DAFTAR ISI
i.
Cover ……………………………………………………..…………..1
ii.
Daftar Isi ……………………………………………………..…………..2
iii.
Kata Pengantar ...………………………………………………....………..3
iv.
Pendahuluan
.................................................................................................4
a. Latar belakang ........................................................................................4
b. Rumusan masalah ...................................................................................4
c. Tujuan penelitian ....................................................................................5
d. Metode penelitian ...................................................................................5
v.
BAB
2...........................................................................................................6
a.
Timbangan
buku......................................................................................6
b.
Ringkasan ...............................................................................................6
c.
Skrips
......................................................................................................7
d.
Thesis
......................................................................................................9
e.
Desertasi
.................................................................................................11
f.
Karangan Popular
...................................................................................13
g.
Jurnal
.......................................................................................................15
vi.
BAB3
............................................................................................................17
a.
Kesimpulan
.............................................................................................17
vii.
Daftar Pustaka.....………………………………………….…………...…. 18
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah
tentang macam-macam karangan ini dengan baik meskipun banyak
kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu Rini Sawitri selaku Dosen mata kuliah Bahasa Indnesia 2 yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai macam-macam
kerangka karangan contohnya seperti skripsi, thesis dan desertasi. Kami juga
menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh
dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan
usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang,
mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun. Semoga
makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya
laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang
yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan
kata-kata yang kurang berkenandan kami memohon kritik dan saran yang membangun
demi perbaikan di masa depan.
Jakarta, Oktober 2015
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar belakang
Karya Tulis
Ilmiah biasa disingkat Karya Ilmiah (Scientific Paper)-- adalah tulisan atau
laporan tertulis yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian suatu masalah
oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang
dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Data, simpulan, dan informasi
lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi)
bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Karya ilmiah
sering juga disebut "tulisan akademis" (academic writing) karena
biasa ditulis oleh kalangan kampus perguruan tinggi --dosen dan mahasiswa.
Karya ilmiah berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan
teknologi berupa penjelasan (explanation), prediksi (prediction), dan
pengawasan (control).
I.2 Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian dari Timbangan
Baku?
2.
Apa pengertian dan Ciri-ciri dari
Ringkasan?
3.
Apakah perbedaan ringkasan,
iktisar, dan rangkuman?
4.
Apa itu skripsi?
5.
Apa pengertian, jenis dan
karakteristik dari Tesis?
6.
Bagaimana cara penulisan Tesis?
7.
Apa yang dimaksud dari disertasi?
8.
Apa pengertian dan ciri-ciri
karangan ilmiah populer?
9.
Bagaimana cara penulisan dari
karangan ilmiah?
10. Apa pengertian dan karakteristik jurnal ilmiah?
I.3 Tujuan Penulisan
1.
Untuk mengetahui maksud dari
timbangan baku
2.
Untuk mengtahui pengertian
ringkasan dan ciri-cirinya
3.
Untuk menggambarkan perbedaan
ringkasan, ikhtisar, dan rangkuman
4.
Untuk mengetahui pengertian dari skripsi
5.
Untuk menjelaskan tentang tesis
beserta karakteristik dan jenisnya
6.
Untuk memberitahu bagaimana cara
penulisan tentang tesis
7.
Untuk mengetahui pengertian
disertasi
8.
Untuk mengetahui pengertian dan
ciri-ciri karangan ilmiah populer
9.
Untuk menjelaskan bagaimana cara
penulisan dalam karangan ilmiah
10. Untuk mengetahui tentang pengerian dan karakteristik jurnla ilmiah
I.4 Metode Penulisan
Studi pustaka ditelatur yang di
peroleh dari buku maupun artikel – artikel online.
BAB 2
2.1 Timbangan Buku
Timbangan buku sama
dengan kritik buku yaitu pertimbangan atau pendapat tentang baik buruk sebuah
karya yang dapat di sampaikan secara tertulis maupun lisan oleh siapa saja.
