENGARUH PENGELUARAN KONSUMSI DAN INVESTASI PEMERINTAH
TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA
Pertumbuhan ekonomi pada dasarnya diartikan sebagai suatu proses
dimana PDB riil atau pendapatan riil per kapita meningkat secara terus menerus
melalui kenaikan produktivitas per kapita (Salvatore:1977).
Menurut teori pertumbuhan ekonomi neo-klasik, dengan mengasumsikan luas lahan
tetap, maka yang mempengaruhi pertumbuhan adalah peningkatan pada penawaran
tenaga kerja, peningkatan pada capital stock dan peningkatan pada produktivitas.
Yang terpenting dari produktivitas adalah dengan adanya kemajuan
teknologi, yang mempengaruhinya dengan 2 cara. Pertama adalah kemajuan pada
pengetahuan yang disebut inventions dan kedua adalah penggunaan dari
pengetahuan itu sendiri yang menyebabkan produksi yang lebih efisien yang
disebut inovasi.(Burdadan Wyplosz, 2001)
.
PENGARUH INVESTASI, TENAGA KERJA DAN PENGELUARAN
PEMERINTAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROPINSI
JAWA TIMUR
Menurut Todaro (2000) ada tiga komponen dasar atau nilai inti yang harus dijadikan
basis konsepsual dan pedoman praktis untuk memahami pembangunan yang paling
hakiki, yaitu: (1). Makanan (sustenance), artinya segala sesuatunya yang
tidak hanya digunakan untuk mengganjal perut, tetapi juga mewakili semua hal
yang merupakan kebutuhan dasar manusia secara
fisik, (2). Jati diri (self-esteem), artinya adanya dorongan dari
diri sendiri untuk maju, untuk menghargai diri sendiri, untuk merasa pantas dan
layak untuk melakukan atau mengejar sesuatu, dan lain-lain. (3). Kebebasan (freedom),
artinya kemampuan untuk berdiri tegak sehingga tidak diperbudak oleh pengejaran
aspek-aspek materiil dalam kehidupan ini.
Salah satu indikator penting untuk menganalisis pembangunan
ekonomi yang terjadi di suatu negara adalah pertumbuhan ekonomi, yang diukur
dari perbedaan produk domestic bruto tahun tertentu dengan tahun sebelumnya (Setiawan dan Handoko, 2005).
Pada dasarnya keberhasilan sebuah pembangunan nasional dilandasi
atas seberapa berhasilkan pemerintah membangun sebuah daerah yang ada di Negara
tersebut.jika suatu daerah sudah berkembang dan maju maka pendapatan didaerah
tersebut pun pasti baik dan jumlah pangangguran yang ada didaerah tersebut
tidak terlalu banyak.ketika permasalahan perekonomian dan pengangguran di suatu
daerah sudah dapat teratasi secara tidak langsung itu akan berdampak kepada
pembangunan secara nasional. Ada enam ciri proses pertumbuhan ekonomi seperti
yang dikemukakan Kuznets (dalam Todaro, 2000),
yaitu: (1). Tingkat pertumbuhan output per kapita dan pertambahan penduduk yang
tinggi. (2). Tingkat kenaikan total produktivitas faktor yang tinggi, khususnya produktivitas tenaga kerja. (3). Tingkat
transformasi struktural ekonomi yang tinggi.
(4). Tingkat transformasi sosial dan ideologi yang tinggi. (5). Adanya kecenderungan negara-negara yang mulai atau yang sudah maju
perekonomiannya untuk berusaha menambah
bagian-bagian dunia lainnya sebagai daerah pemasaran dan sumber bahan baku. (6). Terbatasnya penyebaran pertumbuhan ekonomi
yang hanya mencapai sepertiga bagian penduduk
dunia.
