BAB
I PENDAHULUAN
I. I Latar belakang
Di
setiap Negara di dunia ini pasti memiliki permasalahan ekonomi dan pasti di
setiap Negara memiliki permasalahan ekonomi yang berbeda-beda diantara tiap
Negara.permasalahan ekonomi tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan atau
memperlambat pembangunan Negara tersebut.terutama di Negara yang sedang
berkembang pasti memiliki banyak permasalahan yang dihadapi untuk menjadi
Negara maju salah satunya itu adalah Negara Indonesia.sebagai Negara yang
sedang berkembang dan Negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak urutan ke
kempat di dunia setelah Negara Republik Rakyat China ( RRC) sebanyak 1.343.239.923 jiwa,
ke-2 India sebanyak 1.205.073.612 jiwa, ke-3 Amerika Serikat (USA) sebanyak
313.847.465 jiwa, ke-4 Indonesia sebanyak 237.641.326 jiwa. Indonesia
memiliki banyak sekali permasalahan ekonomi yang dihadapi.jika dilihat di masa
yang sekarang begitu banyak permasalahan yang dihadapi Indonesia salah satunya
yaitu rendahnya pertumbuhan ekonomi,masalah pengangguran,masalah kemiskinan,
dan inflasi dan masih banyak lagi permasalahan ekonomi Indonesia.karna dari
permasalahan yang ada itu satu sama lainnya sangat berkaitan dalam pembangunan
Indonesia.karna suatu pembangunan disebuah Negara di pengaruhi oleh beberapa
factor salah satu yaitu pertumbuhan ekonomi.jika pertumbuhan ekonomi rendah itu
akan menghambat Negara tersebut untuk melaksanakan program program yang sudah
dibuat oleh pemerintah untuk pembangunan nasional.karna pemerintah harus
mengatasi terlebih dahulu permasalahan ekonomi tersebut sehingga akan
membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membangunan sebuah Negara yang baik
atau maju.ketika pertumbuhan ekonomi rendah diakibatkan oleh rendahnya
pendapatan yang diterima oleh pemerintah maupun oleh masnyarakat.pertumbuhan
ekonomi yang rendah diakbitkan banyaknya jumlah pengangguran yang ada.karna
masyrakat tidak dapat pekerjaan maka masyrakat tersebut tidak memiliki
pendapatan untuk membiayai kebutuhan kebutuhan hidup sehari hari,untuk
membiayaai kebutuhannya saja tidak mampu apalagi untuk membayar pajak kepada
pemerintah.yang kita tau bahwa pajak merupakan sumber dana untuk melakukan
pembangunan bagi setiap Negara.di Indonesia tingkat penganggurannya cukup
banyak hal ini terjadi dikarenakan pertumbuhan penduduk yang cukup pesat tidak
di banding dengan jumlah kesempatan kerja maupun lapangan kerja.selain factor
tersebut ada factor lain yang mendorong tingginya pengangguran di Indonesia
yaitu factor pendidikan,dikarenkan rendahnya pendidikan yang dimiliki oleh para
tenaga kerja yang ada sehingga mereka tidak mampu bersaing dengan para tenaga
kerja yang memiliki keahlian.tidak berhenti di permasalahan pengangguran,dengan
tingginya jumlah pengangguran yang tinggi menyebabkan permasalahan baru yaitu
masalah kemiskinan.permasalahan kemiskinan terjadi dikarenakan masyarakat tidak
mampu membiayai kehidupan dari sandang,pangan dan papan.sehingga banyak
masyrakat yang tidak memiliki tempat tinggal menggunkan lahan hijau untuk
mendirikan bangunan sementara untuk mereka bertahan hidup.ketika kemiskinan
terjadi suatu Negara sering mengalami inflasi atau kenaikan harga barang barang
pokok.jika suatu kebutuhan pokok mengalami kenaikan para rakyat kecil sulit
untuk memenuhi kebutuhan tersebut.sehingga dari suatu permasalahan yang satu
menimbulkan suatu permasalahan baru yang dapat menghambat pemerintah untuk
melakukan pembangunan.
I.II
TUJUAN PENULISA
Tujuan
dari penulisan ini untuk mengaetahui dampak dampak atau pengaruh dari rendahnya
pertumbuhan ekonomi,pengangguran,kemiskinan dan iflasi terhadap pembangunan
terutama di Negara yang sedang berkembang seperti di Indonesia.karna
pembangunan merupakan suatu tujuan bagi setiap Negara untuk menjadikan Negara
menjadi Negara yang baik bahkan menjadi Negara maju.tetapi untuk mejadi Negara
yang maju tidak mudah,pasti ada kendala kendala yang harus dihadapi pemerintah.
BAB II TINJAUAN LITERATUR
II.1
PENGERTIAN & TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI
Menurut Prof. Simon Kuznets,
mendefinisikan pertumbuhan ekonomi sebagai
”kenaikan jangka panjang dalam kemampuan suatu negara untuk menyediakan semakin
banyak jenis barang-barang ekonomi kepada penduduknya. Definisi ini mempunyai 3
(tiga) komponen: pertama, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa terlihat dari
meningkatnya secara terus-menerus persediaan barang; kedua, teknologi
maju merupakan faktor dalam pertumbuhan ekonomi yang menentukan derajat
pertumbuhan kemampuan dalam penyediaan aneka macam barang kepada penduduk; ketiga,
penggunaan teknologi secara luas dan efisien memerlukan adanya penyesuaian
di bidang kelembagaan dan idiologi sehingga inovasi yang dihasilkan oleh ilmu
pengetahuan umat manusia dapat dimanfaatkan secara tepat (Jhingan, 2000:57).
Banyak
sekali teori yang dibuat oleh para ahli untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi di
sebuah Negara salah satu teorinya sebagai berikut :
1.
Teori Pertumbuhan
Klasik
Menurut pandangan ahli-ahli ekonomi klasik ada empat faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu : jumlah penduduk, jumlah stok
barang-barang modal, luas tanah dan kekayaan alam, serta tingkat teknologi yang
digunakan.
2.
Teori Pertumbuhan
ekonomi Harrod-Domar
Teori pertumbuhan Harrod-Domar ini dikembangkan oleh dua ekonom
sesudah Keynes yaitu Evsey Domar dan Sir Roy F. Harrod. Teori Harrod-Domar ini
mempunyai asumsi yaitu:
1.
Perekonomian dalam keadaan
pengerjaan penuh (full employment) dan barang-barang modal yang terdiri
dalam masyarakat digunakan secara penuh.
2.
Perekonomian terdiri dari
dua sektor yaitu sektor rumah tangga dan sektor perusahaan.
3.
Besarnya tabungan
proporsional dengan besarnya pendapatan nasional.
4.
Kecenderungan untuk menabung
(Marginal Propensity to Save = MPS) besarnya tetap,
demikian juga ratio antara modal-output (Capital-Output Ratio atau COR) dan rasio pertambahan modal-output (Incremental
Capital-Output
Rratio atau ICOR).
II.2 PENGERTIAN & TEORI
PENGANGGURAN
Sadono
Sukirno
Pengangguran adalah suatu keadaan dimana
seseorang yang tergolong dalam angkatan
kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya.
Payman
J. Simanjuntak
Pengangguran adalah orang yang tidak
bekerja berusia angkatan kerja yang tidak bekerja sama sekali atau bekerja
kurang dari dua hari selama seminggu sebelum pencacahan dan berusaha memperoleh
pekerjaan.
pengangguran
berdasarkan istilah umum dari pusat dan latihan tenaga kerja
Pengangguran adalah orang yang tidak
mampu mendapatkan pekerjaan yang menghasilkan uang meskipun dapat dan mampu
melakukan kerja.