Bedah buku adalah pembicaraan mengenai buku dengan melibatkan beberapa orang
atau forum untuk berdiskusi, ada tokoh atau bahkan pengarangnya sendiri ikut
terlibat. Pendapat atau penilaian tentang buku yang dibedah dapat disimpulkan
lebih obyektif karena berdasarkan pendapat umum.
Dengan
demikian antara resensi dan timbangan buku hampir mirip. Kalau di dalam timbangan
buku bisa dilakukan oleh siapa saja (sama dengan resensi) tetapi kalau bedah
buku bisa dilakukan oleh tokoh yang menguasai atau bahkan pengarangnya sendiri
di hadapan para calon pembaca.
2.2 Ringkasan
Bentuk ringkas dari karangan yang
masih memperlihatkan sosok dasr dari aslinya. Inti tidak meninggalkan urutan
dasar yang melandasinya. Dengan kata lain memangkas hal-hal yang lebih kecil
yang meliputi gagasan utama bacaan, kerangka dasar masih tampak jelas.
Ringkasan adalah penyajian karangan atau peristiwa yang panjang dalam bentuk yang singkat
dan efektif. Ringkasan adalah sari karangan tanpa hiasan. Ringkasan itu dapat
merupakan ringkasan sebuah buku, bab, ataupun artikel. Fungsi sebuah ringkasan
adalah memahami atau mengetahui sebuah buku atau karangan. Dengan membuat
ringkasan, kita mempelajari cara seseorang menyusun pikirannya dalam
gagasan-gagasan yang diatur dari gagasan yang besar menuju gagasan penunjang,
melalui ringkasan kita dapat menangkap pokok pikiran dan tujuan penulis.
2.2.1 Ciri-ciri ringkasan:
a)
Inti tidak meninggalkan urutan
dasar karangan.
b)
Kerangka dasr masih tampak jelas
c)
Memangkas gagasan utama menjadi
lebih ringkas
d)
Tujuannya untuk memangkas
gagasan.
2.2.2 Perbedaan ringkasan, intisar dan rangkuman
Perbedaan ringkasan
tampak jelas dari proses penyusunan. Dalam proses pembuatan ringkasan, penulis
perlu membaca naskah atau karangan asli, tidak cukup sekali baca saja. Penulis
disarankan untuk mengkaji ulang setiap tulisan serta bab secara menyeluruh. Hal
ini dilakukan agar penulis mampu mengetahui tujuan dan sudut pandang yang
berusaha disampaikan pengarang.
Ikhtisar
Pada intinya, penulis harus mampu menangkap gagasan utama per paragraf lalu
merangkaikan pokok pikiran dari paragraf lain sehingga membentuk paragraf baru
yang lebih berbobot. Dalam proses pembuatan ikhtisar, penulis tak wajib
mempertahankan urutan asli naskah dan isi tulisan secara profesional. Penulis
hanya perlu mengungkapkan inti masalah saja.
rangkuman
kalimat-kalimat tersebut telah disusun rapi dan tidak terpisah satu dengan yang
lainnya di mana membentuk beberapa paragraf dan setiap paragraf memiliki satu
ide pokok/pemikiran. Lalu
rangkuman memiliki pendapat dari penulis terhadap sesuatu yang ia rangkum.
Jadi, rangkuman memang benar-benar disusun secara runtut dan jelas.
2.3 Skripsi
Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu
karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang
membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan
menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.
Skripsi bertujuan agar mahasiswa
mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya.
Mahasiswa yang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan
keterampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan, dan menjelaskan
masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Skripsi
merupakan persyaratan untuk mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan
Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia.
Istilah skripsi sebagai tugas akhir sarjana hanya digunakan di Indonesia.
Negara lain, seperti Australia menggunakan istilah thesis untuk penyebutan tugas akhir dengan riset untuk jenjang undergraduate (S1), postgraduate (S2), Ph.D. dengan riset
(S3) dan disertation untuk
tugas riset dengan ukuran yang kecil baik undergraduate (S1) ataupun postgraduate (pascasarjana). Sedangkan di Indonesia skripsi
untuk jenjang S1, tesis untuk jenjang S2, dan disertasi untuk jenjang S3.