Todaro (2000) mengemukakan bahwa persyaratan umum pembangunan
ekonomi ada 3 (tiga) yaitu: a) Akumulasi modal, termasuk akumulasi modal baru
dalam bentuk tanah, peralatan fisik dan sumber daya manusia, b) perkembangan
penduduk yang dibarengi dengan pertumbuhan tenaga kerja dan keahliannya, c)
kemajuan tehnologi. Menurut Sukirno (2005) kegiatan investasi memungkinkan
suatu masyarakat terus menerus meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesempatan
kerja, meningkatkan pendapatan nasional dan meningkatkan taraf kemakmuran
masyarakat.
Jumlah investasi baik
berupa Penanaman Modal Asing maupun Penanaman Modal
Dalam Negeri yang masuk ke Propinsi Jawa Timur selama tahun 2003
sampai dengan
tahun 2010.
Data Jumlah
Investasi (PMA dan PMDN)
di
Jawa Timur (2003 – 2010)
(dalam
000.000 Rp.)
Tahun PMA (US$) Perkembangan (%) PMDN
(Rp) Perkembangan (%)
2003 456.659
320,14 1.553.224 90,94
2004 357.770
-21,65 4.055.266 161,09
2005 554.334
54,94 5.516.851 36,04
2006 1.467.546
164,74 167.449.029 2960,19
2007 855.227
-41,72 16.705.091 -90,02
2008 2.585.906
202,36 19.912.810 19,20
2009 1.561.787
-39,60 25.405.226 27,58
2010 2.052.716
31,43 41.009.463 61,42
Sumber:
Propinsi Jawa Timur Dalam angka 2008, 2010
Table diatas merupakan data jumlah
investasi asing maupun dalam negeri di jawa timur dalam periode tahun 2003
sampai dengan tahun 2010.jika kita melihat table diatas kita bisa mengetahui
jumlah investasi asing dan dalam negeri di jawa timur pada periode 2003 sampai
2010 mengalami turun naik.
Pada penanaman modal asing pada tahun
2003 sebesar US$ 456.659 pada tahun 2004 mengalami penurunan menjadi US$
357.770 mungkin salah satu penyebab turunnya investasi asing di jawa timur
karna pada waktu itu Indonesia sedang mengadakan pemilihan presiden jadi
keadaan Indonesia sedang panas.pada tahun 2005 mengalami peningkatan kembali
sebesar US$ 554.334 pada tahun 2006 mengalami peningkatan yang cukup tinggi dua
kali lipat dari tahun 2005 yaitu sebesar US$ 1.467.546 dan pada tahun 2007
mengalami penurunan lagi menjadi US$ 855.227 pada tahun 2008 mengalami
peningkatan yang cukup siknipikan sebesar US$ 2.585.906 dan pada tahun 2009
mengalami penurunan lagi sebesar US$ 1.561.787 dan pada tahun 2010 kembali
meningkat menjadi US$ 2.05.716.
Sedangkan penanaman modal dalam negeri di jawa timur pada tahun
2003 sampai 2010 adalah,pada tahun 2003 sebesar 1.553.224 pada tahun 2004
mengalami peningkatan sebesar 4.055.266 dan pada tahun 2005 mengalami
peningkatan kembali sebesar 5.516.851 pada tahun 2006 mengalami peningkatan
yang sangat besar dari tahun sebelumnya sebesar 167.449.029 pada tahun 2007
sebaliknya mengalami penurunan yang cukup drastic sebesar 16.705.091 pada tahun 2008 mengalami
peningkatan kembali sebesar 19.912.810 dan pada tahun 2009 mengalami
peningkatan sebesar 25.405.226 dan pada 2010 kembali meningkat sebesar
41.009.463.
Penanaman modal asing ataupun penanaman modal dalam negeri sangat
mempengaruhi tingkat pengangguran disuatu daerah atau Negara.jika tingkat
inestasi disuatu daerah tinggi itu akan mendorong tingkat produksi menjadi
naik,ketika produksi naik maka dibutuhkan para pekerja hal ini secara tidak
langsung menyebabkan berkurangnya jumlah pengangguran di suatu daerah.peristiwa
ini akan berdampak langsung ke pembangunan nasional,karna pendapatan suatu
daerah tersebut meningkat dan jumlah pengangguran berkurang.namun sebaliknya
jika jumlah investasi disuatu daerah sedikit akan menyebabkan jumlah pengangguran
bertamabah.jadi jika investasi meningkat akan mengurangi pengangguran tetapi
jika inestasi menurun akan menambah jumlah pengangguran.
