Jumat, 23 Januari 2015

Peran Koperasi Bagi UMKM ( Usaha Mikro Kecil Menengah )


UMKM adalah usaha mikro kecil menengah, perkembangan usaha kecil menengah di Indonesia semakin meningkat dan sekarang sudah mencapai 57,9 juta yang tersebar di seluruh Indonesia.menurut staf ahli kementerian koperasi dan ukm bidang penerapan nilai dasar koperasi , Abdul Kadir Damanik mengatakan “dari jumlah umkm yang ada telah memberikan kontribusi terhadap PBD 58,92 persen dan kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja sebesar 97,30 persen.dengan kontribusi yang cukup besar ukm memiliki peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia.dengan bukti nyata seharusnya pemerintah lebih memperhatikan nasib-nasib para umkm yang ada di Indonesia, menurut ketua dewan pertimbangan kadin DKI, Dhaniswara K Harjono “Indonesia merupakan Negara yang paling banyak memiliki pelaku industry ukm, tetapi jumlah yang begitu banyak tidak dibarengi dengan kualitas pendidikan pelaku umkm yang masih rendah.” Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan seharusnya pemerintah memberikan perlindungan hokum terhapat pelaku-pelaku umkm tersebut apalagi ditahun ini akan berlangsungnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Maka dari itu untuk memperdayakan UMKM harus terencana, sistematis dan menyeluruh baik dalam skla mikro maupun makro yang meliputi :

1.      Menciptakan iklim usaha dalam rangka membuka kesempatan berusaha yang seluas-luasnya,serta menjamin kepastian usaha disertai adanya afisiensi ekonomi.
2.      Pengembangan system pendukung usaha bagi UMKM untuk meningkatkan akses kepada sumber daya produktif sehingga dapat memanfaatkan kesempatan yang terbuka dan potensi sumber daya,terutama sumber daya local yang tersedia.
3.      Pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif usaha kecil dan menengah.
4.      Peberdayaaan usaha skal mikro untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang bergerak dalam kegiatan usaha ekonomi disektor informal yang berskala usaha mikro.


Jika sesuatu hal ( contohnya umkm ) yang memiliki dampak yang besar di beri perhatian yang lebih besar, permasalah yang tidak pernah hilang dari Negara Indonesia dari tahun ke tahun yaitu kemiskinan akan teratasi.menurut data BPS pada bulan Maret 2014 jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 28,28 juta orang. Kepala BPS Suryamin mengatakan “jumlah penduduk miskin berkurang sebesar 0,32 juta orang jika dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2013 sebesar 28,60 juta orang.” Seandainya dari jumlah ukm yang ada 50 juta mengalami pertumbuhan dan dari satu unit ukm membutuhkan dua tenaga kerja sudah dapat kita hitung bahwa dari jumlah ukm tersebut akan membutuhkan100 juta tenaga kerja. Jika semua itu terjadi maka akan mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Indonesia, dengan mendapatkan pekerjaan maka mereka mendapatkan penghasilan yaitu uang dengan uang tersebut mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari hari dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Tanpa kita sadari dari hal tersebut kita sudah dapat mengatasai dua permasalahan sekaligus yaitu permasalahan pengangguran dan permasalahan kemiskinan dan kita juga dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan perekonomian nasional.
Tetapi semua itu hanyalah khayalan semata jika tidak ada dukungan dari semua pihak salah satunya itu pemerintah, karna dalam pelaksaan dilapangan masih banyak kendala-kendala yang harus dihadapi oleh para ukm di Indonesia salah satu factor yang sangat penting yaitu modal atau permodalan yang sangat kecil. Indonesia memiliki suatu program pemodalan untuk usaha kecil yaitu ( KUR ) Kredit Usaha Kecil, KUR adalah skema kredit/pembiayaan modal kerja atau investasi yang khusus diberikan kepada usaha mikro kecil menengah dan koperasi dibidang usaha produktif.dilihat dari pengertiaanya, KUR bertujuan membantu pelaku usaha untuk mendapatkan modal usaha namun dalam kenyataannya para pelaku ukm masih kesulitan mendapatkan kredit dikarenakan peraturan perbangkan yang sangat ketat.

Saat ini kementerian Negara Koperasi dan UKM mengembangkan Koperasi Jasa Keuangan   ( KJK) menjadi salah satu alternative kekuatan pendanaan terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dalam roadmap pengembangan KJK 2010-2014 institusi pengerak koperasi dan UKM tersebut akan mendirikan Lembaga Pengembang dan Pengawasan ( LPP) yang berfungsi sebagai Bank Indonesianya perbankan.dengan didirikannya lembaga itu diharapkan koperasi bisa melayani masyarakat yang mengalami kesulitan modal atau pendanaan. Koperasi jasa keuangan terdiri dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) ,Unit-unit Simpan Pinjam ( USP ) milik koperasi dan Koperasi Jasa Keuangan Syariah ( KJKS ) yang dimiliki koperasi konvensional.sudah banyak sekali program program yang dibuat oleh pemerintah untuk membantu para pelaku UKM yang ada di Indonesia,tetapi yang dibutuhkan oleh para UKM bukan hanya sekedar progam saja yang tertulis disebuah kertas atau yang hanya terdapat di laporan kegiatan kerja, tetapi yang dibutuhkan adalah kesungguhan dan kerja nyata dalam program-program yang telah dibuat oleh pemerintah.karna perhatian yang diberikan pemerintah terhadap UKM kurang begitu sungguh-sungguh dibanding yang diberikan disektor lainnya. Salah satu contohnya, untuk menyelamatkan bank century yang hanya dimiliki oleh beberapa orang saja, pemerintah cepat menggelontorkan dana  mencapai Rp 6,7 triliun.sementara untuk membantu perkuatan modal disektor UMKM selama beberapa tahun nilainya masih relative kecil.contohnya kredit program pemberdayaan dan pembinaan untuk koperasi dan UMKM yang ditangani oleh kementerian koperasi dan UKM baik dikucurkan langsung maupun dari bank pelaksana sejak 2001-2007 jumlahnya baru mencapai Rp 3,2 triliun, padahal dana tersebut dibutuhkan oleh banyak pelaku UKM di Indonesia yang seharusnya mendapatkan perhatian lebih, karna UMKM memiliki peran strategis yang berkaitan langsung dengan kehidupan dan peningkatan kesejahteraan rakyat adalah nyata.mereka juga telah terbukti menjadi penopang kekuatan dan pertumbuhan ekonomi.  
       
             Sumber :
·         http://www.bps.go.id/
·         http://www.depkop.go.id/







Tidak ada komentar:

Posting Komentar