Menakertrans
Pengangguran adalah orang yang tidak
bekerja, sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan suatu usaha baru, dan tidak
mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
Pekerja tidak dibayar adalah seseorang yang
bekerja membantu usaha untuk memperoleh penghasilan/keuntungan yang dilakukan
oleh salah seorang rumah tangga atau bukan anggota rumah tangga tanpa mendapat
upah/gaji seseorang tidak memiliki pekerjaan tetapi mereka sedang melakukan
usaha secara aktif dalam empat minggu terakhir untuk mencari pekerjaan
(Kaufman
dan Hotchkiss,1999)
Menurut Sadono
Sukirno (1994), pengangguran adalah suatu keadaan di mana seseorang yang
tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat
memperolehnya. Seseorang yang tidak bekerja, tetapi tidak secara aktif mencari
pekerjaan tidak tergolong.
II.3
PENGERTIAN & TEORI KEMISKINAN
BAPPENAS
(1993)
mendefisnisikan keimiskinan sebagai situasi serba kekurangan yang terjadi bukan
karena kehendak oleh si miskin, melainkan karena keadaan yang tidak dapat
dihindari dengan kekuatan yang ada padanya.
Levitan
(1980)
mengemukakan kemiskinan adalah kekurangan barang-barang dan pelayanan-pelayanan
yang dibutuhkan untuk mencapai suatu standar hidup yang layak.
Faturchman
dan Marcelinus Molo (1994) mendefenisikan
bahwa kemiskinan adalah ketidakmampuan individu dan atau rumah tangga untuk
memenuhi kebutuhan dasarnya.
Menurut
Ellis (1994)
kemiskinan merupakan gejala multidimensional yang dapat ditelaah dari dimensi
ekonomi, sosial politik.
Menurut
Suparlan (1993)
kemiskinan didefinisikan sebagai suatu standar tingkat hidup yang rendah, yaitu
adanya suatu tingkat kekurangan materi pada sejumlah atau segolongan orang
dibandingkan dengan standar kehidupan yang umum berlaku dalam masyarakat yang
bersangkutan
Banyak
pemahaman tentang kemiskinan yang dikemukakan para ahli, salah satu pemahaman
yang dimaksud dikemukakan :
Bank Dunia (1990) dan Chambers (1987)
(dalam
Mikkelsen, 2003:193) yang memandang kemiskinan sebagai :
Suatu kemelaratan dan ketidakmampuan
masyarakat yang diukur dalam suatu standar hidup tertentu yang mengacu kepada
konsep miskin relatif yang melakukan analisis perbandingan di negara-negara
kaya maupun miskin. Sedangkan konsep absolut dari kemiskinan adanya wabah
kelaparan, ketidakmampuan untuk membesarkan atau mendidik anak dan lain-lain.
Usman (2003 : 33)
mengatakan bahwa kemiskinan adalah kondisi
kehilangan (deprivation) terhadap sumber-sumber pemenuh kebutuhan dasar yang
berupa pangan, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan serta hidupnya serba
kekurangan. Sedangkan pemahaman tentang masalah kemiskinan,
II.4 PENGERTIAN & TEORI INFLASI
Rahardja (1997: 32)
inflasi
adalah kecenderungan dari harga-harga untuk meningkat secara umum dan
terus-menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak disebut
inflasi, tetapi jika kenaikan meluas kepada sebagian besar harga barang-barang
maka hal ini disebut inflasi.
Eachern (2000: 133)
menyatakan
bahwa inflasi adalah kenaikan terus-menerus dalam rata-rata tingkat harga. Jika
tingkat harga berfluktuasi, bulan ini naik dan bulan depan turun, setiap adanya
kenaikan kerja tidak berarti sebagai inflasi.
Sukirno (2004: 27)
memberikan definisi bahwa inflasi adalah suatu
proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam suatu perekonomian.
BPS (2000: 10)
mendefinisikan inflasi sebagai salah satu
indikator untuk melihat stabilitas ekonomi suatu wilayah atau daerah yang
menunjukkan perkembangan harga barang dan jasa secara umum yang dihitung dari
indeks harga konsumen. Dengan demikian angka inflasi sangat mempengaruhi daya
beli masyarakat yang berpenghasilan tetap, dan di sisi lain juga mempengaruhi
besarnya produksi barang.
Beberapa ahli teori telah memberikan
landasan terjadinya inflasi, yaitu;
Teori Kuantitas
Menurut teori kuantitas, inflasi disebabkan oleh jumlah uang
beredar melebihi kebutuhan dan adanya ekspektasi atau perkiraan masyarakat
mengenai kecendrungan kenaikan harga-harga pada masa yang akan datang.
Teori Keynes
Menurut teori Keynes inflasi disebabkan oleh permintaan
total terhadap barang dan jasa yang melebihi kemampuan berproduksi masyarakat.
Teori Strukturalis
Menurut teori
strukturalis, inflasi adalah pengiring yang alami bagi pertumbuhan ekonomi,
sehingga inflasi tidak dapat dikendalikan melalui kebijakan fiskal maupun
moneter tanpa menimbulkan pengangguran atau stagnasi dalam pertumbuhan ekonomi.
II.5 PENGERTIAN PEMBANGUNAN NASIONAL
pembangunan Nasional (Tap. MPR No. IV/MPR/1999).
merupakan
usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia
yang dilakukan secara berkelanjutan, berdasarkan kemampuan nasional dengan
memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperhatikan tantangan
perkembangan global.
Seers
(1977), mendefinisikan pembangunan sebagai suatu istilah teknis,
yang berarti membangkitkan masyarakat di Negara-negara berkembang dari
kemiskinan, tingkat melek huruf (literacy rate) yang rendah,
pengangguran, dan ketidakadilan sosial.
Inayatullah
(1976), mendefinisikan pembangunan sebagai perubahan menuju
pola-pola masyarakat yang lebih baik dengan nilai-nilai kemanusiaan yang
memungkinkan suatu masyarakat mempunyai kontrol yang lebih besar terhadap
lingkungan dan tujuan politiknya, juga memungkinkan warganya memperoleh kontrol
yang lebih terhadap diri mereka sendiri.
Rogers
dan Shoemaker (1971), mendefinisikan pembangunan sebagai suatu
jenis perubahan sosial, dimana ide-ide baru diperkenalkan pada suatu sistem
sosial untuk menghasilkan pendapatan per kapita dan tingkat kehidupan yang
lebih tinggi melalui metode produksi yang lebih modern dan organisasi sosial
yang lebih baik. Pembangunan adalah modernisasi pada tingkat sistem sosial.