PENGARUH INVESTASI DAN TENAGA KERJA TERHADAP
PERTUMBUHAN EKONOMI SERTA HUBUNGANNYA
TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI INDONESIA
Teori Pertumbuhan Ekonomi Neo Klasik menyatakan pertumbuhan
ekonomi bergantung pada perkembangan faktorfaktor produksi yaitu ; modal,
tenaga kerja dan teknologi (Sukirno, 1994).
Investasi memiliki dua sumber yaitu sumber dalam negeri dan sumber
modal asing,sumber dalam negeri berasal dari pemerintah melalui berbagai
kebijakan kebijakan sedangkan modal asing berasal dari pihak luar negeri atau
swasta.pertumbuhan suatu Negara dipengaruhi oleh banyak sumber salah satunya
investasi dan tenaga kerja.jika suatu suatu perusahaan tidak memiliki modal
untuk menjalankan perusahaan itu akan megurangi jumlah produksi ketika jumlah
produksi berkurang maka jumlah tenaga kerja yang diperlukan pun sedikit,ketika
jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sedikit sedangkan jumlah tenaga kerja yang
ada cukup banyak itu akan berdampak kepada jumlah pengangguran bertambah,kita
sudah mengetahui pasti ketika jumlah pengangguran bertambah itu akan
memunculkan permasalahan yang baru yaitu kemiskinan ketika suatu Negara jumlah
kemiskinannya besar sudah dapat dipastikan bahwa Negara tersebut pertumbuhan
ekonominya sangat kecil.
Saptomo (2008) menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tergantung
pada pertumbuhan penyediaan faktor-faktor produksi yang berupa penduduk, tenaga
kerja, dan akumulasi modal (Investasi).
Untuk membuat pertumbuhan yang baik harus memiliki jumlah penduduk
yang tidak terlalu banyak,karna jika jumlah penduduk suatu Negara terlalu
banyak sedangkan lapangan pekerjaan yang ada sedikit itu malah akan membuat
suatu permasalah yang baru.selanjutnya tenaga kerja,ada tenaga kerja terlatih
tenaga kerja terdidik.semua orang pasti bisa menjadi tenaga kerja tetapi tidak
semua tenaga kerja memiliki keahlian pada dirinya.setiap tenga kerja harus
memiliki keahlian pada bidang pekerjaan agar memudahkan untuk menjalankan
tugasnya maka dari itu pemerintah juga harus menyediakan tempat untuk para
tenaga kerja untuk menambah ilmu agar mereka semua menjadi tenaga kerja yang
memiliki keahlian atau keterampilan sehingga mereka menjadi sumber daya manusia
yang bermanfaat.dan factor terakhir adalah factor yang sangat penting dalam
pembangunan nasional yaitu akumulasi modal (investasi) dalam sebuah perusahaan
atau Negara pasti membutuhkan modal untuk menjalankan semua kegiatan kegiatannya.sebuah
perusahaan membutukan modal untuk menjalankan kegiatan produksinya dan sebuah
Negara membutuhkan modal untuk pertumbuhan pembangunan Negara tersebut.ketika
suatu Negara memiliki modal yang cukup itu akan memudahkan Negara tersebut
untuk membangun Negara tersebut apalagi ketika semua factor diatas berjalan
dengan seimbang itu akan lebih baik lagi.
Menurut Sukirno (2000) kegiatan investasi yang dilakukan oleh
masyarakat secara terus menerus akan meningkatkan kegiatan ekonomi dan
kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan nasional danmeningkatkan taraf
kemakmuran masyarakat.
Lewis mengemukakan teorinya mengenai
ketenagakerjaan, yaitu; kelebihan pekerja
merupakan kesempatan dan bukan masalah.
Kelebihan pekerja satu sektor akan memberikan
andil terhadap pertumbuhan output dan
penyediaan pekerja di sector lain.
