Selasa, 22 Desember 2015

macam-macam karangan

DAFTAR ISI

i.                    Cover        ……………………………………………………..…………..1
ii.                  Daftar Isi   ……………………………………………………..…………..2
iii.                Kata Pengantar ...………………………………………………....………..3
iv.                Pendahuluan .................................................................................................4
a.       Latar belakang ........................................................................................4
b.      Rumusan masalah ...................................................................................4
c.       Tujuan penelitian ....................................................................................5
d.      Metode penelitian ...................................................................................5
v.                  BAB 2...........................................................................................................6
a.       Timbangan buku......................................................................................6
b.      Ringkasan ...............................................................................................6
c.       Skrips ......................................................................................................7
d.      Thesis ......................................................................................................9
e.       Desertasi .................................................................................................11
f.       Karangan Popular ...................................................................................13
g.      Jurnal .......................................................................................................15
vi.                BAB3 ............................................................................................................17
a.       Kesimpulan .............................................................................................17
vii.              Daftar Pustaka.....………………………………………….…………...…. 18






KATA PENGANTAR

       Puji syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang macam-macam karangan ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu Rini Sawitri selaku Dosen mata kuliah Bahasa Indnesia 2 yang telah memberikan tugas ini kepada kami. Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai macam-macam kerangka karangan contohnya seperti skripsi, thesis dan desertasi. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun. Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenandan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.


Jakarta,  Oktober 2015


Penyusun






BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar belakang

Karya Tulis Ilmiah biasa disingkat Karya Ilmiah (Scientific Paper)-- adalah tulisan atau laporan tertulis yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian suatu masalah oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Karya ilmiah sering juga disebut "tulisan akademis" (academic writing) karena biasa ditulis oleh kalangan kampus perguruan tinggi --dosen dan mahasiswa. Karya ilmiah berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi berupa penjelasan (explanation), prediksi (prediction), dan pengawasan (control).

I.2 Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian dari Timbangan Baku?
2.      Apa pengertian dan Ciri-ciri dari Ringkasan?
3.      Apakah perbedaan ringkasan, iktisar, dan rangkuman?
4.      Apa itu skripsi?
5.      Apa pengertian, jenis dan karakteristik dari Tesis?
6.      Bagaimana cara penulisan Tesis?
7.      Apa yang dimaksud dari disertasi?
8.      Apa pengertian dan ciri-ciri karangan ilmiah populer?
9.      Bagaimana cara penulisan dari karangan ilmiah?
10.  Apa pengertian dan karakteristik jurnal ilmiah?


I.3 Tujuan Penulisan

1.      Untuk mengetahui maksud dari timbangan baku
2.      Untuk mengtahui pengertian ringkasan dan ciri-cirinya
3.      Untuk menggambarkan perbedaan ringkasan, ikhtisar, dan rangkuman
4.       Untuk mengetahui pengertian dari skripsi
5.      Untuk menjelaskan tentang tesis beserta karakteristik dan jenisnya
6.      Untuk memberitahu bagaimana cara penulisan tentang tesis
7.      Untuk mengetahui pengertian disertasi
8.      Untuk mengetahui pengertian dan ciri-ciri karangan ilmiah populer
9.      Untuk menjelaskan bagaimana cara penulisan dalam karangan ilmiah
10.  Untuk mengetahui tentang pengerian dan karakteristik jurnla ilmiah

I.4 Metode Penulisan

Studi pustaka ditelatur yang di peroleh dari buku maupun artikel – artikel online.


















BAB 2

2.1 Timbangan Buku 

    Timbangan buku sama dengan kritik buku yaitu pertimbangan atau pendapat tentang baik buruk sebuah karya yang dapat di sampaikan secara tertulis maupun lisan oleh siapa saja. Bedah buku adalah pembicaraan mengenai buku dengan melibatkan beberapa orang atau forum untuk berdiskusi, ada tokoh atau bahkan pengarangnya sendiri ikut terlibat. Pendapat atau penilaian tentang buku yang dibedah dapat disimpulkan lebih obyektif karena berdasarkan pendapat umum. 
    Dengan demikian antara resensi dan timbangan buku hampir mirip. Kalau di dalam timbangan buku bisa dilakukan oleh siapa saja (sama dengan resensi) tetapi kalau bedah buku bisa dilakukan oleh tokoh yang menguasai atau bahkan pengarangnya sendiri di hadapan para calon pembaca.