PENGARUH RENDAHNYA PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP PEMBANGUNAN
Pertumbuhan ekonomi merupakan
peningkatan hasil pendapatan untuk memenuhi kebutuhan. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) secara kumulatif PDB
tumbuh 5,9% per tahun 2010, lebih tinggi bila dibandingkan dengan
capaian tahun 2009 pada periode yang sama, yaitu hanya sebesar 5,8%saja.menurut teori pertumbuhan klasik ada empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu :
jumlah penduduk, jumlah stok barang-barang modal, luas tanah dan kekayaan alam,
serta tingkat teknologi yang digunakan.jumlah penduduk merupakan salah satu
factor pertumbuhan ekonomi,mengapa di Indonesia pertumbuhan ekonominya masih
rendah,sudah kita ketahui jumlah peduduk Indonesia yang sangat tinggi hal ini
lah yang menyebabkan rendahnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia.dengan jumlah
penduduk yang banyak sebenarnya Indonesia memiliki banyak keuntungan karna
secara logika jika jumlah penduduk banyak maka pertumbuhan ekonomi pun
meningkat, tetapi di Indonesia jumlah penduduk yang banyak itu tidak diimbangi
dengan jumlah lapangan kerja yang ada sehingga para penduduk banyak yang tidak
medapatkan pekerjaan sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pun menjadi
rendah.faktor berikutnya yaitu luas tanah dan kekayaan alam,tidak bisa
dipungkiri lagi bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang begitu luas dan
banyak tetapi mengapa pertumbuhan ekonomi Indonesia rendah,Indonesia memiliki
kekayaan yang banyak tetapi tidak memiliki sumber daya manusia yang berkualitas
hal inilah yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia rendah karna
Indonesia tidak bisa memanfaatkan kekayaan yang dimiliki dengan baik.selanjutnya
factor teknologi,factor teknologi juga sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi
karna teknologi digunakan untuk mengolah sumber daya alam yang ada.indonesia
kurang memiliki teknologi yang baik untuuk meingkatkan pertumbuhan
ekonominya.karna jika tidak memiliki teknologi yang memadai percuma saja
memiliki sumber daya alam yang banyak. Teori pertumbuhan ekonomi menjelaskan
mengenai faktor-faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi dan prosesnya dalam
jangka panjang, penjelasan mengenai bagaimana faktor-faktor itu berinteraksi
satu dengan yang lainnya, sehingga menimbulkan terjadinya proses pertumbuhan (Lincolin Arsyad, 1999).pertumbuhan
ekonomi dikatakan berkembang jika pendapatan perkapita mengalami kenaikan untuk
jangka panjang tetapi kenaikan itu tidak secara terus menerus suatu Negara
dikatakan mengalami penurunan ekonomi jika di Negara tersebut sedang mengalami
kekacauan dan berkurangnya nilai ekspor.
PENGARUH PENGANGGURAN TERHADAP
PEMBANGUNAN
Pengangguran adalah seseorang yang
tergolong menjadi anggkatan kerja tetapi belum memiliki pekerjaan ataupun
sedang mencari pekerjaan.di Indonesia golongan angkatan kerja diukur dengan
usia,seseorang yang tergolong angkatan kerja adalah seseorang yang berusia
15-65 tahun.dengan jumlah penduduk yang cukup banyak Indonesia memiliki
angkatan kerja yang banyak pula tetapi jumlah angkatan kerja yang banyak itu
tidak sebanding dengan jumlah kesempatan kerja yang ada.kesempatan kerja adalah
suatu tempat atau perusahaan atau instansi yang mampu menampung banyak orang
untuk bekerja. “Kesempatan kerja akan menampung semua
tenaga kerja yang tersedia apabila lapangan pekerjaan yang tersedia mencukupi
atau seimbang dengan banyaknya tenaga kerja yang tersedia”, (Tambunan, 2001:60) jika jumlah angkatan kerja seimbang
dengan jumlah kesempatan kerja atau lapangan pekerjaan itu akan berdampak
langsung kepada tingkat pengangguran dan berpengaruh terhadap permasalahan yang
lainnya.karna tenaga kerja itu merupakan factor yang sangat penting dalam
kegiatan produksi selain factor sumber daya alam dan sumber daya modal karna
jika ada sumber daya alam dan sumber daya modal tetapi tidak ada tenaga kerja
kegiatan produksi pun tidak akan berjalan,sesuai dengan pengertiannya tenaga
kerja adalah manusia yang mampu bekerja yang dapat menghasilkan barang atau
jasa yang memiliki nilai ekonomis untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat.permasalahn tenaga kerja merupakan permasalahan yang dialami banyak
Negara di dunia terutama di Negara berkembang seperti Indonesia.permasalahan
tenaga kerja merupakan permasalahan yang mudah untuk diatasi karna permasalahn
tenaga kerja dapat menimbulkan permasalahan-permasalahan yang lainnya.jika
jumlah tenaga kerja tidak sesuai dengan jumlah lapangan perkerjaan itu akan
menimbulkan tenaga kerja yang menganggur.jika jumlah pengangguran meningkat
menyebabkan rendahnya pendapatan dan jika pendapatan rendah itu juga akan
menghambat pembangunan nasional. pengagguran menurut (Sumarsono,2009:6), “adalah persentase jumlah penganggur terhadap jumlah
angkatan kerja. Penduduk yang sedang mencari pekerjaan tetapi tidak sedang
mempunyai pekerjaan disebut penganggur”tenaga kerja merupakan factor yang
sangat penting jadi kesempatan kerja atau lapangan pekerjaan akan meningkat
bila jumlah permintaan tinggi atau banyak.untuk mengetahui jumlah penangguran
yang terjadi di Indonesia kita akan melihat data jumlah pengangguran yang
terjadi di Kalimantan barat.
Tabel 1
Tingkat
Pengangguran Terbuka Kabupaten/Kota
di
Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2005 – 2010 (%)
No Kabupaten/Kota 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Rata2
1 Kab.
Sambas 6,27 6,85 6,27 3,89 6,09 4,53 5,65
2 Kab.
Bengkayang 8,52 13,57 5,87 4,71 4,02 3,21 6,65
3 Kab.
Landak 4,11 3,92 3,36 4,03 4,38 4,61 4,07
4 Kab.
Pontianak 9,72 12,45 9,23 9,07 9,75 7,80 9,67
5 Kab.
Sanggau 8,05 9,30 4,39 2,80 3,30 3,62 5,24
6 Kab.
Ketapang 10,27 11,12 5,91 4,29 5,15 3,90 6,77
7 Kab.
Sintang 7,03 5,12 3,58 3,59 3,12 2,35 4,13
8 Kab.
Kapuas Hulu 3,79 1,03 2,24 2,27 1,67 2,25 2,21
9 Kab.
Sekadau 4,50 3,74 3,76 2,74 3,14 2,31 3,36
10 Kab.
Melawi 0,99 1,03 2,60 1,96 1,82 1,30 1,40
11 Kota
Pontianak 16,86 15,90 13,16 10,21 9,38 7,79 12,22
12 Kota
Singkawang 8,07 9,16 11,05 10,09 9,71 8,05 9,36
Kalimantan Barat 8,13 8,53 6,47 5,41 5,44 4,62 5,89
Sumber : BPS
Kalimantan Barat (Data Sakernas 2005-2010)
Jika kita melihat tingkat pengangguran di provinsi kalimanta barat
pada tahun 2005 - 2010 itu bersifat fluktuatif atau berubah ubah,tingkat
pengangguran yang paling tinggi terdapat di kota Pontianak sebesar 12,22 %
sedangkat tingkat pengangguran yang paling redah terdapat di kab.melawi sebesar
1,40%.pada umumnya tingkat pengangguran yang terjadi di provinsi Kalimantan
barat mengalami penurunan,ada beberapa kabupaten yang mengalami penurunan cukup
signifikan salah satunya kab.pontianak di mana pada tahun 2006 sebesar 12,45%
dan pada tahun 2010 mengalami penurunan sebesar 7,80%.kab.bengkayang pada tahun
2006 sebesar 13,57 dan pada tahun 2010 turun menjadi 6,65 dan kab ketapang pada
tahun 2005 sebesar 10,27 % pada tahun 2010 turun menjadi 6,77%.jika dilihat
jumlah pengangguran di kota Pontianak sangat besar dibandingkan di daerah
kabupaten lainnya,hal ini disebabkan
karna pemerintah kota Pontianak tidak bisa menahan atau mengantisipasi
tingkat urbanisasi (migrasi) yang tidak sesuai dengan lapangan pekerjaan
sehingga meningkatkan jumlah pengangguran meningkat.secara umum factor factor
terjadinya penganguran yaitu :
a. Rendahnya tingkat
pendidikan
b. Rendahnya ketrampilan dan pengalaman
yang dimiliki
c. Tidak sebandingnya antara kerja dengan
lahan pekerjaan
d. Faktor-faktor lain (misalnya pilih-pilih
pekerjaan).