Menurut Sen (1985) dalam Hajiji (2010)
kemiskinan adalah kegagalan untuk berfungsinya beberapa kapabilitas dasar atau dengan perkataan lain seseorang dikatakan miskin jika kesempatan
untuk mencapai/mendapatkan
kapabilitas dasar ini. Sen menyatakan
bahwa kemiskinan jangan dianggap
hanya sebagai pendapatan
rendah (low income),
tetapi harus dianggap
sebagai ketidakmampuankapabilitas
(capability handicap).
Jadi investasi itu sangat dibutukan ketika investasi itu tinggi
atau meningkat akan berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi dan kesempatan
kerja.jika kesempatan kerja itu banyak tentu akan mengurangi jumlah
pengangguran yang ada dan itu akan berdampakan kepada pendapatan nasional suatu
Negara.jumlah penduduk yang begitu banyak di Indonesia itu merupakan kesempatan
bukan masalah jika diolah dengan baik atau jumlah penduduk itu memiliki
kemampuan yang cukup baik ketika tenaga kerja memiliki kemampuan yang baik itu akan
memudahkan mereka untuk mendapatkan pekerjaan dan itu akan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.semua Negara pasti memiliki permasalahan tentang
kemiskinan tetapi tingkat atau jumlah kemiskinan disetiap Negara berbeda-beda
kemiskinan di Indonesia yang cukup banyak itu akan membuat tidak berjalannya
pembanguan disuatu Negara tersebut.jadi semua factor saling berkaitan antara
satu sama lainnya.
GOOD GOVERNANCE DAYA SAING DAN INVESTASI GLOBAL
Permasalahn investasi dinegara berkembang memang permasalahan yang
sedikit penting,kelemahan investasi di Negara berkembang adalah kecilnya
tabungan domestic.untuk melakukan pembanguan nasional pasti membutuhkan modal
yang besar.suatu Negara bisa meminjam modal kepada Negara asing untuk membiayai
pembanguan nasional,terutama di bidang infrastruktur.
Laporan dari JETRO (japan external trade organizations) april 2002
menyatakan bahwa investasi japan ke Indonesia selama empat tahun terakhir
merosot hingga 87% dari US $ 5,4 miliar di tahun 1997 menjadi US $ 0,7 miliar
di tahun 2001.menurut hiruyuki presiden
direktur JETRO manyatakan factor menurunnya investasi japan di Indonesia karna
waktu itu japan sedang mengalami krisis ekonomi japan,namun ada beberapa factor
internal Indonesia yang menyebabkan menurunnya investasi japan di Indonesia
yaitu ketidak amanan,ketidak pastian
berusaha dan tidak tersedianya industry pendukung.faktor tersebut sangat
merugikan Indonesia.ketidak amanan Negara menyebabkan berkurangnya investasi
asing di Indonesia,karna seorang investor pasti melihat lihat keadaan sebuah
Negara jika ingin menanamkan modal di Negara tersebut,mungkin salah satu factor
ketidak amanan di Indonesia pada waktu itu karna Negara Indonesia sedang
diteror oleh para teroris sehingga
membuat para investor berfikir dua kali untuk menanamkan modalnya di
Indonesia.faktor kedua ketidak pastian berusaha mungkin para investor japan
melihat ketidak pastian modal yang ditanamkan untuk kegiatan apa,sehingga para
investor tidak memiliki gambaran tentang keuntungan yang akan diperoleh dimasa
yang akan datang jika menamkan modalnya.dan factor yang ketiga tidak
tersedianya industry pendukung juga membuat para investor enggan untuk
menanamkan modalnya di Indonesia,karna kurangnya teknologi pendukung yang ada
di Indonesia.
DAYA TARIK INVESTASI DAN PUNGLI DI DIY
Persaingan yang semakin meningkat memaksa pemerintah
harus bekerja lebih keras lagi untuk menarik para investor asing untuk
menanamkan modalnya di daerahnya.keberhasilan suatu daerah menarik para
investor untuk menanamkan modalnya dapat dilihat dari kebijakan-kebijakan
pemerintah yang berkaitan dengan investasi.