Dalam penulisan skripsi,
mahasiswa dibimbing oleh satu atau dua orang pembimbing yang berstatus dosen
pada perguruan tinggi tempat mahasiswa kuliah. Untuk penulisan skripsi yang
dibimbing oleh dua orang, dikenal istilah Pembimbing I dan Pembimbing II.
Biasanya, Pembimbing I memiliki peranan yang lebih dominan bila dibanding
dengan Pembimbing II.
Proses penyusunan skripsi
berbeda-beda antara satu kampus dengan yang lain. Namun umumnya, proses
penyusunan skripsi adalah sebagai berikut:
a) Pengajuan judul skripsi
b) Pengajuan proposal skripsi
d) Penelitian
e) Setelah penulisan dianggap siap dan selesai, mahasiswa mempresentasikan
hasil karya ilmiahnya tersebut pada Dosen Penguji (sidang tugas akhir).
f)
Mahasiswa yang hasil ujian skripsinya
diterima dengan revisi, melakukan proses revisi sesuai dengan masukan Dosen
Penguji.
Terdapat juga proses penyusunan
skripsi yang cukup ringkas sebagai berikut:
a) Pengajuan judul skripsi/meminta topik skripsi dari dosen
b) Penelitian dan bimbingan skripsi
c) Seminar
d) Sidang
e) Revisi
2.4 Thesis
Tesis
adalah salah satu karya ilmiah tertulis yang disusun mahasiswa secara
individual berdasarkan hasil penelitian empiris untuk dijadikan bahan kajian
akademis. Tesis adalah pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen-argumen
untuk dikemukakan, merupakan hasil dari studi yang sistematis atas masalah,
tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan
menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Tesis adalah karya ilmiah
yang disyaratkan untuk lulus pendidikan jenjang S2.
2.4.1 Karakteristik Tesis
a.
Berfokus pada kajian mengenai
salah satu isu sentral yang tercakup dalam salah satu disiplin dalam ilmu
pendidikan sesuai dengan program studi yang ditempuh oleh mahasiswa yang
bersangkutan.
b.
Merupakan pengujian empirik
terhadap posisi teoritik tertentu.
c.
Menggunakan data primer sebagai
data utama yang dapat ditunjang oleh data sekunder.
d.
Ditulis dengan bahasa Indonesia
yang baik dan benar, kecuali untuk program studi bahasa asing.
2.4.2 Jenis Tesis
a.
Penelitian Kuantitatif atau Nalar
Deduktif-Hipotektikal: membangun pernyataan/kerangka hipotetikal
b.
Penelitian Kualitatif atau Nalar
Induktif–Nonhipotetikal: tidak membangun pernyataan/kerangka hipotetikal format
sebagai berikut:
2.4.3 Penulisan Tesis
Penulisan tesis untuk penelitian atau Usulan Penelitian (UP) dapat
disajikan dengan format sebagai berikut:
a.
Judul
Judul penelitian berisi pernyataan yang secara spesifik mencerminkan isi
penelitian yang akan dilakukan (mencerminkan konsep atau hubungan antar konsep
dari gejala/fenomena yang diteliti).
b.
Lembar Pengesahan
Tanda persetujuan Komisi Pembimbing atau Promotor yang
menyatakan bahwa tesis/disertasi layak diujikan.
c.
Lembar Pernyataan
Lembaran ini berisi penyataan tentang:
a) Tesis/disertasi yang diajukan adalah asli dan belum pernah diajukan untuk
mendapatkan gelar akademik (sarjana, magister, dan/atau doktor di
universitas/perguruan tinggi manapun).
b) Tesis/disertasi adalah murni gagasan, rumusan dan penelitian penulis
sendiri tanpa bantuan pihak lain, kecuali arahan tim pembimbing atau tim
promotor.
c) Pada tesis/disertasi tidak terdapat karya-karya atau pendapat yang telah
ditulis atau dipublikasikan orang lain, kecuali secara tertulis dengan jelas
mencamtumkannya sebagai acuan dan menuliskannya sumber acuan tersebut dalam
daftar pustaka.
d) Persetujuan dari komisi etik penelitian bagi yang mempersyaratkan.
d.