Dengan jumlah pengangguran yang banyak tidak selalu mengganggu
jalannya pembangunan jika sumber daya manusianya memiliki kualitas dan mampu
menciptakan dan menyerah hasil produk yang diproduksinya.bagi Negara maju
pertumbuhan penduduk yang tinggi dapat dijadikan sumber pendapatan bagi Negara karna
Negara maju sudah siap dengan tabungan yang akan melayani kebutuhan investasi
tetapi berbanding terbalik dengan Negara yang sedang berkembang pertumbuhan
penduduk yang tinggi malah menghambat pertumbuhan ekonomi salah satunya seperti
di Indonesia.akibat yang akan dirasakan bagi Negara berkembang dengan jumlah
penduduk yang banyak yaitu :
·
Pengangguran menyebabkan
masyarakat tidak memaksimumkan tingkat kemakmuran
yang
mungkin dicapainya. Pengangguran menyebabkan pendapatan nasional yang sebenarnya
dicapai adalah lebih rendah dari pendapatan nasional potensial. Keadaan
ini berarti tingkat kemakmuran
masyarakat yang dicapai adalah lebih rendah dari
tingkat yang mungkin dicapainya.
·
Pengangguran menyebabkan
pendapatan pajak pemerintah berkurang.
Pengangguran diakibatkan oleh tingkat
kegiatan ekonomi yang rendah dan dalam
kegiatan ekonomi yang rendah pendapatan
pajak pemerintah semakin sedikit. Dengan
demikian
pengangguran yang tinggi mengurangi kemampuan pemerintah menjalankan kegiatan
pembangunan.
·
Pengangguran tidak
menggalakkan pertumbuhan ekonomi
Pengangguran menimbulkan dua akibat
buruk kepada kegiatan sektor swasta. Yang
pertama,
pengangguran tenaga buruh diikuti pula oleh kelebihan kapasitas mesinmesin
perusahaan. Keadaan ini tidak menggalakkan mereka melakukan investasi di masa
datang. Kedua pengangguran yang diakibatkan kelesuan kegiatan perusahaan
menyebabkan keuntungan berkurang. Keuntungan yang rendah mengurangi keinginan
untuk melakukan investasi. Kedua hal tersebut di atas tidak menggalakkan
pertumbuhan ekonomi di masa depan.
Selain
dampak diatas ada lagi dampak dari pertumbuhan yang tinggi bagi Negara yang
sedang berkembang yaitu :
1. Pengangguran menyebabkan kehilangan mata pencaharian dan
pendapatan
Di negara maju, mereka yang menganggur
mendapat tunjangan (bantuan keuangan)
dari badan asuransi pengangguran
sehingga mereka tidak tergantung pada pihak lain.
Sedangkan di negara berkembang, karena
tidak ada program tersebut, sehingga
kehidupan penganggur harus dibiayai oleh
tabungan masa lalu atau pinjaman/bantuan
keluarga dan kawan-kawan. Keadaan ini
bisa mengakibatkan pertengkaran dan
kehidupan keluarga yang tidak harmonis
2.
Pengangguran dapat
menyebabkan kehilangan ketrampilan
Pengangguran dalam periode yang lama
akan menyebabkan tingkat ketrampilan
pekerja menjadi semakin merosot atau
bahkan menjadi hilang.
3.
Pengangguran dapat
menimbulkan ketidakstabilan sosial dan politik
Pengangguran merupakan dampak dari lingkaran setan yang bermula
dari rendahnya
pendapatan perkapita. Dengan pendapatan perkapita rendah
menyebabkan tidak adanya
tabungan sebagai sarana pembentukan modal. Tidak adanya modal
berakibat tidak adanya
investasi yang berdampak pada minimnya perluasan kesempatan kerja
dan munculnya
pengangguran. Dan pengangguran akan berimbas pada rendahnya
pendapatan perkapita
(Siagian, 1981:58).
Pengangguran merupakan permasalah yang ada di semua Negara,memang
tidak mudah mengatasi permasalahan pengangguran secara langsung tetapi
setidaknya ada beberapa strategi untuk mengurangi tingginya tingkat
pengangguran yaitu :
Ø Mendorong dan membuka kesempatan bagi pihak asing untuk menanamkan
modalnya ke Indonesia.
Tidak mudah memang mendorong pihak pihak asing atau investor untuk
menanamkan modalnya di Indonesia,karna adanya keraguan dari investor karna
Negara Indonesia sering terjadi konflik politik.
Ø Meningkatkan kualitas tenaga kerja
Pengangguran terjadi karna para angkatan kerja kurang memiliki
skill atau kemampuan untuk bersaing dengan para tenaga kerja lainnya.oleh karna
itu seharusnya pemerintah membuat suatu pelatihan untuk para tenaga kerja
supaya bisa memiliki keahlian tertentu.
Ø Peningkatan kualitas program KB dan Transmigrasi
Progam KB atau keluarga berencana merupakan program yang dibuat
pemerintah untuk mengurangi tingkat pertumbuhan penduduk tetapi sampai saat ini
program KB tidak berjalan dengan baik mungkin harus ada pewasan dan peningkatan
kualitas terhadap program ini.program transmigrasi juga program pemerintah
untuk pemerataan penduduk .
Ø Program program lain
Ada beberapa program lain yang dilakukan pemerintah untuk
mengurangi tingkat pengangguran yang ada seperti mendirikan sebuah program
padat karya dan memberdayakan kemampuan masyarakat desa.
PENGARUH KEMISKINAN TERHADAP PEMBANGUAN
Kemiskan merupakan permasalahan turun menurun dari masa ke masa
kepemimpinan pemimpin Indonesia.kemiskinan merupakan redahnya tingkat
penghasilan yang didapatkan oleh seseorang sehingga tidak dapat memenuhi
kebutuhan hidupnya secara baik.di Indonesia mengukur tingkat kemiskinan sesuai
dengan criteria yang telah di tentukan Badan Pusat Statistik (BPS). BPS
menentukan kriteria kemiskinan menggunakan pendekatan kebutuhan dasar (basic
needs). Berdasarkan pendekatan kebutuhan dasar, ada 3 indikator kemiskinan
yang digunakan, yaitu (1) Headcount Index, (2) indeks kedalaman
kemiskinan (Poverty Gap Index). (3) indeks keparahan kemiskinan (Poverty
SeverityIndex). berdasarkan data BPS Jumlah penduduk miskin di Indonesia
pada Maret 2010 sebesar 31,02 juta orang
(13,33 %).