Menurut KPPOD faktor-faktor yang menentukan daya tarik suatu
daerah terhadap investasi daerah adalah factor Kelembagaan, Sosial Politik,
Ekonomi Daerah, Tenaga Kerja dan Infrastruktur Fisik. Pada tahun 2002 dan 2003
KPPOD melakukan penelitian terhadap 134-200 Kabupaten/Kota di Indonesia untuk
mengetahui bobot masing-masing faktor tersebut.
Tabel 1.
Peringkat Daya Saing Negara Menurut World Competitiveness Report
Tahun 1999-2003 dengan Sampel Sebanyak 59 Negara
Negara
1999 2000 2001
2002 2003
USA 1
1 1 1 1
Australia 3 3 3 3 2
Singapura 2
2 3 6 2
Malaysia 9 9 10 6 4
Jepang 10 10 9
6
4
Filipina 12 17 18
18 22
Thailand 16 13 14 13 10
Indonesia 25
24 24
25 28
Sumber:
IMD, “World Competitiveness Yearbook”
http//www02.imd.ch, Diakses
tanggal 11 Desember 2004
table 1 menjelaskan tentang peringkat
daya saing antar Negara menurut world competitiveness report pada tahun 1999
sampai tahun 2003.kita dapat melihat daya saing yang sangat dominan di raih
oleh USA dengan selalu memuncaki peringkat pertama,sangat perbanding terbalik
dengan Indonesia dengan peringkat paling baik menjadi peringkat dua empat.dan
Indonesia pun kalah dengan Negara tetangga seperti
malyasia,singapura,Filipina,dan Thailand yang memiliki peringkat diats
Indonesia.
Survei yang dilakukan oleh KPPOD (2002) menunjukkan bahwa
institusi merupakan faktor utama yang menentukan daya tarik investasi di suatu
daerah, diikuti oleh kondisi sosial politik, infrastruktur fisik, kondisi
ekonomi daerah dan produktifitas tenaga kerja. Dalam keadaan normal, potensi
ekonomi merupakan faktor utama pertimbanganinvestasi.
Tabel 2.
Bobot Faktor Pemeringkat Daya Tarik Investasi Kabupaten/Kota di
Indonesia
Menurut Penelitian KPPOD Tahun 2002-2003
Faktor 2002 2003
Kelembagaan 31% 31%
Sosial Politik 26% 26%
Ekonomi Daerah 17%
17%
Tenaga Kerja 13%
13%
Infrastruktur Fisik 13%
13%
Sumber:
KPPOD (2002,2003)
Table
kedua menjelaskan factor pemeringkat daya tarik investasi kabupaten/kota di
Indonesia pada tahun 2002-2003.faktor nya yaitu kelembagaan 31%, social politik
26%, ekonomi daerah 17%, tenaga kerja 13%, dan infrastruktur fisik 13%. Semua
factor tersebut sangat mempengaruhi tingkat investasi di suatu daerah.
Alasan utama mengapa investor masih kawatir untuk melakukan bisnis
di Indonesia adalah ketidakstabilan ekonomi makro, ketidakpastian kebijakan,
korupsi (oleh pemda maupun pemerintah pusat), perijinan usaha, dan regulasi
pasar tenaga kerja (World Bank, 2004).
Peringkat Daya Tarik Investasi Kabupaten/Kota di Indonesia
Menurut Penelitian KPPOD Tahun 2002, 2003
Daerah Peringkat th 2002 dari
134 Peringkat
th 2003 dari 44
Kab/Kota di Indonesia Kota di Indonesia
Kota Semarang 1 10
Kota Pekalongan 19 43
Kota Denpasar 26 21
Kota Kupang 32
31
Kota Yogyakarta 33 25
Sumber:
KPPOD (2002, 2003)
Table diatas
menjelaskan tentang daya tarik investasi kabupaten/kota di Indonesia tahun 2002 -2003.