2.2 Ringkasan

Bentuk ringkas dari karangan yang masih memperlihatkan sosok dasr dari aslinya. Inti tidak meninggalkan urutan dasar yang melandasinya. Dengan kata lain memangkas hal-hal yang lebih kecil yang meliputi gagasan utama bacaan, kerangka dasar masih tampak jelas.

Ringkasan adalah penyajian karangan atau peristiwa yang panjang dalam bentuk yang singkat dan efektif. Ringkasan adalah sari karangan tanpa hiasan. Ringkasan itu dapat merupakan ringkasan sebuah buku, bab, ataupun artikel. Fungsi sebuah ringkasan adalah memahami atau mengetahui sebuah buku atau karangan. Dengan membuat ringkasan, kita mempelajari cara seseorang menyusun pikirannya dalam gagasan-gagasan yang diatur dari gagasan yang besar menuju gagasan penunjang, melalui ringkasan kita dapat menangkap pokok pikiran dan tujuan penulis.

2.2.1 Ciri-ciri ringkasan:
a)      Inti tidak meninggalkan urutan dasar karangan.
b)      Kerangka dasr masih tampak jelas
c)      Memangkas gagasan utama menjadi lebih ringkas
d)     Tujuannya untuk  memangkas gagasan.

2.2.2 Perbedaan ringkasan, intisar dan rangkuman

Perbedaan ringkasan tampak jelas dari proses penyusunan. Dalam proses pembuatan ringkasan, penulis perlu membaca naskah atau karangan asli, tidak cukup sekali baca saja. Penulis disarankan untuk mengkaji ulang setiap tulisan serta bab secara menyeluruh. Hal ini dilakukan agar penulis mampu mengetahui tujuan dan sudut pandang yang berusaha disampaikan pengarang.

Ikhtisar Pada intinya, penulis harus mampu menangkap gagasan utama per paragraf lalu merangkaikan pokok pikiran dari paragraf lain sehingga membentuk paragraf baru yang lebih berbobot. Dalam proses pembuatan ikhtisar, penulis tak wajib mempertahankan urutan asli naskah dan isi tulisan secara profesional. Penulis hanya perlu mengungkapkan inti masalah saja.

rangkuman kalimat-kalimat tersebut telah disusun rapi dan tidak terpisah satu dengan yang lainnya di mana membentuk beberapa paragraf dan setiap paragraf memiliki satu ide pokok/pemikiran. Lalu rangkuman memiliki pendapat dari penulis terhadap sesuatu yang ia rangkum. Jadi, rangkuman memang benar-benar disusun secara runtut dan jelas.

2.3  Skripsi
Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.
Skripsi bertujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswa yang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan keterampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan, dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Skripsi merupakan persyaratan untuk mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia. Istilah skripsi sebagai tugas akhir sarjana hanya digunakan di Indonesia. Negara lain, seperti Australia menggunakan istilah thesis untuk penyebutan tugas akhir dengan riset untuk jenjang undergraduate (S1), postgraduate (S2), Ph.D. dengan riset (S3) dan disertation untuk tugas riset dengan ukuran yang kecil baik undergraduate (S1) ataupun postgraduate (pascasarjana). Sedangkan di Indonesia skripsi untuk jenjang S1, tesis untuk jenjang S2, dan disertasi untuk jenjang S3.
Dalam penulisan skripsi, mahasiswa dibimbing oleh satu atau dua orang pembimbing yang berstatus dosen pada perguruan tinggi tempat mahasiswa kuliah. Untuk penulisan skripsi yang dibimbing oleh dua orang, dikenal istilah Pembimbing I dan Pembimbing II. Biasanya, Pembimbing I memiliki peranan yang lebih dominan bila dibanding dengan Pembimbing II.
Proses penyusunan skripsi berbeda-beda antara satu kampus dengan yang lain. Namun umumnya, proses penyusunan skripsi adalah sebagai berikut:
a)       Pengajuan judul skripsi
b)       Pengajuan proposal skripsi
c)       Seminar proposal skripsi
d)       Penelitian
e)       Setelah penulisan dianggap siap dan selesai, mahasiswa mempresentasikan hasil karya ilmiahnya tersebut pada Dosen Penguji (sidang tugas akhir).
f)        Mahasiswa yang hasil ujian skripsinya diterima dengan revisi, melakukan proses revisi sesuai dengan masukan Dosen Penguji.
Terdapat juga proses penyusunan skripsi yang cukup ringkas sebagai berikut:
a)       Pengajuan judul skripsi/meminta topik skripsi dari dosen
b)       Penelitian dan bimbingan skripsi
c)       Seminar
d)       Sidang
e)       Revisi



2.4  Thesis
Tesis adalah salah satu karya ilmiah tertulis yang disusun mahasiswa secara individual berdasarkan hasil penelitian empiris untuk dijadikan bahan kajian akademis. Tesis adalah pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen-argumen untuk dikemukakan, merupakan hasil dari studi yang sistematis atas masalah, tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Tesis adalah karya ilmiah yang disyaratkan untuk lulus pendidikan jenjang S2.