Sen (1995) menyatakan bahwa “kemiskinan jangan dianggap hanya
sebagai pendapatan rendah (low income), tetapi harus dianggap sebagai ketidakmampuan
kapabilitas (capability handicap)”. Menurut Chambers dalam Nanga (2006), “kemiskinan terutama di daerah
pedesaan (rural poverty) adalah masalah ketidakberdayaan (powerlessness),
keterisolasian (isolation), kerentanan (vulnarability) dan
kelemahan fisik (physical weakness), dimana satu sama lain saling
terkait dan mempengaruhi. Namun demikian, kemiskinan merupakan faktor penentu
yang memiliki pengaruh paling kuat dari pada yang lainnya”.kemiskinan bukanlah
permasalahan yang sepele karna kemiskinan tidak apat diukur dengan pendapatan
saja karna pendapatan itu sewaktu waktu akan berubah,seharusnya pemerintah
harus lebih memperhatikan permasalahan kemiskinan agar tingkat kemiskinan tidak
selalu meningkat tiap tahunya.seharusnya pemerintah membuat suatu kebijakan
untuk mengatasi kemiskinan banyak para ahli berpendapat bagaimana cara yang
sangat tepat untuk mengatasi tingkat penganguran salah satunya yaitu menurut
Perry et al.,(2006) berpendapat: “pertumbuhan ekonomi penting untuk pengentasan
kemiskinan. Manfaat dari pertumbuhan ekonomi yang cepat akan menyebar ke
seluruh segmen dalam masyarakat”. Pandangan ini berdasarkan pada teori Trickle
Down yang sangat dominan dalam teori-teori pembangunan pada era 1950 an dan
1960 an. Teori Trickle Down Effect menyebutkan adanya aliran menetes ke
bawah, dari kelompok kaya ke kelompok miskin melalui fungsi-fungsi dalam
ekonomi. Octaviani (2001):
“Penelitian tentang pengaruh pengangguran terhadap tingkat kemiskinan di
Indonesia dengan pendekatan analisis Indeks Forrester Greer & Horbecke”,
Hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa kenaikan angka pengangguran
mengakibatkan peningkatan atas angka kemiskinan, sebaliknya semakin kecil angka
pengangguran akan menyebabkan semakin rendahnya tingkat kemiskinan di
Indonesia”. Sementara Sasana (2009):
“Penelitian ini menganalisa penyerapan tenaga kerja, penduduk miskin dan
kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini dilakukan di kabupaten/kota di
Provinsi Jawa Tengah tahun 2001-2005, tenaga kerja terserap berpengaruh signifikan
dan mempunyai hubungan yang positif terhadap kesejahteraan masyarakat”. Banyak sekali permasalahan permasalahan baru
yang berakar dari permasalahan kemiskinan salah satunya itu permasalahan
kriminalitas,gepeng atau pengemis,PSK,banyaknya anak putus sekolah,banyak anak
anak dibawah umur yang sudah bekerja dengan cara mengemis dan hampir 90% alasan
mereka mengemis karna factor ekonomi.untuk mengurangi tingkat kemiskinan
pemerintah harus meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi,menciptakan lapangan
pekerjaan,pemusatan kebijakan social ekonomi dan menciptakan kebijakan
pengurang kemiskinan sesuai dengan keadaan yang terjadi.
Menurut Sumitro Djojohadikusumo (1995) pola kemiskinan ada empat
yaitu, Pertama adalah persistent poverty, yaitu kemiskinan yang telah
kronis atau turun temurun. Pola kedua adalah cyclical poverty,
yaitu kemiskinan yang mengikuti pola siklus ekonomi secara keseluruhan. Pola
ketiga adalah seasonal poverty, yaitu kemiskinan musiman seperti dijumpai
pada kasus nelayan dan petani tanaman pangan. Pola keempat adalah accidental
poverty, yaitu kemiskinan karena terjadinya bencana alam atau dampak dari
suatu kebijakan tertentu yang menyebabkan menurunnya tingkat kesejahteraan
suatu masyarakat.
Jumlah dan Persentase
Penduduk Miskin di Indonesia Menurut Daerah,
2004-2010
|
Tahun
|
Jumlah penduduk miskin (juta)
|
Prosentase penduduk miskin
|
||||
|
kota
|
Desa
|
Kota+desa
|
Kota
|
Desa
|
Kota+desa
|
|
|
2004
|
11,40
|
24,80
|
36,10
|
12,13
|
20,11
|
16,66
|
|
2005
|
12,40
|
22,70
|
35,10
|
11,68
|
19,98
|
15,97
|
|
2006
|
14,49
|
24,81
|
39,30
|
13,47
|
21,81
|
17,75
|
|
2007
|
13,56
|
23,61
|
31,17
|
12,52
|
20,37
|
16,58
|
|
2008
|
12,77
|
22,19
|
34,96
|
11,65
|
18,93
|
15,42
|
|
2009
|
11,91
|
20,62
|
32.53
|
10,72
|
17,35
|
14,15
|
|
2010
|
11,10
|
19,93
|
31,02
|
9,87
|
16,56
|
13,33
|
Sumber : BPS
Berdasarkan table diatasa,jumlah penduduk miskin cenderung
mengalami penurunan.pada tahun 2004 jumlah penduduk miskin sebanyak 36,10 juta
jiwa dan pada tahun 2010 turun menjadi 31,02 juta jiwa.dan jika kita lihat
bahwa jumlah penduduk miskin di desa lebih banyak dari pada di kota.hal ini
disebabkan oleh banyak factor salah satunya itu kurangnya lapangan pekerjaan di
desa sehingga banyak warga desa yang menganggur dan tidak bisa memenuhi
kebutuhan sehari hari sehingga menyebabkan tingkat kemiskinan di desa
meningkat.
Chambers (dalam Nasikun) mengatakan bahwa
kemiskinan adalah suatu integrated concept
yang memiliki lima dimensi, yaitu: 1) kemiskinan proper), 2)
ketidakberdayaan (powerlesskerentanan menghadapi situasi darurat ( emergency),
4) ketergantungan (dependence5) keterasingan (isolation) baik secara geografis
maupun sosiologis.ada beberapa sebab seseorang menjadi miskin pertama itu
masyarakat tidaak memiliki sumber daya yang cukup seperti modal,peralatan dan
keterampilan sehingga masyarakat sulit untuk mengembangkan usahanya,yang kedua
tingkat pendidikan yang rendah kurangnya ilmu pengetahuan yang dimiliki
sehingga wawasan masyarakat itu kurang terbuka,ketiga factor fasilitas
kebanyakan penduduk miskin terjadi di wilayah wilayah terpencil karna kurangnya
perhatian dari pemerintah dari segi infrastruktur atau fasilitas fasilitas
pendukung sehingga masyrakat sulit untuk mengebangkan usahanya.
Nasikun menyoroti beberapa sumber dan proses penyebab terjadinya kemiskinan, yaitu:
a. Policy induces processes: proses pemiskinan
yang dilestarikan, direproduksi melalui pelaksanaan suatu kebijakan (induced of policy) diantaranya adalah kebijakan antikemiskinan, tetapi realitanya justrumelestarikan.
b. Socio-economic dualism: negara ekskoloni mengalami kemiskinan
karena pola produksi
kolonial, yaitu petani menjadi marjinal karena tanah yang paling
subur dikuasai petani skala
besar dan berorientasi ekspor.
c. Population growth: perspektif yang didasari pada teori Malthus
bahwa pertambahan
penduduk seperti deret ukur sedangpertambahan pangan seperti deret
hitung.
d. Recources management and the environment:adanya unsur
mismanagement sumber daya
alam dan lingkungan, seperti manajemen pertanian yang asal tebang
akan menurunkan produktivitas.
e. Natural cycles and processes: kemiskinan terjadi karena siklus
alam. Misalnya tinggal dilahan kritis, di mana lahan ini jika turun hujan akan
terjadi banjir tetapi jika musim kemarau akan kekurangan air, sehingga
tidakmemungkinkan produktivitas yang maksimaldan terus-menerus.
f. The marginalization of woman: peminggiran kaum perempuan karena
perempuan masih dianggap sebagai golongan kelas kedua, Memahami Kemiskinan
secara Multidimensional sehingga akses dan penghargaan hasil kerja yang
diberikan lebih rendah dari laki-laki.
g. Cultural and ethnic factors: bekerjanya factor budaya dan etnik
yang memelihara kemiskinan. Misalnya, pola hidup konsumtif pada petani dan
nelayan ketika panen raya, serta adat istiadat yang konsumtif saat upacara adat
atau keagamaan.
h. Explotative intermediation: keberadaan penolong yang menjadi
penodong, seperti rentenir (lintah darat).
i. Internal political fragmentation and civil stratfe: suatu
kebijakan yang diterapkan pada suatu
daerah yang fragmentasi politiknya kuat, dapat menjadi penyebab
kemiskinan.
j. International processes: bekerjanya sistemsistem internasional
(kolonialisme dan kapitalisme)
membuat banyak negara menjadi semakinmiskin.