Pembahasan
Pertumbuhan ekonomi disetiap Negara pasti berdeda-beda dan
dipengaruhi oleh banyak factor dan salah satu faktornya yaitu
investasi.investasi adalah penanaman modal baik dari dalam negeri maupun dari
luar negeri atau pihak swasta kepada suatu perusahaan dengan tujuan memperoleh
keuntungan di masa yang akan datang. menurut Sunariyah (2003, 4) investasi adalah
penanaman modal untuk salah satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya
berjangka waktu yang panjang dengan harapan mendapatkan keuntungan dimasa yang
akan datang. Menurut Senduk (2004:24) bahwa produk-produk
investasi yang tersedia di pasaran antara lain Tabungan, Deposito, Reksadana, Obligasi,
saham, emas dan property.
Dalam
menanamkan modal tidak sembarangan begitu saja di Indonesia memiliki undang
undang tentang penanaman modal di Indonesia yaitu undang undang Nomor 1 Tahun 1967, juncto UU Nomor 11 Tahun 1970 mengenai
Penanaman Modal Asing dan UU Nomor 6 Tahun 1968 juncto UU Nomor 12 Tahun 1970
mengenai Penanaman Modal Dalam Negeri.
Jika ingin pertumbuhan ekonomi nasional yang baik harus dimulai
dari pertumbuhan ekonomi daerah yang baik pula,suatu daerah memerukan dana
untun menjalankan kegiatan kegiatan daerah untuk membiayai infrastruktur yang
baik maka dari itu diperlukan modal yang besar atau dibutuhkan investor yang
mau menanamkan modalnya di daerah tersebut,jika suatu daerah ingin memperoleh
investasi yang baik daerah tersebut harus memilik memiliki potensi sumberdaya alam yang baik seperti dibidang
pertambangan,pertanian,industry,parawisata dan jasa.semua itu merupakan daya
tarik untuk para investor untuk menanamkan modalnya.
Survei Komite
Pelaksanaan Otonomi Daerah (2004) membuktikan,istitusi
merupakan factor utama yang menentukan daya tarik suatu daerah bagi
investasi.disusul factor infrastruktur fisik,kondisi ekonomi daerah,dan
produktivitas tenaga kerja (warta
ekonomi,2005).dengan adanya bantuan modal dari luar sebagai Negara
berkembang Indonesia dapat memanfaatkan modal tersebut untuk meningkatkan
perekonomian nasional seperti yang dijelaskan oleh (Chenery dan Carter, 1973): Pertama, sumber dana eksternal
(modal asing) dapat dimanfaatkan oleh negara sedang berkembang sebagai dasar
untuk mempercepat investasi dan pertumbuhan ekonomi, kedua pertumbuhan
ekonomi yang meningkat perlu diikuti
dengan dengan perubahan struktur produksi dan perdagangan. Ketiga, modal
asing dapat berperan penting dalam mobilisasi dana maupun transformasi
struktural. Keempat, kebutuhan akan modal asing menjadi menurun segera
setelah perubahan struktural benar-benar terjadi (meskipun modal asing di masa
selanjutnya lebih produktif).
Sanyoto Sastrowardoyo
(1992) menyatakan, bahwa faktor-faktor yang
mempengaruhi investasi dapat dilihat dari dua faktor, yaitu factor dalam negeri
dan faktor luar negeri. Faktor dalam negeri yang mempengaruhi besarnya investasi
antara lain stabilitas politik dan ekonomi yang mantap, kebijakan deregulasi
dan debirokrasi yang mengairahkan iklim investasi, fasilitas perpajakan yang
diberikan, tersedianya sumber daya alam yang melimpah dan tersedianya upah
sumberdaya manusia yang kompetitif (murah). Sedangkan faktor luar negeri yang
mempengaruhi perkembangan investasi antara lain apresiasi nilai tukar negara
investor berasal. Teori Pertumbuhan Ekonomi Neo Klasik menyatakan pertumbuhan
ekonomi bergantung pada perkembangan faktorfaktor produksi yaitu ; modal,
tenaga kerja dan teknologi (Sukirno, 1994).