Abstract/Abstrak
Mencerminkan seluruh isi tesis/disertasi dengan mengungkapkan intisari
permasalahan penelitian, pendekatan yang digunakan atau kerangka pemikiran,
metode penelitian, temuan penelitian, dan kesimpulan. Uraian ditulis dalam
Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, masing-masing tidak lebih dari 500 kata.
e.
Kata Pengantar
Bagian ini mengemukakan pokok-pokok persoalan yang diteliti. Selain ini,
dapat pula dikemukakan hal-hal seperti: kesulitan sewaktu melakukan penelitian
dan hal-hal yang memperlancar pelaksanaan penelitian dan penulisan
tesis/disertasi serta pernyataan ungkapan rasa terima kasih kepada pelbagai
pihak atas terlaksananya penelitian dan penulisan tesis/disertasi.
f.
Daftar Isi
Susunan isi tesis/disertasi sesuai dengan tata urut atau sistematika
penulisan tesis/disertasi. Yang masuk “Daftar Isi” hanya tajuk-tajuk sesudah
“Daftar Isi”.
2.5 Disertasi
Disertasi
adalah karya ilmiah
mahasiswa untuk jenjang pendidikan S3 yang berupaya menciptakan suatu teori
baru dengan menguji hipotesis yang disusun berdasarkan teori yang sudah ada.
Disertasi berupa paparan diskusi yang menyertai sebuah pendapat atau argumen.
2.5.1
PERBEDAAN SKRIPSI,
TESIS DAN DISERTASI
Secara
umum, perbedaan antara skripsi, tesis, dan disertasi dapat dilihat dari
duaaspek, yaitu aspek kuantitatif dan aspek kualitatif. Dari aspek kuantitatif,
secara literal dapatdikatakan bahwa disertasi lebih berat bobot akademisnya
daripada tesis dan tesis lebih beratbobot akademisnya dari pada skripsi.
Ketentuan ini hanya dapat diberlakukan untuk jeniskarya ilmiah yang sama
(sama-sama hasil penelitian kuantitatif atau sama-sama hasilpenelitian
kualitatif) dan dalam bidang studi yang sama pula (misalnya sama-sama
tentangekonomi). Artinya, disertasi mencakup bahasan yang lebih luas daripada
tesis, dan tesismencakup bahasan yang lebih luas atau lebih dalam daripada
skripsi. Namun ukurankuantitas ini tidak dapat diberlakukan jika skripsi,
tesis, dan disertasi dibanding-bandingkanantar bidang studi atau antar jenis
penelitian. Oleh karena itu perbedaan skripsi, tesis, dandisertasi biasanya
tidak hanya dilihat dari aspek kuantitatif, tetapi lebih banyak dilihat
dariaspek kualitatif.Pada dasarnya, aspek-aspek kualitatif yang membedakan
skripsi, tesis, dan disertasidapat dikemukakan secara konseptual, namun sulit
untuk dikemukakan secara operasional.Berikut dikemukakan aspek-aspek yang dapat
membedakan skripsi, tesis, dan disertasi,terutama yang merupakan hasil
penelitian kuantitatif
2.6 karangan ilmiah populer
pengertian karangan ilmiah
populer menurut 3 sumber:
a) Amir dalam bukunya yang berjudul dasar- dasar Penulisan
Karya ilmiah (tahun 2007;halaman 144) Beliau mengatakan bahwa “Karangan ilmiah
populer adalah karangan ilmiah yang berisi pembicaraan tentang ilmu pengetahuan
dengan teknik yang sederhana mengenai hal- hal tentang kehidupan sehari- hari”.
b) Prof.Dr. Suhardjono dalam bukunya yang berjudul Pedoman
Penyusunan Karya Tulis Ilmiah (tahun 2001;halaman 35) Beliau mengatakan bahwa
“karangan ilmiah populer yaitu pengetahuan ilmiah yang disajikan dengan
tampilan format dan bahasa yang lebih enak dibaca & dipahami, fakta yang
disajikan harus tetap obyektif dan dijiwai dengan kebenaran dan metode berfikir
keilmuan”.