PENGARUH INFLASI TERHADAP PEMBANGUNAN
Menurut
teori kuantitas, inflasi disebabkan oleh jumlah uang beredar melebihi kebutuhan
dan adanya ekspektasi atau perkiraan masyarakat mengenai kecendrungan kenaikan
harga-harga pada masa yang akan datang.menurut teori tersebut ada tiga factor
yang bisa dikatakan inflasi kenaikan harga,bersifat umum dan berlangsung terus
menerus.jadi suatu Negara bisa dikatakan sedang inflasi jika mengalami suatu
kenaikan harga yang bersifat umum dan berlangsung secara terus menerus atau
dalam jangka waktu yang panjang.
Menurut
para ahli ada beberapa jenis inflasi diantaranya yaitu :
1.
Menurut Derajatnya
Inflasi
ringan di bawah 10% (single digit)
Inflasi
sedang 10% - 30%.
Inflasi
tinggi 30% - 100%.
Hyperinflasion
di atas 100%.
Laju
inflasi tersebut bukanlah suatu standar yang secara mutlak dapat mengindikasikan
parah tidaknya dampak inflasi bagi perekonomian di suatu wilayah tertentu,
sebab hal itu sangat bergantung pada berapa bagian dan golongan masyarakat
manakah yang terkena imbas ( yang menderita ) dari inflasiyang sedang terjadi.
2.
Menurut Penyebabnya
Demand pull inflation, yaitu
inflasi yang disebabkan oleh terlalu kuatnya
peningkatan aggregate demand masyarakat terhadap komoditi-komoditi hasil
produksi di pasar barang. Akibatnya, akan menarik (pull) kurva permintaan
agregat
ke arah kanan atas, sehingga terjadi excess demand , yang merupakan
inflationary
gap. Dan dalam kasus inflasi
jenis ini, kenaikan harga-harga barang
biasanya
akan selalu diikuti dengan peningkatan
output (GNP riil) dengan
asumsi
bila perekonomian masih belum mencapai kondisi full-employment.
Pengertian
kenaikkan aggregate demand seringkali ditafsirkan berbeda oleh para
ahli
ekonomi. Golongan moneterist menganggap aggregate demand
mengalami
kenaikkan
akibat dari ekspansi jumlah uang yang beredar di masyarakat.
Sedangkan,
menurut golongan Keynesian kenaikkan aggregate demand dapat
disebabkan
oleh meningkatnya pengeluaran konsumsi; investasi; government
expenditures; atau net export, walaupun tidak terjadi ekspansi jumlah
uang
beredar.
Cost push inflation, yaitu
inflasi yang dikarenakan bergesernya aggregate
supply
curve ke arah kiri atas. Faktor-faktor yang
menyebabkan aggregate supply
curve
bergeser tersebut adalah meningkatnya harga faktor-faktor produksi
(baik
yang
berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri) di pasar faktor produksi,
sehingga
menyebabkan kenaikkan harga komoditi di pasar komoditi. Dalam
kasus
cost push inflation kenaikan harga seringkali diikuti oleh kelesuan
usaha.
3.
Menurut Asalnya
Domestic inflation, yaitu
inflasi yang sepenuhnya disebabkan oleh kesalahan
pengelolaan perekonomian baik di sektor riil ataupun di sektor
moneter di dalam
negeri oleh para pelaku ekonomi dan masyarakat.
Imported inflation, yaitu
inflasi yang disebabkan oleh adanya kenaikan
harga-harga komoditi di luar negeri (di negara asing yang memiliki
hubungan
perdagangan dengan negara yang bersangkutan). Inflasi ini hanya
dapat terjadi
pada negara yang menganut sistem perekonomian terbuka (open
economy system).
Dan, inflasi ini dapat ‘menular’ baik melalui harga barang-barang
impor maupun
harga barang-barang ekspor.
Terlepas dari pengelompokan-pengelompokan tersebut, pada kenyataannya
inflasi yang terjadi di suatu negara sangat jarang (jika tidak
boleh dikatakan
tidak ada) yang disebabkan oleh satu macam / jenis inflasi, tetapi
acapkali karena
kombinasi dari beberapa jenis inflasi. Hal ini dikarenakan tidak
ada faktor-faktor
ekonomi maupun pelaku-pelaku ekonomi yang benar-benar memiliki
hubungan
yang independen dalam suatu sistem perekonomian negara. Contoh :
imported
inflation seringkali diikuti oleh cost push inflation, domestic
inflation diikuti
dengan demand pull inflation, dsb.
Setelah kita mengetahui jenis jenis inflasi yang ada mari kita
liat Sumber sumber terjadi nya suatu inflasi di Indonesia adalah :
·
Jumlah
uang beredar
·
Defisit
Anggaran Belanja Pemerintah
·
Faktor-faktor
dalam Penawaran Agregat dan Luar Negeri
Cara pengendalian inflasi di Indonesia :
·
Meningkatkan
Supply Bahan Pangan
·
Mengurangi
Defisit APBN
·
Meningkatkan
Cadangan Devisa
·
Memperbaiki
dan Meningkatkan Kemampuan Sisi Penawaran Agregat
III. PEMBAHASAN
Pembangunan menurut TAP MPR.NO IV/MPR/1999 pembangunan merupakan
usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia
yang dilakukan secara berkelanjutan, berdasarkan kemampuan nasional dengan
memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperhatikan tantangan
perkembangan global. Setiap Negara pasti menginginkan pembangunan yang
meningkat untuk negaranya.begitu pun pemerintah Indonesia menyadari bahwa
pembangunan nasional sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan masyarakat yang
adil dan makmur,namun tidak mudah untuk melakukan pembanguana nasional banyak
sekali permsalahan-permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia.untuk
melalukan pembanguan nasional kita perlu membangun terlebih dahulu
daerah-daerah yang ada di Indonesia.tetapi permasalahan yanga ada didaerah
sangat tidak mendukung untuk melakukan pembangunan nasional.salah satu
permasalahannya yaitu pertumbuhan ekonomi yang rendah,pengangguran,kemiskinan
dan lain lain. Pada hakekatnya pembangunan adalah
pembangunan manusia,sehinggaperlu diprioritaskan alokasi belanja untuk
keperluan ini dalam penyusunan anggaran (PriyoHariAdi,
2009). Pembangunan manusia sangat dibutuhkan untuk melakukan pembangunan
nasional,karna suatu Negara dikatakan maju bukan saja dilihat dari pendapatan
PDB nya tetapi dilihat juga dari tingkat harapan hidup dan tingkat pendidikan
masyarakatnya.pembangunan sebuah Negara tidak mudah terutama di Negara
berkembang seperti Indonesia.salah satu faktornya yaitu pertumbuhan ekonomi di
Indonesia rendah.apa yang menyababkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia itu
rendah menurut
teori pertumbuhan klasik ada empat faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu : jumlah penduduk, jumlah stok
barang-barang modal, luas tanah dan kekayaan alam, serta tingkat teknologi yang
digunakan.indonesia merupakan Negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat
di dunia setelah China,USA dan india.dengan jumlah penduduk yang begitu banyak
banyak sekali permasalahan yang dihadapi Indonesia.