2.4.1 Karakteristik Tesis

a.       Berfokus pada kajian mengenai salah satu isu sentral yang tercakup dalam salah satu disiplin dalam ilmu pendidikan sesuai dengan program studi yang ditempuh oleh mahasiswa yang bersangkutan.
b.      Merupakan pengujian empirik terhadap posisi teoritik tertentu.
c.       Menggunakan data primer sebagai data utama yang dapat ditunjang oleh data sekunder.
d.      Ditulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, kecuali untuk program studi bahasa asing.

2.4.2 Jenis Tesis

a.       Penelitian Kuantitatif atau Nalar Deduktif-Hipotektikal: membangun pernyataan/kerangka hipotetikal

b.      Penelitian Kualitatif atau Nalar Induktif–Nonhipotetikal: tidak membangun pernyataan/kerangka hipotetikal format sebagai berikut:




2.4.3 Penulisan Tesis

Penulisan tesis untuk penelitian atau Usulan Penelitian (UP) dapat disajikan dengan format sebagai berikut:
a.      Judul
Judul penelitian berisi pernyataan yang secara spesifik mencerminkan isi penelitian yang akan dilakukan (mencerminkan konsep atau hubungan antar konsep dari gejala/fenomena yang diteliti).
b.      Lembar Pengesahan
Tanda persetujuan Komisi Pembimbing atau Promotor yang menyatakan bahwa tesis/disertasi layak diujikan.
c.       Lembar Pernyataan
Lembaran ini berisi penyataan tentang:
a)       Tesis/disertasi yang diajukan adalah asli dan belum pernah diajukan untuk mendapatkan gelar akademik (sarjana, magister, dan/atau doktor di universitas/perguruan tinggi manapun).
b)       Tesis/disertasi adalah murni gagasan, rumusan dan penelitian penulis sendiri tanpa bantuan pihak lain, kecuali arahan tim pembimbing atau tim promotor.
c)       Pada tesis/disertasi tidak terdapat karya-karya atau pendapat yang telah ditulis atau dipublikasikan orang lain, kecuali secara tertulis dengan jelas mencamtumkannya sebagai acuan dan menuliskannya sumber acuan tersebut dalam daftar pustaka.
d)       Persetujuan dari komisi etik penelitian bagi yang mempersyaratkan.
d.      Abstract/Abstrak
Mencerminkan seluruh isi tesis/disertasi dengan mengungkapkan intisari permasalahan penelitian, pendekatan yang digunakan atau kerangka pemikiran, metode penelitian, temuan penelitian, dan kesimpulan. Uraian ditulis dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, masing-masing tidak lebih dari 500 kata.
e.       Kata Pengantar
Bagian ini mengemukakan pokok-pokok persoalan yang diteliti. Selain ini, dapat pula dikemukakan hal-hal seperti: kesulitan sewaktu melakukan penelitian dan hal-hal yang memperlancar pelaksanaan penelitian dan penulisan tesis/disertasi serta pernyataan ungkapan rasa terima kasih kepada pelbagai pihak atas terlaksananya penelitian dan penulisan tesis/disertasi.
f.       Daftar Isi
Susunan isi tesis/disertasi sesuai dengan tata urut atau sistematika penulisan tesis/disertasi. Yang masuk “Daftar Isi” hanya tajuk-tajuk sesudah “Daftar Isi”.