Investasi memiliki dua sumber yaitu sumber dalam negeri dan sumber
modal asing,sumber dalam negeri berasal dari pemerintah melalui berbagai
kebijakan kebijakan sedangkan modal asing berasal dari pihak luar negeri atau
swasta.pertumbuhan suatu Negara dipengaruhi oleh banyak sumber salah satunya
investasi dan tenaga kerja.jika suatu suatu perusahaan tidak memiliki modal
untuk menjalankan perusahaan itu akan megurangi jumlah produksi ketika jumlah
produksi berkurang maka jumlah tenaga kerja yang diperlukan pun sedikit,ketika
jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sedikit sedangkan jumlah tenaga kerja yang
ada cukup banyak itu akan berdampak kepada jumlah pengangguran bertambah,kita
sudah mengetahui pasti ketika jumlah pengangguran bertambah itu akan
memunculkan permasalahan yang baru yaitu kemiskinan ketika suatu Negara jumlah
kemiskinannya besar sudah dapat dipastikan bahwa Negara tersebut pertumbuhan
ekonominya sangat kecil.
Saptomo (2008) menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tergantung
pada pertumbuhan penyediaan faktor-faktor produksi yang berupa penduduk, tenaga
kerja, dan akumulasi modal (Investasi).
Untuk membuat pertumbuhan yang baik harus memiliki jumlah penduduk
yang tidak terlalu banyak,karna jika jumlah penduduk suatu Negara terlalu
banyak sedangkan lapangan pekerjaan yang ada sedikit itu malah akan membuat
suatu permasalah yang baru.selanjutnya tenaga kerja,ada tenaga kerja terlatih
tenaga kerja terdidik.semua orang pasti bisa menjadi tenaga kerja tetapi tidak
semua tenaga kerja memiliki keahlian pada dirinya.setiap tenga kerja harus
memiliki keahlian pada bidang pekerjaan agar memudahkan untuk menjalankan
tugasnya maka dari itu pemerintah juga harus menyediakan tempat untuk para
tenaga kerja untuk menambah ilmu agar mereka semua menjadi tenaga kerja yang
memiliki keahlian atau keterampilan sehingga mereka menjadi sumber daya manusia
yang bermanfaat.dan factor terakhir adalah factor yang sangat penting dalam
pembangunan nasional yaitu akumulasi modal (investasi) dalam sebuah perusahaan
atau Negara pasti membutuhkan modal untuk menjalankan semua kegiatan
kegiatannya.sebuah perusahaan membutukan modal untuk menjalankan kegiatan
produksinya dan sebuah Negara membutuhkan modal untuk pertumbuhan pembangunan
Negara tersebut.ketika suatu Negara memiliki modal yang cukup itu akan
memudahkan Negara tersebut untuk membangun Negara tersebut apalagi ketika semua
factor diatas berjalan dengan seimbang itu akan lebih baik lagi.
Pertumbuhan ekonomi pada dasarnya diartikan sebagai suatu proses
dimana PDB riil atau pendapatan riil per kapita meningkat secara terus menerus
melalui kenaikan produktivitas per kapita (Salvatore:1977).
Menurut teori pertumbuhan ekonomi neo-klasik, dengan mengasumsikan luas lahan
tetap, maka yang mempengaruhi pertumbuhan adalah peningkatan pada penawaran
tenaga kerja, peningkatan pada capital stock dan peningkatan pada produktivitas.
Yang terpenting dari produktivitas adalah dengan adanya kemajuan
teknologi, yang mempengaruhinya dengan 2 cara. Pertama adalah kemajuan pada
pengetahuan yang disebut inventions dan kedua adalah penggunaan dari
pengetahuan itu sendiri yang menyebabkan produksi yang lebih efisien yang
disebut inovasi.(Burdadan Wyplosz, 2001)
.
PEREKONOMIAN
INDONESIA
PENGARUH INVESTASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI
NAMA : WAWAN WARDANI
NPM : 29213238
KELAS : 1EB16
Tidak ada komentar:
Posting Komentar