Dengan jumlah penduduk yang banyak mengapa pertumbuhan ekonomi
Indonesia rendah seharusnya dengan penduduk yang banyak pertumbuhan ekonomi
Indonesia seharusnya tinggi,hal ini dipengaruhi sebab yaitu di Indonesia
memliki penduduk yang banyak tetapi jumlah penduduk yang banyak itu tidak
sesuai dengan jumlah kesempatan kerja ataupun lapangan kerja.selain factor
penduduk yang banyak factor jumlah stok barang-barang modal juga mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi.jumlah barang-barang yang bisa dijadikan sumber modal juga
sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.selain itu factor kekayaan sumber daya
alam juga memiliki peranan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi,Indonesia
merupakan sebuah Negara kepulauan yang memiliki luas yang cukup luas dan pulau
yang banyak.tidak perlu diragukan lagi kekayaan alam Indonesia itu cukup banyak
mulai dari kekayaan lautnya,tambang dan lain lain tetapi mengapa pertumbuhan
ekonomi Indonesia masih rendah.karna Indonesia belum sepenuhnya memiliki sumber
daya manusia yang berkualitas sehingga sumber daya atau kekayaan alam yang ada
belum bisa di olah dengan baik yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di
Indonesia.banyak sekali pertambangan di Indonesia yang bekerja sama dengan
Negara lain untuk dikelolahnya sehingga ebagian hasil pertambangannya untuk
Negara lain tersebut.suatu contoh Indonesia memiliki hasil alam yang baik
tetapi Indonesia belum bisa mengolah hasil alam tersebut menjadi suatu barang
yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi,terpaksa Indonesia mengekspor hasil
alam tersebut kenegara lain di Negara lain hasil alam Indonesia di olah menjadi
suatu produk yang memiliki nilai yang tinggi setelah menjadi produk Negara
Indonesia mengimpor barang dari Negara tersebut hal seperti inilah yang
menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia rendah karna pertumbuhan ekonomi
rendah tidak selalu dilihat dari jumlah pendapatan perkapita tetapi dilihat
juga dari kualitas manusainya kedepan dan suatu Negara mengalami penurunan
ekonomi karna dipengaruhi oleh menurunnya hasil ekspor Negara tersebut.salah
satu factor yang sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yaitu
factor teknologi yang digunakan.indonesia masih mengimpor teknologi teknologi
dari Negara lain untuk menjalankan perekonomian.
Selain rendahnya pertumbuhan ekonomi factor pengangguran dan
kemiskinan juga mempengaruhi pembanguan Indonesia.karna pengangguran dan
kemiskinan memiliki keterkaitan satu sama lainnya selain itu pengangguran dan
kemiskinan merupakan permasalahan yang terjadi di semua Negara di dunia. Pengangguran adalah seseorang yang
tergolong menjadi anggkatan kerja tetapi belum memiliki pekerjaan ataupun
sedang mencari pekerjaan.di Indonesia golongan angkatan kerja diukur dengan
usia,seseorang yang tergolong angkatan kerja adalah seseorang yang berusia
15-65 tahun.dengan jumlah penduduk yang cukup banyak Indonesia memiliki
angkatan kerja yang banyak pula tetapi jumlah angkatan kerja yang banyak itu
tidak sebanding dengan jumlah kesempatan kerja yang ada. Selain jumlah lapangan kerja yang sedikit factor sumber daya
manusianya pun tidak mempunyai kemampuan atau skill untuk bersaing dengan para
tenaga kerja yang lain.adapun factor factor yang mempengaruhi tingkat
pengangguran .secara umum factor factor terjadinya penganguran yaitu :
a. Rendahnya tingkat
pendidikan
b. Rendahnya ketrampilan dan pengalaman
yang dimiliki
c. Tidak sebandingnya antara kerja dengan
lahan pekerjaan
d. Faktor-faktor lain (misalnya pilih-pilih
pekerjaan).
Dengan tingginya tingkat pengangguran pasti menimbulkan bermacam
macam permasalahan bagi Negara tersebut.dampak dampak yang ditimbulkan dari
masalah pengangguran antara lainnya yaitu :
·
Pengangguran menyebabkan
masyarakat tidak memaksimumkan tingkat kemakmuran
yang
mungkin dicapainya. Pengangguran menyebabkan pendapatan nasional yang
sebenarnya dicapai adalah lebih rendah dari pendapatan nasional potensial.
Keadaan
ini berarti tingkat kemakmuran
masyarakat yang dicapai adalah lebih rendah dari
tingkat yang mungkin dicapainya.
·
Pengangguran menyebabkan
pendapatan pajak pemerintah berkurang.
Pengangguran diakibatkan oleh tingkat
kegiatan ekonomi yang rendah dan dalam
kegiatan ekonomi yang rendah pendapatan
pajak pemerintah semakin sedikit. Dengan
demikian
pengangguran yang tinggi mengurangi kemampuan pemerintah menjalankan kegiatan
pembangunan.
·
Pengangguran tidak
menggalakkan pertumbuhan ekonomi
Pengangguran menimbulkan dua akibat
buruk kepada kegiatan sektor swasta. Yang
pertama,
pengangguran tenaga buruh diikuti pula oleh kelebihan kapasitas mesinmesin
perusahaan. Keadaan ini tidak menggalakkan mereka melakukan investasi di masa
datang. Kedua pengangguran yang diakibatkan kelesuan kegiatan perusahaan
menyebabkan keuntungan berkurang. Keuntungan yang rendah mengurangi keinginan
untuk melakukan investasi. Kedua hal tersebut di atas tidak menggalakkan pertumbuhan
ekonomi di masa depan.
Kita sudah mengetahui bahwa pengangguran dapat menhambat proses
pembangunan nasional maka dari itu perlu ada solusi atau strategi yang harus
dibuat untuk mengatsi atau mengurahi tingginya tingkat pengangguran yang ada
saat ini.sejauh ini pemerintah sudah membuat beberapa program untuk mengatasi
pengangguran yaitu :
Ø Mendorong dan membuka kesempatan bagi pihak asing untuk menanamkan
modalnya ke Indonesia.
Ø Meningkatkan kualitas tenaga kerja
Ø Peningkatan kualitas program KB dan Transmigrasi
Ø Program program lain seperti program padat karya dan pemberdayaan
rakyat desa
Permasalahan pengangguran ini menimbulkan suatu permasalan baru
yaitu permasalahan kemiskinan,dikarenakan tidak memiliki pekerjaan masyarakat
tidak dapat memenuhi kebutuhan kebutuhan hidupnya sehari hari. Menurut Sumitro
Djojohadikusumo (1995) pola kemiskinan ada empat yaitu, Pertama adalah persistent
poverty, yaitu kemiskinan yang telah kronis atau turun temurun. Pola kedua
adalah cyclical poverty, yaitu kemiskinan yang mengikuti pola
siklus ekonomi secara keseluruhan. Pola ketiga adalah seasonal poverty,
yaitu kemiskinan musiman seperti dijumpai pada kasus nelayan dan petani tanaman
pangan. Pola keempat adalah accidental poverty, yaitu kemiskinan karena
terjadinya bencana alam atau dampak dari suatu kebijakan tertentu yang
menyebabkan menurunnya tingkat kesejahteraan suatu masyarakat.
ada beberapa sebab seseorang menjadi miskin pertama itu masyarakat
tidaak memiliki sumber daya yang cukup seperti modal,peralatan dan keterampilan
sehingga masyarakat sulit untuk mengembangkan usahanya,yang kedua tingkat
pendidikan yang rendah kurangnya ilmu pengetahuan yang dimiliki sehingga
wawasan masyarakat itu kurang terbuka,ketiga factor fasilitas kebanyakan
penduduk miskin terjadi di wilayah wilayah terpencil karna kurangnya perhatian
dari pemerintah dari segi infrastruktur atau fasilitas fasilitas pendukung
sehingga masyrakat sulit untuk mengebangkan usahanya.