Menurut Amir, dalam bukunya yang
berjudul “Dasar- dasar Penulisan Karya Ilmiah”, perbedaan Karangan Ilmiah dan Kkarangan Ilmiah Populer berdasarkan bahan,
penyajian, sikap penulis serta simpulan adalah sebagai berikut:
|
No
|
Perbedaan
|
Karangan Ilmiah
|
Karangan Ilmiah Populer
|
|
1
|
Bahan
|
Menyajikan fakta yang benar/
obyektif, dapat dibuktikan.
|
Menyajikan fakta obyektif, bisa
juga fiktif.
|
|
2
|
Penyajian
|
Menggunakan bahasa baku
(cermat, formal, dan lugas), sistematis (sesuai dengan kerja ilmiah), dan
metode ilmiah.
|
Menggunakan bahasa yang cermat,
tidak selalu formal tetapi tetap taat asas, disusun secara sistematis, tidak
memuat hipotesis.
|
|
3
|
Sikap Penulis
|
Jujur (tidak melebih-lebihkan
atau mengurangi sesuatu), objektif (tidak mengejar keuntungan pribadi).
|
Tidak memancing pertanyaan yang
meragukan perasaan pembaca agar seolah-olah mereka menghindari sendiri.
|
|
4
|
Simpulan
|
Berdasarkan fakta dan bukan
emotif.
|
Membiarkan fakta berbicara
sendiri, sekalipun didahului dengan membimbing dan mendorong pembacanya untuk
berpikir aplikasinya.
|
2.6.1 Ciri- ciri tulisan ilmiah Populer
a. Sasaranya
masyrakat umum atau awam
b. Kata – katanya sederhana ,mudah didentifikasi dan dipahami
c. Tidak memuat hiptesis
d. Isi dan judul harus informative dan mudah di tangkap maksudnya
e. Karangan ilmiah populer disusun seperti kerucut terbalik
f. Menggunakan bahasa yang komunikatif.
2.6.2 Kerangka Karangan Ilmiah Populer
a. Pendahuluan
b. Tubuh tulisan
c. Penutup
2.6.3 Langkah- langkah Menulis Karangan Ilmiah Populer
a. Menelaah tema
b. Menguji kelayakan topik
c. Mengumpulkan bahan sumber tulisan
d. Menyusun kerangka
e. Mengembangkan kerangka (Soesena, 1993: 77)
2.7 jurnal Ilmiah
Menurut wikipedia Jurnal
ilmiah merupakan salah satu jenis jurnal akademik di mana penulis
(umumnya peneliti) mempublikasikan artikel ilmiah yang biasanya memberikan
kontribusi terhadap teori atau penerarapan ilmu. Untuk memastikan kualitas
ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh
rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer
review (review oleh orang-orang yang lebih
berkompeten). Terdapat berbagai jurnal ilmiah yang mencakup semua bidang
ilmu, baik ilmu alam maupun ilmu sosial. Penerbitan dalam bentuk artikel ilmiah
biasanya lebih sering untuk bidang ilmu alam maupun
kedokteran dibandingkan dengan bidang akademik ain.
Berdasarkan versi lain, jurnal
adalah terbitan berkala yang berbentuk majalah yang berisi bahan ilmiah yang
diterbitkan untuk orang-orang dengan minat khusus (misal: matematika). Awalnya
jurnal dalam bentuk buku, namun seiring berkembangnya teknologi informasi,
jurnal kini diterbitkan dalam bentuk elektronik, atau lebih dikenal dengan nama
eJournal. Jurnal biasanya diterbitkan 2-3 kali dalam
setahun, berapa jurnal besar biasanya bisa lebih.