2.5  Disertasi
Disertasi  adalah karya ilmiah mahasiswa untuk jenjang pendidikan S3 yang berupaya menciptakan suatu teori baru dengan menguji hipotesis yang disusun berdasarkan teori yang sudah ada. Disertasi berupa paparan diskusi yang menyertai sebuah pendapat atau argumen.
2.5.1        PERBEDAAN SKRIPSI, TESIS DAN DISERTASI
Secara umum, perbedaan antara skripsi, tesis, dan disertasi dapat dilihat dari duaaspek, yaitu aspek kuantitatif dan aspek kualitatif. Dari aspek kuantitatif, secara literal dapatdikatakan bahwa disertasi lebih berat bobot akademisnya daripada tesis dan tesis lebih beratbobot akademisnya dari pada skripsi. Ketentuan ini hanya dapat diberlakukan untuk jeniskarya ilmiah yang sama (sama-sama hasil penelitian kuantitatif atau sama-sama hasilpenelitian kualitatif) dan dalam bidang studi yang sama pula (misalnya sama-sama tentangekonomi). Artinya, disertasi mencakup bahasan yang lebih luas daripada tesis, dan tesismencakup bahasan yang lebih luas atau lebih dalam daripada skripsi. Namun ukurankuantitas ini tidak dapat diberlakukan jika skripsi, tesis, dan disertasi dibanding-bandingkanantar bidang studi atau antar jenis penelitian. Oleh karena itu perbedaan skripsi, tesis, dandisertasi biasanya tidak hanya dilihat dari aspek kuantitatif, tetapi lebih banyak dilihat dariaspek kualitatif.Pada dasarnya, aspek-aspek kualitatif yang membedakan skripsi, tesis, dan disertasidapat dikemukakan secara konseptual, namun sulit untuk dikemukakan secara operasional.Berikut dikemukakan aspek-aspek yang dapat membedakan skripsi, tesis, dan disertasi,terutama yang merupakan hasil penelitian kuantitatif

2.6 karangan ilmiah populer

pengertian karangan ilmiah populer menurut 3 sumber:
a)       Amir dalam bukunya yang berjudul dasar- dasar Penulisan Karya ilmiah (tahun 2007;halaman 144) Beliau mengatakan bahwa “Karangan ilmiah populer adalah karangan ilmiah yang berisi pembicaraan tentang ilmu pengetahuan dengan teknik yang sederhana mengenai hal- hal tentang kehidupan sehari- hari”.
                        
b)       Prof.Dr. Suhardjono dalam bukunya yang berjudul Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah (tahun 2001;halaman 35) Beliau mengatakan bahwa “karangan ilmiah populer yaitu pengetahuan ilmiah yang disajikan dengan tampilan format dan bahasa yang lebih enak dibaca & dipahami, fakta yang disajikan harus tetap obyektif dan dijiwai dengan kebenaran dan metode berfikir keilmuan”.

Menurut Amir, dalam bukunya yang berjudul “Dasar- dasar Penulisan Karya Ilmiah”, perbedaan Karangan Ilmiah dan Kkarangan Ilmiah Populer berdasarkan bahan, penyajian, sikap penulis serta simpulan adalah sebagai berikut:
No
Perbedaan
Karangan Ilmiah
Karangan Ilmiah Populer
1
Bahan
Menyajikan fakta yang benar/ obyektif, dapat dibuktikan.
Menyajikan fakta obyektif, bisa juga fiktif.
2
Penyajian
Menggunakan bahasa baku (cermat, formal, dan lugas), sistematis (sesuai dengan kerja ilmiah), dan metode ilmiah.
Menggunakan bahasa yang cermat, tidak selalu formal tetapi tetap taat asas, disusun secara sistematis, tidak memuat hipotesis.
3
Sikap Penulis
Jujur (tidak melebih-lebihkan atau mengurangi sesuatu), objektif (tidak mengejar keuntungan pribadi).
Tidak memancing pertanyaan yang meragukan perasaan pembaca agar seolah-olah mereka menghindari sendiri.
4
Simpulan
Berdasarkan fakta dan bukan emotif.
Membiarkan fakta berbicara sendiri, sekalipun didahului dengan membimbing dan mendorong pembacanya untuk berpikir aplikasinya.
                            
2.6.1 Ciri- ciri tulisan  ilmiah Populer
a.    Sasaranya masyrakat umum atau awam
b.    Kata – katanya sederhana ,mudah didentifikasi dan dipahami
c.    Tidak memuat hiptesis
d.    Isi dan judul harus informative dan mudah di tangkap maksudnya
e.    Karangan ilmiah populer disusun seperti kerucut terbalik
f.     Menggunakan bahasa yang komunikatif.