Sumber modal merupakan factor yang sangat berpengaruh bagi
meningkatnya jumlah kemiskinan,karna masyarakat tidak memiliki modal untuk
memenuhi kebutuhan sehari hari atau untuk membuat suatu usah untuk mebiayai
kebutuhannya.hal ini terjadi dikarenakan factor tingginya jumlah pengangguran
yang ada.
Factor yang kedua adalah rendahnya tingkat pendidikan masyrakat
sehingga masyrakat tidak memiliki wawasan atau pengatahuan untuk menjalakna
kehidupan.faktor ini juga membuat tingginya tingkat pengangguran,karna
rendahnya pendidikan masyarakat tidak memiliki keahlian untuk mendapatkan
pekerjaan.faktor yang lain yaitu kurangnya sarana prasarana untuk menunjang
kehidupan masyarakat terutama masyarakat yang tinggal dipedalaman.untuk mengatasi
permasalahan kemiskinan pemerintah sudah melakukan usaha usaha diantaranya
yaitu :
·
Mengurangi tingkat
pengangguran dengan cara membuka lapangang pekerjaan atau membuat suatu program
pendidikan,pelatihan kepada masyrakat agar masyarakat memiliki keahlian
·
Membuat program padat karya
Dari berbagi
permasalah tersebut mucul lagi
permasalahan yaitu terjadinya inflasi. Menurut teori kuantitas, inflasi disebabkan oleh jumlah uang
beredar melebihi kebutuhan dan adanya ekspektasi atau perkiraan masyarakat mengenai
kecendrungan kenaikan harga-harga pada masa yang akan datang.menurut teori
tersebut ada tiga factor yang bisa dikatakan inflasi kenaikan harga,bersifat
umum dan berlangsung terus menerus.jadi suatu Negara bisa dikatakan sedang
inflasi jika mengalami suatu kenaikan harga yang bersifat umum dan berlangsung
secara terus menerus atau dalam jangka waktu yang panjang.
Suatu Negara pasti pernah mengalami
inflasi,dan apa penyebab terjadinya inflasi.di Indonesia ada beberapa factor
yang menyebabkan terjadinya inflasi yaitu :
·
Jumlah
uang beredar
·
Defisit
Anggaran Belanja Pemerintah
·
Faktor-faktor
dalam Penawaran Agregat dan Luar Negeri
Cara pengendalian inflasi di Indonesia :
·
Meningkatkan
Supply Bahan Pangan
·
Mengurangi
Defisit APBN
·
Meningkatkan
Cadangan Devisa
·
Memperbaiki
dan Meningkatkan Kemampuan Sisi Penawaran Agregat
IV. KESIMPULAN
Pembangunan
merupakan
usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia
yang dilakukan secara berkelanjutan, berdasarkan kemampuan nasional dengan memanfaatkan
ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperhatikan tantangan perkembangan
global. Setiap Negara menginginkan pemanguana yang baik untuk negaranya agar
menjadi Negara yang maju.tetapi untuk membangun sebuah Negara tidak mudah pasti
ada permasalahan permaslahan yang dihadapi oleh pemerintah.pertumbuhan ekonomi
merupakan salah satu factor untuk pembanguanan nasional karna jika pertumbuhan
ekonomi rendah akan menghambat pembangunan.penyebab terjadinya rendahnya
pertumbuhan ekonomi di Indonesia itu rendah menurut teori pertumbuhan klasik ada empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu :
jumlah penduduk, jumlah stok barang-barang modal, luas tanah dan kekayaan alam,
serta tingkat teknologi yang digunakan.selain factor tersebut factor tingginya
jumlah pengagguran juga menyebabkan rendahnya pertumbuhan ekonomi di suatu
Negara.faktor yang menyebakan banyaknya jumlah pengangguran di Indonesia yaitu
:
a. Rendahnya tingkat
pendidikan
b. Rendahnya ketrampilan dan pengalaman
yang dimiliki
c. Tidak sebandingnya antara kerja dengan
lahan pekerjaan
d. Faktor-faktor lain (misalnya pilih-pilih
pekerjaan).
Ketika jumlah pengaguran yang tinggi menyebkan suatu permasalahan
baru yaitu permasalahan kemiskinan.kemiskinan terjadi karna masyrakat tidak
mampu untuk membiayai kebutuhan hidup.penyebab terjadinya kemiskinan adalah pertama
itu masyarakat tidaak memiliki sumber daya yang cukup seperti modal,peralatan
dan keterampilan sehingga masyarakat sulit untuk mengembangkan usahanya,yang
kedua tingkat pendidikan yang rendah kurangnya ilmu pengetahuan yang dimiliki
sehingga wawasan masyarakat itu kurang terbuka,ketiga factor fasilitas
kebanyakan penduduk miskin terjadi di wilayah wilayah terpencil karna kurangnya
perhatian dari pemerintah dari segi infrastruktur atau fasilitas fasilitas
pendukung sehingga masyrakat sulit untuk mengebangkan usahanya.jadi dari
permasalahan yang satu menimbulkan permaslahan yang baru sehingga pemerintah
terhambat untuk melakukan suatu pembangunan.
V. DAFTAR PUSTAKA
§ Atmadja s adwin, 1999, inflasi di Indonesia : sumber-simber
penyebab dan pengendaliannya , vol 1 no 1.
§ Endri, 2008, analisis factor factor yang mempengaruhi inflasi di
Indonesia, vol 13 no 1.
§ Ernita Dewi ,Syamsul
Amar,Efrizal Syofyan, 2013 , analisis pertumbuhan ekonomi,investasi dan
konsumsi di Indonesia , vol 1 no 2.
§ Manik tumpal, 2013, analisis pengaruh kemakmuran,ukuran pemerintah
daerah,inflasi,intergovernmental revenue dan kemiskinan terhadap pemabangunan
manusia dan pertumbuhan ekonomi, vol 9.
§ Jonaidi arius, 2012, analisis pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan
di Indonesia, vol 1 no 1.
§ Ridho M. Faruk Rosya , 2010, pengangguran dan
pembanguan perkotaan (studi kasus : kota Palembang )
§ Siregar hermanto & dwi wahyuniarti, dampak pertumbuhan ekonomi
terhadap penurunan jumlah penduduk miskin
§ Sugianto ,asmi solo , 2006 , implikasi pengangguran terhadap
pembangunan nasional serta strategi pemecahannya, vol 2 no 2.
§ Suliswanto muhamad sri wahyuni, 2010, pengaruh produk domestic
brotu dan indeks pembangunan manusia terhadap angka kemiskinan di Indonesia ,
vol 8 no 2.
§ Yacoub yarlina, 2012, pengaruh tingkat pengangguran terhadap
tingkat kemiskinan kabupaten/kota di provinsi Kalimantan barat, vol 8.
§ Yudisthira I made & I gede sujana budhiasa, 2013, analisis
pengaruh konsumsi,investasi, dan inflasi terhadap produk domestic brotu di
Indonesia tahun 2000-2012, vol 2 no 11.
§ Waluyu bagja, peningkatan sumber daya manusia berbasis masyarakat
untuk mengatasi masalah pengangguran
§ Widodo adi , waridin & Johanna maria k, 2011 , analisis
pengaruh pengeluaran pemerintah di sector pendidikan dan kesehatan terhadap
pengetasan kemiskinan melalui peningkatan pembangunan di provinsi jawa tengah,
vol 1 no 1.
§