2.7.1 Karakteristik Jurnal
Ilmiah
Umumnya jurnal ilmiah memiliki aspek perkembangan ilmu, bukan
artikel ilmiah biasa.Seleksinya pun cenderung sangat ketat, apalagi jurnal
internasional. Jurnal memiliki cakupan materi yang luas namun sangat padat,
hanya 6-8 halaman, namun setiap kalimatnya bernilai ilmu pengetahuan. Jurnal
bersifat sangat efektif, tidak memuat gambar atu tabel. Untuk jurnal matematika,
umumnya banyak teori rumus dasar yang tidak ditulis, sehingga hanya orang-orang
yang sebidang yang dapat memahami isi dari jurnal ilmiah tersebut.
2.7.2 Tujuan Penulisan Jurnal
Ilmiah
Karena
penulisan jurnal ilmiah diproduksi dalam jumlah yang sangat terbatas, maka
diharapkan yang membaca adalah ilmuwan yang tepat, sehingga dapat membantu
penelitian selajutnya, sehingga tidak terjadi banyak peneliti melakukan
penelitan yang sama persis. Hal ini bertujuan agar penelitian sejenis bisa
saling bekerja sama dan saling menjadi acuan, karena IPTEK akan berkembang
sangat pesat, jika para ilmuwan bekerjasama dengan baik. Selain itu jurnal
ilmiah adalah suatu upaya untuk memasyarakatkan IPTEK.
2.7.3 Menulis
Jurnal Ilmiah
Menulis jurnal ilmiah bukan merupakan pekerjaan yang mudah, tetapi tidak
ada salahnya jika dilatih. Jika anda punya artikel yang siap dijurnalkan,
sebelum menulis jurnal ilmiah disarankan untuk: (1) Mengetahui lingkup
bidang keilmuan suatu jurnal, untuk mengecek apakah artikel kita sesuai (2)
Mengunduh/membuat template sesuai aturan jurnal tersebut, (3) Menulis artikel
yang sesuai dengan gaya (bahasa, alur, dll) jurnal tesebut.
2.8.4 Tips Lolos Jurnal Ilmiah
Jika ingin karya tulis kita masuk dalam terbitan berkala ilmiah, maka
kita harus memeniuhi aturan yang diberikan, seperti lingkup ilmu, panduan
pengetikan , dan yang tidak kalah pentingnya adalah kualitas.
BAB 3
PENUTUP
Simpulan
kerangka karangan mempunyai banyak macam nya dari
timbangan buku , ringkasan , skripsi , Tesis , Disertasi , dan Jurnal Ilmiah ,
masing masing karangan tersebut mempunya susunan dalam pembuatannya yang benar
benar harus sesuai dengan susunan yang telah di atur . karena bagus tidaknya
sebuah karangan bukan hanya terlihat dari topik apa yang di bahas , melainkan
juga di lihat dari kebenaran kerangkanya .
Kerangka karangan pun mempunyai fungsi nya masing
masing dalam pembahasannya , seperti Skripsi yang di gunakan untuk tugas Akhir
para mahasiswa S1 , Tesis untuk S2 dan Disertasi untuk S3 dan ada beberapa
manfaat lain dari beberapa Kerangka Lainnya
Daftar Pustaka:
Dwiloka, Bambang. 2005. Teknik Menulis Karya Ilmiah.
Penerbit Rineka Cipta
Hariwijaya, M. 2008. Pedoman Penulisan Ilmiah Proposal
dan Skripsi. Tugu Publisher
Farkhan, M. 2006. Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta:
Penerbit Cella.
Sudjana, N. 1988. Tuntunan penyusunan karya ilmiah:
makalah-skripsi-tesis-disertasi. Sinar Baru.
Nasuhi, H. . dkk. 2007. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah
(Skripsi, Tesis, dan Disertasi). Jakarta: CeQDA.