2.6.2 Kerangka Karangan Ilmiah Populer
a.    Pendahuluan
b.    Tubuh tulisan
c.    Penutup         


2.6.3 Langkah- langkah Menulis Karangan Ilmiah Populer
a.    Menelaah tema
b.    Menguji kelayakan topik
c.    Mengumpulkan bahan sumber tulisan
d.    Menyusun kerangka
e.    Mengembangkan kerangka (Soesena, 1993: 77)
2.7 jurnal Ilmiah
Menurut wikipedia Jurnal ilmiah merupakan salah satu jenis jurnal akademik di mana penulis (umumnya peneliti) mempublikasikan artikel ilmiah yang biasanya memberikan kontribusi terhadap teori atau penerarapan ilmu. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review (review oleh orang-orang yang lebih berkompeten). Terdapat berbagai jurnal ilmiah yang mencakup semua bidang ilmu, baik ilmu alam maupun ilmu sosial. Penerbitan dalam bentuk artikel ilmiah biasanya lebih sering untuk bidang ilmu alam maupun kedokteran dibandingkan dengan bidang akademik ain. 
Berdasarkan versi lain, jurnal adalah terbitan berkala yang berbentuk majalah yang berisi bahan ilmiah yang diterbitkan untuk orang-orang dengan minat khusus (misal: matematika). Awalnya jurnal dalam bentuk buku, namun seiring berkembangnya teknologi informasi, jurnal kini diterbitkan dalam bentuk elektronik, atau lebih dikenal dengan nama  eJournal. Jurnal biasanya diterbitkan 2-3 kali dalam setahun, berapa jurnal besar biasanya bisa lebih.
2.7.1 Karakteristik Jurnal Ilmiah
Umumnya jurnal ilmiah  memiliki aspek perkembangan ilmu, bukan artikel ilmiah biasa.Seleksinya pun cenderung sangat ketat, apalagi jurnal internasional. Jurnal memiliki cakupan materi yang luas namun sangat padat, hanya 6-8 halaman, namun setiap kalimatnya bernilai ilmu pengetahuan. Jurnal bersifat sangat efektif, tidak memuat gambar atu tabel. Untuk jurnal matematika, umumnya banyak teori rumus dasar yang tidak ditulis, sehingga hanya orang-orang yang sebidang yang dapat memahami isi dari jurnal ilmiah tersebut.

2.7.2 Tujuan Penulisan Jurnal Ilmiah
Karena penulisan jurnal ilmiah diproduksi dalam jumlah yang sangat terbatas, maka diharapkan yang membaca adalah ilmuwan yang tepat, sehingga dapat membantu penelitian selajutnya, sehingga tidak terjadi banyak peneliti melakukan penelitan yang sama persis. Hal ini bertujuan agar penelitian sejenis bisa saling bekerja sama dan saling menjadi acuan, karena IPTEK akan berkembang sangat pesat, jika para ilmuwan bekerjasama dengan baik. Selain itu jurnal ilmiah adalah suatu upaya untuk memasyarakatkan IPTEK.
2.7.3  Menulis Jurnal Ilmiah
Menulis jurnal ilmiah bukan merupakan pekerjaan yang mudah, tetapi tidak ada salahnya jika dilatih. Jika anda punya artikel yang siap dijurnalkan, sebelum menulis jurnal ilmiah disarankan untuk: (1) Mengetahui lingkup bidang keilmuan suatu jurnal, untuk mengecek apakah artikel kita sesuai (2) Mengunduh/membuat template sesuai aturan jurnal tersebut, (3) Menulis artikel yang sesuai dengan gaya (bahasa, alur, dll) jurnal tesebut.
2.8.4 Tips Lolos Jurnal Ilmiah
Jika ingin karya tulis kita masuk dalam terbitan berkala ilmiah, maka kita harus memeniuhi aturan yang diberikan, seperti lingkup ilmu, panduan pengetikan , dan yang tidak kalah pentingnya adalah kualitas.











BAB 3
PENUTUP

Simpulan
kerangka karangan mempunyai banyak macam nya dari timbangan buku , ringkasan , skripsi , Tesis , Disertasi , dan Jurnal Ilmiah , masing masing karangan tersebut mempunya susunan dalam pembuatannya yang benar benar harus sesuai dengan susunan yang telah di atur . karena bagus tidaknya sebuah karangan bukan hanya terlihat dari topik apa yang di bahas , melainkan juga di lihat dari kebenaran kerangkanya .
Kerangka karangan pun mempunyai fungsi nya masing masing dalam pembahasannya , seperti Skripsi yang di gunakan untuk tugas Akhir para mahasiswa S1 , Tesis untuk S2 dan Disertasi untuk S3 dan ada beberapa manfaat lain dari beberapa Kerangka Lainnya

















Daftar Pustaka:
Dwiloka, Bambang. 2005. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Penerbit Rineka Cipta
Hariwijaya, M. 2008. Pedoman Penulisan Ilmiah Proposal dan Skripsi. Tugu Publisher
Farkhan, M. 2006. Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Penerbit Cella.
Sudjana, N. 1988. Tuntunan penyusunan karya ilmiah: makalah-skripsi-tesis-disertasi. Sinar Baru.

Nasuhi, H. . dkk. 2007. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, dan Disertasi). Jakarta: CeQDA.